Berita

Key Discussion: Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak Kepala Daerah NTT Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Key Discussion - Dalam forum diskusi yang digelar sebagai bagian dari agenda pembangunan

Desk Berita
Published Mei 31, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Gus Ipul Ajak Kepala Daerah NTT Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Key Discussion – Dalam forum diskusi yang digelar sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak para gubernur, bupati, dan wali kota Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera memprioritaskan pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Acara ini menjadi ajang penting untuk menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat pedesaan.

Dialog di Aula El Tari Kupang

Key Discussion terjadi saat Gus Ipul menghadiri pertemuan di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Kupang, pada hari Minggu (31 Mei 2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa setiap kabupaten atau kota di provinsi ini perlu memiliki satu unit Sekolah Rakyat tetap. Namun, hingga saat ini, jumlah titik Sekolah Rakyat permanen masih terbatas.

“Membangun sekolah rakyat permanen adalah langkah strategis untuk memperkuat pendidikan dasar di daerah terpencil. Para bupati dan wali kota perlu menyadari bahwa target satu kabupaten/kota satu titik Sekolah Rakyat bisa tercapai, meski perlu adaptasi terhadap kondisi objektif setempat,” ujarnya.

Gus Ipul juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan visi presiden. Ia berharap para kepala daerah dapat mengajukan usulan lahan secara aktif, karena hal ini menjadi kunci dalam merealisasikan program pendidikan inklusif.

Keberhasilan Program Sekolah Rakyat di Kupang

Dalam rangkaian Key Discussion, Gus Ipul menyaksikan secara langsung penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang. Para pelajar menampilkan kemampuan dalam pidato bahasa Inggris, drama, paduan suara, puisi, dan tarian yang menggambarkan keunikan budaya daerah. Penampilan tersebut mencerminkan dampak positif program Sekolah Rakyat dalam meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri anak-anak.

“Anak-anak tadi menjadi bukti bahwa program sekolah rakyat berhasil mengubah realitas pendidikan. Ini adalah hadiah dari bapak presiden untuk masyarakat yang selama ini belum merasakan manfaat pembangunan,” tambah Gus Ipul.

Program Sekolah Rakyat telah terbukti mampu mempercepat proses pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya pendidikan yang bermutu, anak-anak di daerah terpencil dapat meraih peluang tumbuh kembang yang lebih baik. Gus Ipul menekankan bahwa inisiatif ini tidak hanya berdampak pada anak, tetapi juga pada seluruh komunitas.

Pembangunan Nasional dan Lokal Sekolah Rakyat

Dalam Key Discussion, Gus Ipul menjelaskan bahwa secara nasional, Kementerian Pekerjaan Umum tengah membangun 93 titik Sekolah Rakyat permanen. Sementara 7 titik lainnya masih dalam proses lelang. Ia mengajak para kepala daerah untuk melibatkan diri dalam mempercepat realisasi infrastruktur pendidikan ini.

Pemprov NTT juga berkomitmen mendukung program sekolah rakyat. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa daerah ini mampu memenuhi target pembangunan. “Kepala daerah se-NTT harus bersinergi dengan Kementerian Sosial untuk memastikan akses pendidikan yang merata,” ujarnya.

“Key Discussion ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Dengan satu kabupaten/kota satu titik Sekolah Rakyat, kita bisa menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Melkiades.

Sekolah Rakyat diharapkan menjadi penyangga pendidikan bagi anak-anak yang tidak memiliki akses ke sekolah umum. Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya tergantung pada pendanaan, tetapi juga pada kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan masyarakat lokal.

“Pembangunan Sekolah Rakyat adalah bagian dari Key Discussion yang lebih luas, yaitu upaya mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Saya yakin, dengan komitmen yang kuat, target ini dapat tercapai,” tambah Gus Ipul.

Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemutakhiran data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Pemprov NTT bersedia memberikan dukungan maksimal untuk program tersebut, karena data ini menjadi dasar dalam mengarahkan bantuan sosial kepada keluarga yang membutuhkan. Dengan Key Discussion yang diadakan di Kupang, harapan untuk mengakselerasi pembangunan pendidikan di seluruh NTT semakin terbuka.

Leave a Comment