Berita

Latest Program: Membaca ‘Kode’ di Balik Rencana Safari Politik Jokowi

Membaca 'Kode' di Balik Rencana Safari Politik Jokowi Latest Program - Joko Widodo akan melakukan kunjungan nasional di awal bulan Juni 2026.

Desk Berita
Published Juni 2, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Membaca ‘Kode’ di Balik Rencana Safari Politik Jokowi

Latest Program – Joko Widodo akan melakukan kunjungan nasional di awal bulan Juni 2026. Berdasarkan laporan dari detikJateng, salah satu motivasi di balik perjalanan ini adalah untuk merespons undangan dari berbagai daerah. “Ya ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat. Saya sudah sehat dan akan menghadiri undangan-undangan tersebut,” kata Jokowi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, seperti yang dilansir detikJateng, Senin (25/5).

PSI Terlibat dalam Safari Politik

Kunjungan politis ini akan digarap oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut detikNews, PSI menjadi pendamping Jokowi selama perjalanan keliling negeri. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyatakan dukungan ini juga bertujuan memperkuat keterlibatan Jokowi dalam partai tersebut. “Selain program pemenangan bersama PSI, juga berkaitan dengan Pak Jokowi sudah tidak lagi di PDIP, tapi sudah di PSI gitu lho,” ujar Bestari, dikutip dari detikNews, Jumat (29/5).

“Paling dia keliling Indonesia cuma bagi-bagi sembako dan amplop saja. Buat konten di medsos dia saja itu,”

kata Guntur Romli, juru bicara PDIP, yang menyoroti keterlibatan Jokowi dalam kegiatan tersebut. PDIP menjadi salah satu pihak yang memberikan tanggapan mengenai rencana safari Nusantara. Guntur menyebut aktivitas ini hanya berupa distribusi sembako semata, tanpa makna politik yang lebih dalam.

Keterlibatan Jokowi dan Popularitas PSI

Ada spekulasi bahwa safari ini bertujuan meningkatkan eksposisi PSI sebagai persiapan untuk pemilu 2029. Guntur pun tidak terlalu memperhatikan hal tersebut. Menurutnya, Jokowi yang kini tak lagi menjadi anggota PDIP, tidak memiliki pengaruh besar. Ia menyatakan dukungan Jokowi terhadap PSI tidak berdampak signifikan, bahkan ketika Jokowi masih menjabat presiden.

Temuan Baru di Banyumas

Saat menuju Jawa Tengah, detikSore akan kembali mengungkap kasus penipuan yang terjadi di Banyumas. Dikutip detikJateng, modus penipuan berkedok investasi ini menargetkan pensiunan. Hingga saat ini, setidaknya ada 13 korban yang melaporkan kerugian mencapai Rp 1,8 miliar. Pelaku, seorang mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto, menggunakan skema pinjaman dengan penarikan cepat.

Banyak korban mengaku tidak memahami sistem penipuan tersebut, tetapi tetap tergoda oleh kemudahan yang ditawarkan. Bagaimana perkembangan terbaru kasus ini? Simak laporan langsung jurnalis detikJateng untuk informasi lebih lengkap.

Profesionalisme Penulis Buku

DetikSore juga akan menghadirkan penulis buku *Moving Forward Not Moving On*, Trisa Triandesa. Latar belakang akademiknya meliputi pendidikan Cognitive Neuroscience and Neuropsychology dari Birkbeck, University of London, serta gelar psikologi dari Universitas Kristen Maranatha Bandung. Dengan latar belakang ini, ia menulis buku yang menggabungkan ilmu neurosains dengan studi tentang kesehatan mental.

Dalam risetnya, Trisa menemukan beberapa fakta ilmiah menarik. Ikuti diskusinya dalam *Sunsetalk* untuk mengetahui penjelasan lebih detail.

Ikuti terus analisis mendalam mengenai berita terkini detikcom, yang disiarkan secara langsung (live streaming) setiap Senin-Jumat pukul 15.30-18.00 WIB di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

“Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!” (vys/vys)

Leave a Comment