Berita

Meeting Results: Kunker ke Eropa, Airlangga Dorong Keanggotaan RI di OECD dan I-EU CEPA

dan I-EU CEPA Meeting Results - Dalam kunjungan resmi ke Eropa, Airlangga Harahap, sebagai Ketua Tim Nasional Aksesi OECD, menjadi fokus utama dalam Meeting

Desk Berita
Published Juni 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Meeting Results: Airlangga Dorong Keanggotaan RI di OECD dan I-EU CEPA

Meeting Results – Dalam kunjungan resmi ke Eropa, Airlangga Harahap, sebagai Ketua Tim Nasional Aksesi OECD, menjadi fokus utama dalam Meeting Results yang digelar di Paris dan Brussels. Tujuan utamanya adalah mempercepat proses aksesi Indonesia ke Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) serta menegaskan komitmen dalam pengesahan Perjanjian Ekonomi Komprehensif Indonesia-Eropa (I-EU CEPA). Meeting Results ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan Indonesia ke panggung internasional.

Proses Aksesi OECD: Peta Jalan dan Dokumen Awal

Meeting Results di Paris mengawali rangkaian aktivitas diplomatik Airlangga, yang telah berlangsung selama dua tahun. Pada 2024, Indonesia menerima Peta Jalan Aksesi OECD, sementara pada 2025 menyampaikan Dokumen Initial Memorandum (IM). Kedua langkah ini menjadi dasar untuk evaluasi teknis yang diawasi oleh OECD dan anggota organisasi. Melalui meeting results, pihak Indonesia memperlihatkan kesiapan menghadapi standar global dalam kebijakan ekonomi, tata kelola, dan sosial.

“Kita harus memanfaatkan momentum ini agar semakin banyak negara mendukung dan mempercepat keanggotaan Indonesia,” ujar Airlangga dalam pernyataannya, Selasa (2/6/2026).

Perjalanan ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia untuk menjadi anggota OECD, yang akan meningkatkan kredibilitas negara di kancah ekonomi global.

Stakeholder dalam Proses Aksesi: Keterlibatan Lebih dari 60 Pihak

Meeting Results tidak hanya melibatkan pemerintah Indonesia, tetapi juga melibatkan lebih dari 60 pemangku kepentingan, termasuk instansi pemerintah, lembaga swadiri, asosiasi bisnis, serikat pekerja, akademisi, dan organisasi masyarakat. Airlangga mengkoordinasikan upaya kolaboratif untuk memastikan semua pihak menyelaraskan tujuan, terutama dalam mempercepat proses aksesi OECD.

“Kolaborasi antar-sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menghasilkan Meeting Results yang memuaskan OECD,” tambah Airlangga, menekankan pentingnya sinergi dalam memperbaiki kebijakan nasional.

Proses ini juga melibatkan evaluasi oleh OECD mengenai 25 komite kebijakan, seperti investasi, perdagangan, kompetisi, kebijakan fiskal, pemerintahan, dan anti-korupsi. Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang mencapai tahap ini, menunjukkan keunggulan dalam reformasi struktural.

Kunjungan ke Brussels: Langkah Strategis dalam I-EU CEPA

Setelah Meeting Results di Paris, Airlangga melanjutkan kunjungan ke Brussels, Belgia, pada 5 Juni 2026. Di sana, ia menjadi pembicara utama dalam Brussels Economic Security Forum (BESF) 2026 dan bertemu dengan Komisoner EU. Forum ini menjadi platform untuk membahas ratifikasi Perjanjian Ekonomi Komprehensif Indonesia-Eropa (I-EU CEPA), yang telah disepakati Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025.

“I-EU CEPA akan memperkuat perdagangan dan investasi antara RI dengan Uni Eropa, yang menjadi bagian dari Meeting Results strategis pemerintah,” jelas Airlangga dalam pertemuan tersebut.

Meeting Results di Brussels juga menekankan kebutuhan percepatan ratifikasi, agar Indonesia dapat menikmati manfaat ekonomi dari perjanjian yang dikenal sebagai perjanjian komprehensif terbesar sepanjang masa.

Signifikansi OECD dan I-EU CEPA dalam Perekonomian Nasional

Keanggotaan di OECD dan penandatanganan I-EU CEPA memiliki dampak besar terhadap perekonomian Indonesia. OECD dikenal sebagai forum yang menstandarkan kebijakan ekonomi, sementara I-EU CEPA memberikan akses pasar yang lebih luas bagi produk RI di Eropa. Meeting Results ini menjadi titik balik dalam meningkatkan daya saing Indonesia melalui standarisasi dan kemitraan ekonomi global.

Indonesia, sebagai negara berkembang, membutuhkan support dari OECD untuk mengembangkan kebijakan fiskal, lingkungan, dan digital. Sementara I-EU CEPA akan memperkuat kerja sama dalam sektor energi, pertanian, dan teknologi. Meeting Results yang dihasilkan dari kunjungan ini menjadi bahan evaluasi untuk langkah-langkah konkret di masa depan.

Peran Airlangga dalam Menggerakkan Pertemuan Internasional

Kehadiran Airlangga dalam PTM OECD 2026 dan BESF 2026 memperlihatkan peran aktifnya dalam menegakkan kebijakan ekonomi nasional. Ia juga menyoroti visi hilirisasi sebagai bagian dari Meeting Results, yang bertujuan meningkatkan nilai tambah industri, menyerap tenaga kerja berkualitas, dan memperkuat struktur perekonomian. Meeting Results ini juga menjadi ajang diskusi mengenai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Sebagai penutup, Airlangga menegaskan bahwa Meeting Results yang dihasilkan dari kunjungan ke Eropa akan menjadi acuan untuk kebijakan internasional RI. Dengan dukungan OECD dan I-EU CEPA, Indonesia semakin siap menghadapi tantangan global dan mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif.

Leave a Comment