Berita

Key Discussion: Wamendagri Ribka Dorong Pemda Maluku Optimalkan Potensi Maritim

Key Discussion: Wamendagri Ribka Dorong Pemda Maluku Optimalkan Potensi Maritim Key Discussion - Dalam Key Discussion yang dihadiri oleh berbagai pemangku

Desk Berita
Published Juni 5, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Discussion: Wamendagri Ribka Dorong Pemda Maluku Optimalkan Potensi Maritim

Key Discussion – Dalam Key Discussion yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, Menteri Pemberdayaan Wilayah dan Regional (Wamendagri) Ribka Sari menyampaikan pentingnya memaksimalkan potensi maritim Maluku sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ribka menekankan bahwa sektor maritim bukan hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai peluang untuk mendorong kemandirian dan kemakmuran masyarakat Maluku. Dalam pidatonya, ia meminta Pemda untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengelola sumber daya laut secara lebih intensif.

Pertemuan Strategis dan Prioritas Pembangunan

Key Discussion tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, dihadiri oleh Gubernur Hendrik Lewerissa, seluruh bupati/wali kota, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang mewakili kabupaten/kota se-Provinsi Maluku. Acara ini dirancang untuk mengidentifikasi prioritas pembangunan yang bisa diimplementasikan guna memaksimalkan keuntungan dari sumber daya maritim. Ribka menyoroti bahwa potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan, sehingga perlu adanya strategi yang lebih terarah.

“Maluku memiliki kekayaan alam laut yang luar biasa, mulai dari perikanan hingga ekosistem bawah laut yang unik. Kita perlu memastikan bahwa seluruh potensi ini bisa diubah menjadi keunggulan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambah Ribka dalam pernyataannya, Jumat (5/6/2026).

Analisis Potensi Ekonomi Maritim

Ribka menjelaskan bahwa sektor maritim berkontribusi hingga lebih dari 15 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sehingga daerah-daerah kepulauan seperti Maluku memiliki peluang besar untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa dengan pengelolaan yang lebih baik, sektor ini bisa menjadi pendorong utama pembangunan daerah, terutama dalam aspek perekonomian dan pemerataan kesejahteraan. Pemda Maluku, menurutnya, harus memperkuat infrastruktur dan kebijakan yang mendukung pengembangan sektor ini.

Key Discussion ini juga menjadi ajang untuk mengevaluasi prestasi daerah dalam pengelolaan maritim. Ribka menyebutkan bahwa beberapa kabupaten/kota, seperti Maluku Barat Daya, telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi mencapai 12,41 persen pada triwulan IV 2025, sementara Kota Ambon tumbuh 5,71 persen, di atas rata-rata nasional. Angka-angka ini menjadi bukti bahwa kebijakan maritim di Maluku telah menunjukkan hasil yang positif. Namun, Ribka masih mengingatkan agar potensi lain di sektor ini tidak terabaikan.

Kolaborasi dan Dukungan Eksternal

Key Discussion tidak hanya menyoroti peran Pemda, tetapi juga pentingnya kolaborasi dengan pihak eksternal. Dalam acara tersebut, Duta Besar Seychelles untuk Indonesia dan ASEAN Nico Barito serta jajaran Forkopimda Provinsi Maluku turut memberikan masukan. Ribka mengapresiasi partisipasi mereka dan berharap sinergi ini bisa memperkuat upaya pengembangan maritim. “Kolaborasi antara Pemda, swasta, dan lembaga eksternal adalah kunci untuk mencapai target pembangunan nasional,” ujarnya.

Key Discussion ini juga menjadi platform untuk menyusun rencana aksi bersama. Ribka menekankan bahwa kebijakan maritim perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lokal. Ia menyebutkan bahwa daerah-daerah dengan akses ke laut, seperti Maluku, harus memanfaatkan keunggulan geografisnya untuk menarik investasi dan memperluas pasar ekspor. Dengan strategi yang tepat, sektor maritim bisa menjadi andalan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam menunjang Key Discussion ini, Pemda Maluku juga perlu memastikan bahwa pembangunan maritim tidak hanya mengutamakan ekonomi, tetapi juga lingkungan hidup. Ribka mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya laut harus berkelanjutan agar tidak mengganggu ekosistem yang menjadi bagian dari keunikan Maluku. Pemda, menurutnya, wajib melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kegiatan ekonomi maritim untuk memastikan dampak positif yang berkelanjutan.

Langkah Konkret untuk Meningkatkan Potensi

Key Discussion memberikan arahan bahwa Pemda Maluku perlu melakukan beberapa langkah konkret dalam memaksimalkan potensi maritim. Pertama, memperluas akses pendidikan dan pelatihan untuk masyarakat terkait sektor ini, seperti pelatihan teknologi perikanan modern dan manajemen sumber daya laut. Kedua, meningkatkan infrastruktur pangan dan logistik yang mendukung sektor maritim. Ribka menyebutkan bahwa pembangunan ini akan mempercepat proses perekonomian daerah.

Key Discussion juga menyoroti pentingnya pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang terintegrasi dengan sektor maritim. Ia berharap KEK bisa menjadi magnet investasi dan penggerak ekonomi lokal. “Dengan KEK yang terencana, Maluku bisa menjadi pusat perekonomian maritim di Indonesia,” kata Ribka. Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat perlu memberikan dukungan yang lebih besar dalam bentuk kebijakan dan sumber daya untuk mempercepat realisasi ini.

Dalam Key Discussion, Ribka juga menyebutkan bahwa keterlibatan dunia usaha sangat penting. Ia mengajak para pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor maritim, baik melalui investasi maupun kerja sama dalam inovasi teknologi. “Kolaborasi dengan sektor swasta adalah jalan terbaik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Leave a Comment