Berita

4 Hal Kasus Kematian Sutrimo Setelah Keluarga Buka Suara

Keluarga korban akhirnya memutuskan untuk memberikan keterangan resmi mengenai meninggalnya Sutrimo, seorang kepala rumah tangga yang juga merupakan mantan

Desk Berita
Published Agustus 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
polisi-masih-mendalami-penyebab-tewasnya-pria-bernama-sutrimo-di-depan-klinik-kecantikan-mordent-di-jaksel-penyebab-kematian-s-1785156176528_169-1
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Empat Hal Penting dalam Kasus Kematian Sutrimo Pasca Keluarga Menyampaikan Pernyataan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Empat Hal Penting dalam Kasus Kematian Sutrimo Pasca Keluarga Menyampaikan Pernyataan

Wahanaberita.com – Keluarga korban akhirnya memutuskan untuk memberikan keterangan resmi mengenai meninggalnya Sutrimo, seorang kepala rumah tangga yang juga merupakan mantan Jampidsus Kejaksaan Agung milik Febrie Adriansyah. Upaya ini dilakukan setelah keluarga mendaftarkan laporan kematian ke kepolisian setempat.

Laporan tersebut telah diterima oleh Polresta Banyumas dengan nomor registrasi STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH. Tujuan utama keluarga adalah memperoleh kepastian hukum atas berbagai informasi yang beredar di masyarakat seputar kematian tersebut.

Prinsipnya keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Wajar atau tidak, cuma itu saja, demikian disampaikan pengacara keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, dalam keterangan yang dilansir detikJateng pada Minggu (9/8/2026).

Sutrimo ditemukan dalam keadaan meninggal di area depan klinik Mordent, Jakarta Selatan, pada hari Kamis tanggal 23 Juli. Hingga saat ini, tim penyelidik dari Polda Metro Jaya sedang mengumpulkan keterangan dan melakukan klarifikasi kepada berbagai pihak yang terlibat, termasuk keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta saksi lainnya.

Polisi juga telah merekam data medis korban, riwayat pemesanan ambulans, serta lokasi awal penemuan jenazah. Saat ditemukan, kondisi korban menunjukkan mulutnya berbusa.

1. Informasi yang Beredar Tidak Konsisten

Aan menjelaskan bahwa awalnya keluarga menerima kabar kematian Sutrimo dengan lapang dada. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul berbagai informasi yang dinilai tidak konsisten. Hal ini mendorong keluarga untuk mencari kejelasan mengenai penyebab pasti kematian pria asal Desa Wlahar, Kabupaten Banyumas tersebut.

Karena berita simpang siur ke sana ke sini, mengganggu lingkungan sekitar buat keluarga juga lingkungan masyarakat di Desa Wlahar. Jadi keluarga ingin kepastian, tegasnya.

2. Prosedur Ekshumasi Akan Dilakukan

Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menginformasikan bahwa kematian Sutrimo telah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa kondisi kematian korban termasuk tidak wajar.

Memang kemarin kami mendapat informasi, kemarin kami mendapatkan informasi ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar, ujar Budi kepada wartawan pada Minggu (9/8/2026).

Budi menambahkan bahwa pelapor meminta agar dilakukan ekshumasi. Pihak kepolisian berkomitmen untuk segera melaksanakan proses tersebut guna mengetahui penyebab kematian secara pasti.

Akan disegerakan (ekshumasi) guna mengetahui penyebab kematian, jelas Budi.

Ekshumasi merupakan proses penggalian atau pembongkaran kembali jenazah dari dalam kubur yang dilakukan oleh pihak berwenang.

3. Pemeriksaan Ulang Terhadap Dokter

Budi menyebutkan bahwa kepolisian akan memanggil dokter S dari RS Muhammadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani jenazah Sutrimo pada minggu depan. Pemanggilan ini merupakan tahap ulang karena sebelumnya dokter tersebut tidak hadir saat pemeriksaan.

Sehingga penyelidikan pihak kepolisian diharapkan untuk melakukan ekshumasi. Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait tentang laporan tersebut, katanya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa pemanggilan terhadap dokter rumah sakit bertujuan untuk mendalami kabar mengenai kondisi mulut berbusa saat Sutrimo meninggal. Ada sejumlah foto dan video yang viral terkait peristiwa tersebut, namun kebenarannya masih perlu diperiksa lebih lanjut oleh penyidik.

Minggu depan kita masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter rumah sakit Muhammadiyah yang menangani pertama pada saat pasien datang ke rumah sakit, imbuhnya.

4. Investigasi Identitas Febrio

Febrio Adiono, seorang staf administrasi Kejaksaan Agung, diketahui menjadi salah satu pengantar jenazah Sutrimo. Polisi berencana untuk mendalami identitas Febrio lebih lanjut.

Nah ini nanti akan didalami (benar atau tidaknya Febrio pegawai Kejagung), jelas Budi.

Sementara itu, Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna, pada Jumat (7/8) menyampaikan bahwa Febrio memang merupakan staf administrasi di kantornya.

Yang namanya Saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan, kata Anang saat menjawab pertanyaan wartawan terkait sosok Febrio adalah ajudan dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Anang kemudian menjelaskan bahwa Febrio juga merupakan ajudan dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Setelah Febrie tersangkut masalah TPPU, Febrio kini hanya bertugas sebagai staf administrasi biasa tanpa mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya.

Stafnya (Febrie) ya. Iya (Stafnya Febrie). (Saat ini) staf biasa. Enggak (mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya), ujar Anang.

Frequently Asked Questions

What is 4 Hal Kasus Kematian Sutrimo Setelah?

4 Hal Kasus Kematian Sutrimo Setelah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 4 Hal Kasus Kematian Sutrimo Setelah matter?

4 Hal Kasus Kematian Sutrimo Setelah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment