Berita

Today’s News: Akhir Aksi Bang Jago Pemalak Pelat B di Dago

ang Jago Pemalak Pelat B di Dago Atas Today s News - Today's News - Aksi pemalakan yang terjadi di Dago Atas, Kota Bandung, Jawa Barat, akhirnya berakhir

Desk Berita
Published Juni 1, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Today’s News: Akhir Aksi Bang Jago Pemalak Pelat B di Dago Atas

Today s News – Today’s News – Aksi pemalakan yang terjadi di Dago Atas, Kota Bandung, Jawa Barat, akhirnya berakhir setelah pelaku ditangkap oleh pihak kepolisian. Insiden ini memperlihatkan seorang pria yang mengaku bernama Demon melakukan tindakan premanisme terhadap pengemudi mobil dengan plat nomor B. Video peristiwa ini menyebar cepat di media sosial, memicu perdebatan mengenai etika dan sikap masyarakat dalam situasi euforia olahraga.

Studi Kasus Setelah Kemenangan Persib Bandung

Aksi pemalakan tersebut terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026, dalam suasana perayaan kemenangan Persib Bandung di kompetisi Super League 2025/2026. Masyarakat yang antusias menyaksikan momen kebahagiaan tim kesayangan mereka secara alami mengalami perubahan suasana ketika tindakan premanisme oleh Demon memicu kecaman. Today’s News menyebut bahwa kejadian ini terjadi tepat setelah gelombang euforia juara berlangsung, menggambarkan bagaimana emosi yang tinggi dapat memengaruhi perilaku individu.

Menurut sumber di lapangan, Demon dan seorang rekan mengenakan pakaian yang tidak lengkap, hanya membawa syal sebagai perlengkapan. Mereka menghampiri kendaraan yang melintas di jalan raya dan meminta uang dengan alasan keamanan perjalanan. Korban, seorang pengemudi mobil, terkejut dengan tuntutan tersebut namun memenuhi permintaan untuk menghindari konflik.

Detil Pelaku dan Pemalakan

Dalam investigasi awal, polisi mengungkap bahwa Demon terlihat dalam kondisi yang agak terpengaruh alkohol saat aksi berlangsung. Tindakan pemalakan ini terjadi di lokasi yang sama seperti kejadian euforia sebelumnya, menggambarkan pola yang konsisten dalam kegiatan yang berlangsung di tengah antusiasme masyarakat. Today’s News melaporkan bahwa pelaku tidak menetapkan nominal uang secara spesifik, sehingga muncul pertanyaan mengenai motif yang sebenarnya.

Catatan kepolisian menyebutkan bahwa Demon menggunakan ancaman merusak kendaraan sebagai alat tekan. Di dalam video, terdengar ucapan seperti,

“Tambahin… tambahin… tambahin… mau hancur di depan, udah koordinasi sama Demon.”

Pelaku juga meminta korban menambahkan jumlah uang sesuai kemampuan, dengan alasan bahwa “terserah berapa aja mau Rp 50 ribu mau berapa terserah. Ya terserah aja,” sesuai kata-kata yang diungkapkan dalam wawancara penyidik.

Respons Kapolsek dan Masyarakat

Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, mengungkap bahwa pelaku diduga berada dalam pengaruh minuman keras saat aksi terjadi. Ia menjelaskan, kejadian tersebut terjadi di tengah suasana perayaan juara Persib Bandung, yang membuat sebagian masyarakat kehilangan kendali emosinya. “Motifnya, jadi pada saat euforia tersebut mereka melakukan minum-minum bersama. Sehingga pada saat itu mungkin kekurangan uang atau bagaimana, mereka meminta uang untuk beli minuman lagi,” jelas Kapolsek dalam wawancara Today’s News.

Setelah video pemalakan viral, pihak kepolisian langsung mengambil tindakan cepat. Pelaku diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penyelidikan terkait alasan melakukan tindakan tersebut. Today’s News melaporkan bahwa Demon ditemani oleh petugas saat diperiksa, dan dalam rekaman terlihat ia tertunduk sambil menjelaskan kejadian yang terjadi.

Konteks Euforia dan Kepribadian Oknum Suporter

Aksi pemalakan ini menjadi contoh bagaimana euforia olahraga bisa memicu perubahan sikap individu. Demon, sebagai oknum suporter, memanfaatkan suasana gembira yang tercipta di Dago Atas untuk melakukan tindakan premanisme. Today’s News menyoroti bahwa kasus ini menunjukkan kelemahan dalam pengelolaan emosi masyarakat, terutama pada saat menghadapi situasi yang memicu antusiasme ekstrem.

Dalam laporan Today’s News, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini tidak hanya menjadi contoh tindakan premanisme, tetapi juga menggambarkan bagaimana kejadian di luar alur dapat terjadi. Penangkapan Demon dianggap sebagai upaya untuk memperbaiki situasi dan menegaskan bahwa euforia olahraga tidak selalu mengarah pada kebaikan, tetapi juga bisa memicu kesalahan.

Pengaruh Sosial dan Pelajaran dari Kasus Ini

Insiden di Dago Atas menimbulkan dampak luas terhadap masyarakat Bandung. Today’s News mencatat bahwa kasus ini menimbulkan perdebatan antara suporter yang mempertahankan kejadian sebagai bagian dari suasana, dan warga yang menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi. Peristiwa ini menjadi bahan perbandingan dengan kasus-kasus serupa yang terjadi di kota-kota lain, menunjukkan bahwa kemenangan olahraga bisa mengubah perilaku masyarakat.

Dalam wawancara Today’s News, Kapolsek Coblong menegaskan bahwa penegakan hukum tetap dilakukan meski aksi terjadi di tengah suasana euforia. “Kita harus memastikan bahwa semua kejadian tetap di bawah kontrol hukum, meski dilakukan di tengah kegembiraan,” ujarnya. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam mengungkapkan emosi, terutama saat berada dalam situasi yang memicu antusiasme tinggi.

Leave a Comment