Foto News

Warga Tengger Bawa Sesaji dalam Ritual Melasti

Melasti Warga Tengger Bawa Sesaji dalam Ritual - Di daerah Tengger, Jawa Timur, masyarakat setempat mengadakan ritual Melasti sebagai bagian dari upacara

Desk Foto News
Published Mei 31, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Warga Tengger Bawa Sesaji dalam Ritual Melasti

Warga Tengger Bawa Sesaji dalam Ritual – Di daerah Tengger, Jawa Timur, masyarakat setempat mengadakan ritual Melasti sebagai bagian dari upacara penyucian diri sebelum perayaan Yadnya Kasada. Ritual ini dilakukan dengan membawa sesaji yang diberikan kepada dewa-dewi, yang dianggap sebagai bentuk penghormatan dan permohonan keberkahan. Selama prosesi, warga Tengger menyusuri lereng Gunung Bromo dengan semangat dan rasa hormat tinggi, menunjukkan kepercayaan mereka terhadap kekuatan ritual dalam memperkuat koneksi antara manusia dan alam semesta.

Arti dan Proses Ritual Melasti

Ritual Melasti memiliki makna mendalam dalam budaya Tengger, yang diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari agama Hindu. Prosesi ini biasanya diadakan beberapa hari sebelum Yadnya Kasada, sebuah acara besar yang dirayakan setiap tahun di Desa Sumberapu, Kecamatan Ranuyam, Kabupaten Probolinggo. Warga Tengger melakukan Melasti sebagai bentuk pembersihan diri dan kesucian, dengan berjalan kaki ke kaki gunung sambil membawa sesaji yang mencerminkan kehidupan sehari-hari mereka. Ini adalah cara mereka menunjukkan rasa syukur dan kerendahan hati terhadap dewa-dewi yang dianggap melindungi wilayah tersebut.

“Melasti adalah momen penting bagi kami. Dengan membawa sesaji, kami berdoa agar keberkahan bisa menyelubungi seluruh warga Tengger,” kata salah satu peserta ritual, Ibu Dian, warga Desa Sumberapu.

Ritual ini juga melibatkan upacara yang dipimpin oleh para brahmana, yang membacakan mantera khusus sebagai pengantar dan penguat doa. Sesaji yang dibawa biasanya terdiri dari bahan-bahan alam seperti buah-buahan segar, beras, daun, dan sesekali hewan kecil seperti ayam. Setiap item memiliki makna simbolis, seperti beras yang mewakili kehidupan, daun sebagai lambang kesucian, dan hewan sebagai perwujudan pengorbanan.

Konteks Budaya dan Keunikan Ritual

Budaya Tengger memiliki ciri khas yang berbeda dari budaya Hindu di daerah lain di Indonesia, terutama dalam aspek ritual dan perayaan. Melasti, sebagai bagian dari siklus upacara, tidak hanya merupakan ritual religius, tetapi juga memperkuat identitas komunitas. Prosesi ini mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan dewa-dewi, serta memperlihatkan penghormatan terhadap kekuatan kuno yang dianggap masih hidup dalam kehidupan sehari-hari. Warga Tengger membawa sesaji sebagai tanda kepedulian mereka terhadap keberlanjutan budaya dan alam.

Pelaksanaan Melasti juga dilakukan secara gotong royong, di mana seluruh warga turut serta dalam menyiapkan dan mengikuti prosesi. Ritual ini berlangsung sejak dini hari, dengan peserta berjalan kaki sejauh beberapa kilometer untuk sampai ke lokasi upacara. Keberanian dan kesabaran menjadi nilai yang dihargai tinggi dalam kegiatan ini, karena jarak tempuh yang cukup jauh dan suasana yang penuh kekhusuan. Warga Tengger menegaskan bahwa membawa sesaji adalah bagian tak terpisahkan dari upacara tersebut.

Dalam konteks keagamaan, sesaji tidak hanya berfungsi sebagai tawaran kepada dewa, tetapi juga sebagai pengingat akan kewajiban menghormati alam. Ritual ini dianggap sebagai bentuk ritual pengabdian, yang menunjukkan bahwa manusia adalah bagian dari kehidupan alam yang terus-menerus berubah. Dengan membawa sesaji, warga Tengger menegaskan komitmen mereka untuk menjaga keseimbangan antara manusia, dewa, dan alam. Makna ini semakin kuat dengan adanya kehadiran Gunung Bromo sebagai tempat upacara yang dianggap suci.

Leave a Comment