Berita

Bom Sisa Perang Dunia di Biak Numfor Meledak di Bawah Rumah Panggung Warga

Bom Sisa Perang Dunia di Biak Numfor Meledak di Bawah Rumah Panggung Warga Bom Sisa Perang Dunia di Biak - Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, menjadi

Desk Berita
Published Mei 31, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Bom Sisa Perang Dunia di Biak Numfor Meledak di Bawah Rumah Panggung Warga

Bom Sisa Perang Dunia di Biak – Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, menjadi tempat kejadian insiden mengerikan akibat meledaknya bom sisa Perang Dunia di Biak yang ditemukan di bawah bangunan rumah panggung warga. Ledakan tersebut terjadi pada hari Minggu, 31 Mei 2026, dan mengakibatkan kehilangan nyawa lima orang. Dua hari setelah insiden, tim pencari masih terus berusaha menemukan tiga korban yang belum ditemukan, dengan hasil evakuasi yang terus dikabarkan.

Sejarah dan Penemuan Bom di Biak Numfor

Bom sisa Perang Dunia di Biak bukanlah hal baru bagi daerah ini. Sebagai salah satu wilayah strategis di Pasifik yang terlibat dalam Perang Dunia II, Biak Numfor menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Jepang dan Sekutu. Meski perang telah berlalu, sisa-sia senjata pun masih tersimpan di tanah yang sempat dipakai sebagai pangkalan militer. Saat ini, bom tersebut ditemukan oleh warga saat sedang melakukan kegiatan sehari-hari, namun belum diketahui secara pasti kapan tepatnya bom tersebut dibiarkan di lokasi.

“Dari laporan di lapangan, ledakan terjadi di area bawah satu unit rumah panggung di kompleks tersebut,” ujar Kombes Cahyo Sukarnito, Kabid Humas Polda Papua, dilansir detikSulsel, Minggu (31/5/2026).

Kombes Cahyo menyampaikan bahwa kekuatan ledakan yang sangat besar menyebabkan kepanikan di sekitar lokasi. Petugas keamanan segera melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Saksi mata di lokasi mengatakan bahwa ledakan terjadi secara mendadak, dengan suara keras yang terdengar jauh, sehingga menarik perhatian warga sekitar yang segera bergerak untuk menyelamatkan korban.

Upaya Pencarian dan Evakuasi Korban

Tim gabungan dari berbagai instansi, termasuk Polda Papua dan TNI, terus melakukan pencarian korban yang masih hilang. Kombes Cahyo menjelaskan bahwa area yang terkena ledakan terdiri dari beberapa bangunan rumah panggung, dan enam di antaranya mengalami kerusakan signifikan. Dalam upaya penyelamatan, petugas medis juga terlibat dalam menangani luka-luka dan mengambil jenazah korban.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Saat ini, prioritas utama kami adalah evakuasi korban, penanganan situasi, dan pengamanan lokasi,” tutur Cahyo.

Lima jenazah yang berhasil ditemukan telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak dan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Biak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, warga setempat mengecam kejadian ini, menyoroti kembali kehati-hatian yang diperlukan terhadap bom sisa Perang Dunia di Biak, terutama di daerah yang memiliki sejarah militer kaya.

Kondisi Pasca-Incident dan Langkah Pemerintah

Dalam evaluasi awal, pihak setempat mengatakan bahwa ledakan tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik tetapi juga trauma psikologis bagi masyarakat. Masyarakat Biak Numfor terus memberikan dukungan moril kepada korban serta keluarga yang kehilangan anggota. Dalam upaya pencegahan serupa, pemerintah daerah sedang melakukan pemeriksaan terhadap area sekitar untuk memastikan tidak ada bom sisa Perang Dunia di Biak lainnya yang berpotensi menimbulkan bahaya.

“Saksi di lokasi mengatakan bahwa ledakan terjadi mendadak dan menghasilkan suara keras, menarik perhatian warga sekitar yang segera berusaha menolong korban,” tambahnya.

Peristiwa ini menegaskan kembali pentingnya survei rutin terhadap senjata peninggalan Perang Dunia II di wilayah yang pernah menjadi pangkalan militer. Pemerintah setempat juga berencana mengadakan sosialisasi kesadaran akan bahaya bom sisa Perang Dunia di Biak kepada masyarakat, terutama para penduduk yang tinggal di dekat area peninggalan perang. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Leave a Comment