Dw

New Policy: Hujan Rudal-Drone, Rusia Lancarkan Serangan Akbar ke Ukraina

Hujan Rudal-Drone, Rusia Lancarkan Serangan Akbar dengan New Policy New Policy - Dalam konteks New Policy yang diumumkan oleh pemerintah Rusia, serangan udara

Desk Dw
Published Juni 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Hujan Rudal-Drone, Rusia Lancarkan Serangan Akbar dengan New Policy
  2. Konteks Serangan: New Policy sebagai Alasan Utama
  3. Korban Serangan di Wilayah Timur Ukraina
  4. Respons Masyarakat dan Infrastruktur yang Terganggu
  5. Peringatan Zelenskyy: Nyatakan Kemungkinan New Policy

Hujan Rudal-Drone, Rusia Lancarkan Serangan Akbar dengan New Policy

New Policy – Dalam konteks New Policy yang diumumkan oleh pemerintah Rusia, serangan udara masif terhadap Ukraina terjadi setelah intelijen memberikan peringatan tentang rencana operasi besar beberapa hari sebelumnya. Pada Senin (01/06) pukul 18.00 waktu setempat (22.00 WIB), Moskow meluncurkan 73 rudal dan 656 drone sebagai bagian dari strategi serangan yang diatur dalam New Policy. Angkatan Udara Ukraina berhasil menetralkan sebanyak 40 rudal serta 602 drone dalam upaya pertahanan mereka, meski kerugian tetap signifikan.

Konteks Serangan: New Policy sebagai Alasan Utama

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa New Policy ini merupakan respons terhadap “tindakan teroris” yang dilakukan oleh pemerintah Kyiv. Mereka menegaskan bahwa serangan udara yang diluncurkan melibatkan senjata presisi tinggi dari berbagai platform, dengan target utama berupa fasilitas militer Ukraina. Perangkat seperti drone dan rudal digunakan untuk menargetkan infrastruktur strategis, termasuk bandara dan pusat komando.

“New Policy ini dirancang sebagai tindakan balasan terhadap ancaman teror yang terus mengintai wilayah Rusia. Serangan akbar yang dilakukan semalam menunjukkan komitmen kuat kita untuk melindungi keamanan nasional,” ujar pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.

Korban Serangan di Wilayah Timur Ukraina

Dnipro menjadi salah satu area yang paling terkena dampak serangan udara dalam New Policy. Informasi dari petugas darurat menyebutkan bahwa setidaknya tujuh warga tewas dan 36 lainnya terluka. Korban yang terluka sedang diperawat di rumah sakit, dengan kondisi stabil. Foto kerusakan bangunan dan kendaraan terbakar disebarkan untuk memperlihatkan skala kerugian.

Kerusakan di Kyiv: Efek Serangan Rudal

Dalam serangan di Kyiv, setidaknya empat korban meninggal dan 63 orang terluka, termasuk tiga anak. Kota tersebut melaporkan kerusakan pada gedung apartemen berlantai 24 yang diduga hancur akibat rudal. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan bahwa sejumlah orang kemungkinan masih tertimbun puing-puing, sementara bagian lain terbakar karena serpihan peluru.

“Serangan rudal yang terjadi semalam memperlihatkan kemampuan penyerang Rusia dalam menghancurkan infrastruktur vital Kyiv. New Policy ini bertujuan untuk menekan pasukan pengamanan dan mengurangi kemampuan operasional Ukraina,” jelas Klitschko.

Respons Masyarakat dan Infrastruktur yang Terganggu

Sejumlah warga berlarian ke kereta bawah tanah Kyiv sebagai tempat perlindungan setelah serangan rudal dalam New Policy. Ribuan orang terlihat berlindung di bawah rel kereta, sementara beberapa membawa hewan peliharaan dan barang bawaan. Selain itu, gangguan listrik dan pasokan air menjadi tantangan tambahan bagi masyarakat yang mengalami keterpurukan.

Kerusakan di Kharkiv: Impact New Policy

Kharkiv juga menjadi korban serangan dalam New Policy, dengan 14 warga terluka dan sejumlah rumah serta mobil rusak. Bangunan hunian dua lantai dan sebagian apartemen berlantai empat hancur, meninggalkan orang-orang terjebak di bawah reruntuhan. Kejadian ini menegaskan bahwa New Policy tidak hanya fokus pada target militer, tetapi juga menyasar wilayah sipil untuk menciptakan tekanan psikologis.

Peringatan Zelenskyy: Nyatakan Kemungkinan New Policy

Beberapa jam sebelum serangan dimulai, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberikan peringatan bahwa serangan masif Rusia terjadi berdasarkan New Policy. Dalam pidato video malam hari Senin (01/06), ia menyatakan, “Intelijen menunjukkan bahwa serangan besar berdasarkan New Policy sedang dipersiapkan. Pemerintah Kyiv telah mengantisipasi rencana ini dan sedang berusaha memperkuat pertahanan.”

Rusia dan Ukraina: Strategi Serangan yang Berbeda

Sebelumnya, Rusia memperingatkan rencana “serangan sistematis” terhadap fasilitas militer Ukraina sebagai bagian dari New Policy. Tindakan ini dipicu oleh serangan drone di sebuah asrama militer di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia, mengakibatkan kematian 21 orang. Ukraina membantah bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, menegaskan bahwa New Policy menjadi alasan utama serangan akbar yang terjadi.

Konflik antara Rusia dan Ukraina memasuki tahun keempat, dengan Moskow terus menargetkan pasokan energi negara tersebut. Sementara Kyiv fokus pada penghancuran fasilitas minyak Rusia. Berbagai upaya mediasi untuk mengakhiri perang belum berhasil, terutama karena perhatian global teralihkan ke konflik AS-Israel melawan Iran. New Policy dianggap sebagai salah satu strategi pemerintah Rusia untuk mempercepat kemenangan dalam perang yang semakin sengit.

Leave a Comment