Berita

Bamsoet Dorong Medical Check-Up Berbasis Teknologi dan Deteksi Dini di RI

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Bambang Soesatyo, atau yang dikenal dengan panggilan Bamsoet, telah menerima kunjungan delegasi Sojunghan

Desk Berita
Published Agustus 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Bamsoet Dorong Medical Check-Up Berbasis Teknologi dan Deteksi Dini di RI
  2. Related Reading

Bamsoet Dorong Medical Check-Up Berbasis Teknologi dan Deteksi Dini di RI

Wahanaberita.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Bambang Soesatyo, atau yang dikenal dengan panggilan Bamsoet, telah menerima kunjungan delegasi Sojunghan Medicare asal Korea Selatan. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas kemajuan teknologi dalam pemeriksaan kesehatan, dengan fokus khusus pada skrining aktivitas sel Natural Killer (NK) serta pengembangan layanan kesehatan yang mengedepankan pendekatan imunologi. Bamsoet Dorong Medical Check Up Berbasis teknologi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Kedatangan perwakilan Sojunghan Medicare ini disambut langsung oleh Bamsoet di Jakarta pada hari ini. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah perwakilan dari institusi tersebut, antara lain dr. Michael Jang, Edward Park, Lee Jae Woong, dan Lee Jun Sik. Kehadiran para ahli medis dari Korea Selatan ini menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas kerja sama bilateral di sektor kesehatan.

Perluasan Kerja Sama Kesehatan Indonesia-Korea

Pertemuan ini diharapkan dapat membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan teknologi kesehatan antara Indonesia dan Korea Selatan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan deteksi dini penyakit serta pendekatan medis yang lebih personal dan berbasis data. Bamsoet menekankan pentingnya adaptasi teknologi modern dalam sistem kesehatan nasional.

Perkembangan teknologi kesehatan bergerak sangat cepat. Indonesia perlu membuka peluang kerja sama dengan pusat-pusat kesehatan dan penelitian di negara yang memiliki pengalaman maju, termasuk Korea Selatan. Pemeriksaan kesehatan ke depan harus semakin mengarah pada deteksi dini, pemetaan kondisi tubuh secara lebih menyeluruh, serta pemanfaatan teknologi yang dapat membantu dokter mengambil keputusan medis secara lebih tepat.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Bamsoet dalam keterangannya pada Rabu (12/8/26). Pernyataan ini mencerminkan visi jangka panjang dalam transformasi sektor kesehatan Indonesia melalui kolaborasi internasional.

Inovasi Natural Killer Mix (NKM)

Bamsoet menjelaskan bahwa salah satu layanan unggulan yang diperkenalkan oleh Sojunghan Medicare adalah Natural Killer Mix (NKM). Pendekatan ini berbasis pada sel limfosit autologus yang diambil dari darah pasien, kemudian diproses dan diaktivasi di luar tubuh sebelum dimasukkan kembali melalui infus. Teknologi ini merupakan bagian dari inovasi medical check-up berbasis yang sedang berkembang pesat.

Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah serta proporsi sel NK sebagai bagian dari respons imun. Teknologi semacam ini termasuk dalam kategori terapi berbasis sel dan memerlukan pengawasan ketat dari aspek keamanan, mutu, bukti klinis, regulasi, serta standar fasilitas kesehatan yang melaksanakannya.

Indonesia perlu bersikap terbuka terhadap inovasi seperti NKM, tetapi keterbukaan harus berjalan bersama kehati-hatian ilmiah. Setiap terapi berbasis sel yang akan diterapkan kepada masyarakat Indonesia harus melalui proses evaluasi dan regulasi yang ketat, sehingga keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama. Kita jangan sampai mengejar teknologi kesehatan dengan mengorbankan standar medis.

Menurut Bamsoet, Indonesia harus tetap berhati-hati dalam menerima inovasi baru. Keterbukaan terhadap teknologi harus disertai dengan evaluasi yang ketat untuk memastikan keselamatan pasien.

Momentum Kerja Sama Strategis

Bamsoet menilai bahwa momentum hubungan Indonesia-Korea Selatan saat ini sangat baik untuk memperluas kerja sama di bidang kesehatan. Pada April 2026, kedua negara telah memperkuat kemitraan strategis melalui 10 nota kesepahaman yang mencakup sejumlah sektor prioritas, termasuk kesehatan dan kecerdasan artifisial untuk kesehatan dasar.

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari penguatan kemitraan strategis jangka panjang kedua negara. Bamsoet menekankan bahwa kerja sama Indonesia-Korea tidak boleh berhenti pada investasi dan perdagangan saja.

Kesehatan harus menjadi salah satu sektor strategis yang terus diperkuat. Kita bisa membangun kolaborasi dalam pemeriksaan kesehatan, riset, pendidikan tenaga medis, bioteknologi, pengembangan laboratorium, digital health, sampai medical tourism. Kalau dilakukan secara serius, Indonesia dapat menjadi pasar sekaligus mitra pengembangan teknologi kesehatan di kawasan Asia.

Dengan demikian, Indonesia berpotensi menjadi pusat pengembangan teknologi kesehatan di kawasan Asia melalui kerja sama yang komprehensif dengan Korea Selatan.

FAQ: Medical Check-Up Berbasis Teknologi di Indonesia

Apa itu medical check-up berbasis teknologi? Medical check-up berbasis teknologi adalah layanan pemeriksaan kesehatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi modern untuk mendeteksi penyakit secara dini dan akurat.

Mengapa Bamsoet mendorong inovasi ini? Bamsoet mendorong inovasi ini karena Indonesia perlu meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui deteksi dini dan pendekatan medis yang lebih personal.

Berapa banyak nota kesepahaman yang ditandatangani pada April 2026? Pada April 2026, kedua negara telah memperkuat kemitraan strategis melalui 10 nota kesepahaman yang mencakup sejumlah sektor prioritas.

Apa itu Natural Killer Mix (NKM)? NKM adalah terapi berbasis sel yang menggunakan limfosit autologus dari darah pasien untuk meningkatkan respons imun tubuh.

Apakah Indonesia siap menerima inovasi kesehatan dari Korea Selatan? Ya, Indonesia siap menerima inovasi kesehatan dengan tetap memperhatikan regulasi dan standar keselamatan pasien yang ketat.

Leave a Comment