Beraksi Puluhan Kali, Maling Motor di Jakarta Diringkus
Beraksi Puluhan Kali – Dalam kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di berbagai titik Jakarta, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku yang telah melakukan aksi beraksi puluhan kali dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejahatan ini tidak hanya terjadi di satu wilayah saja, tetapi menyebar ke berbagai daerah, membuat sejumlah masyarakat kewalahan. Penangkapan ini merupakan hasil dari upaya penyelidikan yang intensif, di mana petugas kepolisian menggali informasi dari korban dan menelusuri jejak pelaku.
“Setelah mendapatkan laporan dari warga, kami melakukan penyelidikan terhadap pola beraksi puluhan kali yang dilakukan pelaku. Dari sana, kami berhasil mengidentifikasi titik-titik rawan dan menangkap tersangka di wilayah Tambora, Jakarta Barat,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara, Kamis (4/6/2026).
Pelaku Akui Terlibat Pencurian Sepeda Motor
Menurut AKP Sudrajat, pelaku telah mengakui perbuatannya di hadapan penyidik. Dalam pemeriksaannya, ia menjelaskan bahwa aksi beraksi puluhan kali dilakukan secara terencana, dengan sasaran motor yang ditinggalkan di tempat terbuka dan tidak terawasi. Polisi menyebutkan bahwa terduga pelaku menargetkan motor yang tidak dilengkapi kunci tambahan, sehingga lebih mudah dibawa kabur.
“Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa beraksi puluhan kali merupakan bagian dari rencana untuk menghindari penangkapan. Ia menyebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan di waktu-waktu yang tidak diprediksi warga, seperti di malam hari atau saat penghuni rumah sedang pergi,” tambah Sudrajat.
Penangkapan Setelah Laporan Terima
Penangkapan terhadap pelaku dilakukan pada Senin (26/5) setelah penyidik menerima laporan dari korban. Di wilayah Tambora, Jakarta Barat, catatan menunjukkan bahwa aksi serupa terjadi secara berulang minimal enam kali dalam sebulan terakhir. Polisi menilai bahwa kejadian tersebut adalah bagian dari modus operandi yang lebih luas, yang melibatkan beberapa orang dalam rantai pencurian dan penjualan.
“Khusus di Tambora, sasaran utama adalah motor yang diparkir di gang-gang perumahan atau tempat sepi. Pelaku menggunakan cara ini untuk meminimalkan risiko terkena pengawasan,” jelas Sudrajat.
Taktik Mencuri Motor
Dalam beraksi puluhan kali, pelaku menggunakan taktik yang sangat terstruktur. Mereka terlebih dahulu mengamati target selama beberapa hari sebelum melakukan aksi. Setelah itu, motor yang dicuri dibawa ke tempat tersembunyi di luar kota untuk disimpan sebelum dijual. Polisi menyebutkan bahwa pelaku juga menggunakan peralatan sederhana seperti kunci T atau alat pemotong rantai untuk membuka kunci motor.
“Dari pemeriksaan, kami menemukan bahwa beraksi puluhan kali dilakukan dengan kerja sama tim. Mereka membagi tugas, ada yang bertugas mengintai, ada yang bertugas mengambil motor, dan ada yang bertugas menunggu hasil di lokasi tersembunyi,” terang Sudrajat.
Penjualan Motor Curian
Setelah berhasil mengambil motor, pelaku menjualnya ke daerah-daerah seperti Kabupaten Pandeglang, Banten, atau ke luar Jakarta. Jumlah motor yang terjual terus bertambah, dengan harga bervariasi tergantung kondisi motor dan kebutuhan pembeli. Polisi mengatakan bahwa selama penyelidikan, enam unit motor curian telah diamankan, dan masih terus mengejar jejak pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam transaksi penjualan.
“Kami masih terus mengembangkan kasus ini untuk memastikan beraksi puluhan kali tidak berhenti sampai di sini. Selain itu, kami juga sedang menyelidiki apakah ada keterlibatan dari pihak lain yang mendukung kegiatan ini,” tambah Sudrajat.
Peran Nomor Polisi dalam Modus
Salah satu cara pelaku mengelabui sistem keamanan adalah dengan mengganti atau memalsukan nomor plat kendaraan yang dicurinya. Dengan teknik ini, motor curian dapat dijual dengan harga lebih tinggi karena terlihat seperti kendaraan bermotor yang sah. Polisi menyebutkan bahwa dalam penyelidikan, mereka menemukan bukti-bukti bahwa pelaku pernah beraksi puluhan kali di berbagai titik, termasuk kawasan kota yang sebelumnya jarang terjadi pencurian.
“Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan bahwa pelaku beraksi puluhan kali untuk memperbesar kemungkinan tidak tertangkap. Ia juga menggunakan teknik menipu korban dengan mengganti nomor polisi dan mengaku sebagai pihak yang sah,” kata Sudrajat.
Kerugian dan Dampak pada Masyarakat
Kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan beraksi puluhan kali telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat Jakarta. Berdasarkan data yang diperoleh, puluhan motor sudah tercatat hilang dalam waktu singkat. Korban umumnya adalah warga yang tidak memperhatikan pengamanan kendaraan mereka, terutama saat sedang melakukan kegiatan sehari-hari.
“Kami mendapatkan laporan bahwa beraksi puluhan kali ini membuat masyarakat semakin waspada. Namun, kejadian seperti ini menunjukkan bahwa polisi perlu meningkatkan strategi pencegahan dan penindasan kejahatan,” tambah Sudrajat.
