Berita

160 Lansia di Kota Bogor Dapat Bantuan Becak Listrik Gratis Presiden Prabowo

presiden-prabowo-beri-bantuan-lansia-di-bogor-becak-listrik-dok-istimewa-1791314197140_169

Becak Listrik untuk Lansia Bogor Mulai Disalurkan

Wahanaberita.com – Sejumlah pengayuh becak lanjut usia di Kota Bogor menerima bantuan kendaraan listrik yang ditujukan untuk meringankan pekerjaan mereka sehari-hari. Sebanyak 160 unit becak listrik dihibahkan Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) kepada warga yang sebelumnya mencari penghasilan dengan becak manual.

Penyerahan bantuan dilakukan kepada para penerima manfaat dengan disaksikan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. Program ini menyasar pengayuh becak berusia di atas 55 tahun, kelompok yang dinilai semakin berat menjalani pekerjaan dengan mengandalkan tenaga fisik.

Selain menerima kendaraan baru, para penerima juga harus menyerahkan becak lama mereka. Langkah tersebut menjadi bagian dari peralihan penggunaan becak kayuh menuju becak listrik bagi para lansia yang mendapatkan bantuan.

Pemkot Bogor Siapkan Pendampingan Operasional

Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bogor akan mendampingi pelaksanaan program tersebut agar kendaraan bantuan dapat dipakai sesuai ketentuan dan memberi manfaat nyata. Pengawasan akan melibatkan Dinas Perhubungan Kota Bogor sebagai pihak yang menangani pelaksanaan di lapangan.

“Kami, pemerintah wajib mengawal program baik Pak Presiden ini,” kata Jenal Mutaqin, Selasa (6/10/2026).

Ia menekankan bahwa bantuan becak listrik itu merupakan program pribadi Presiden Prabowo, bukan pembiayaan melalui APBN. Karena itu, perhatian pemerintah daerah diarahkan pada pemanfaatan, pengaturan operasional, dan kepastian bahwa penerima benar-benar dapat menggunakannya untuk mencari nafkah.

“Ini program personalnya Pak Presiden, bukan lewat APBN,” ujar Jenal.

Dinas Perhubungan akan membantu proses administrasi, termasuk fasilitas terkait surat izin mengemudi bagi pengguna becak listrik. Penataan ini juga mencakup lokasi operasional para pengayuh agar penggunaan kendaraan baru tidak berbenturan dengan aturan lalu lintas yang telah berlaku di Kota Bogor.

Becak listrik memang mengurangi beban mengayuh, tetapi kendaraan tersebut tetap harus beroperasi dengan memperhatikan jalur yang diperbolehkan. Pemerintah Kota Bogor mengingatkan penerima bantuan tentang 16 titik yang tidak boleh dilintasi becak di wilayah kota.

Rute Terlarang dan Usulan Pangkalan Pengisian Daya

Pengaturan rute mengacu pada Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 15 Tahun 2006 mengenai jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan becak. Legalitas pengemudi akan diselaraskan dengan penempatan kawasan operasi, sehingga para penerima bantuan mengetahui area yang dapat mereka layani.

“Ada Perwali Nomor 15 Tahun 2006 tentang rute jalan yang tidak boleh dilalui oleh kendaraan becak,” tutur Jenal.

Pemerintah Kota Bogor telah berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota untuk membahas jalur yang masih dapat digunakan kendaraan becak. Pembicaraan itu turut mencakup usulan pangkalan becak listrik yang dapat dipakai sebagai lokasi pengisian daya baterai.

Keberadaan titik pengisian daya menjadi unsur penting dalam pemakaian becak listrik. Pengayuh tidak lagi mengandalkan kekuatan tubuh untuk menarik penumpang, namun kendaraan membutuhkan baterai yang terisi agar tetap bisa digunakan sepanjang aktivitas kerja. Karena itu, pengaturan pangkalan dipandang berkaitan langsung dengan kelancaran operasional penerima bantuan.

Penarikan becak manual dari penerima dimaksudkan agar perubahan sarana kerja berjalan penuh. Jenal menyebut kebijakan itu sebagai upaya mengakhiri beban mengayuh yang selama ini dihadapi pengemudi pada usia rentan.

“Becak lamanya harus ditarik,” kata Jenal, seraya menjelaskan bahwa kendaraan tersebut dikonversi menjadi becak listrik.

Pengayuh Becak Rasakan Keringanan Tenaga

Salah satu penerima bantuan, Obed Purwanto, mengaku gembira memperoleh becak listrik gratis. Pria berusia 62 tahun itu telah bekerja sebagai pengayuh becak sejak 1982. Bagi Obed, perubahan kendaraan ini terutama terasa pada kebutuhan tenaga ketika membawa becak, terlebih saat menghadapi jalur menanjak.

Ia sempat mencoba becak listrik dari kawasan IPB hingga lokasi penyerahan di Jalan Merdeka, Bogor Tengah, Kota Bogor. Pengalaman itu membuatnya merasakan perbedaan dibandingkan becak manual yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghasilannya.

“Kalau kita yang sudah tua kan pasti masalah tenaga,” ujar Obed.

Obed mengatakan becak listrik memudahkannya saat melintasi tanjakan. Pada becak manual, perjalanan seperti itu dapat menguras tenaga pengayuh. Dengan kendaraan baru, pengoperasian menjadi lebih ringan karena pengemudi cukup menggunakan kendali gas.

“Apalagi kalau jalan tanjakan,” kata Obed. “Sekarang tinggal gas.”

Bantuan tersebut juga disertai pesan agar becak dirawat dan digunakan sebagaimana tujuan awalnya, yakni untuk menunjang mata pencaharian penerima. Kendaraan bantuan tidak boleh diperjualbelikan, disewakan, maupun digadaikan.

Dengan pendampingan dari pemerintah daerah, penetapan jalur operasi, serta rencana penyediaan lokasi pengisian baterai, 160 becak listrik itu diharapkan dapat menjadi sarana kerja yang lebih ringan bagi para pengayuh lansia di Kota Bogor. Bagi penerima seperti Obed, perubahan ini bukan sekadar pergantian kendaraan, melainkan pengurangan beban fisik dalam menjalani pekerjaan harian.

Frequently Asked Questions

What is 160 Lansia di Kota Bogor Dapat?

160 Lansia di Kota Bogor Dapat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 160 Lansia di Kota Bogor Dapat matter?

160 Lansia di Kota Bogor Dapat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *