Berita

Special Plan: Rosan: Dewan Bisnis RI-Prancis Mesin Penggerak Investasi dan Perdagangan 2 Arah

Dewan Bisnis RI-Prancis: Special Plan Mendorong Investasi dan Perdagangan 2 Arah Special Plan - Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis, yang

Desk Berita
Published Mei 30, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Dewan Bisnis RI-Prancis: Special Plan Mendorong Investasi dan Perdagangan 2 Arah

Special Plan – Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis, yang diluncurkan dalam rangkaian Special Plan antarnegara, menjadi pendorong utama dalam memperkuat kemitraan ekonomi bilateral. Rosan Roeslani, Kepala Badan Koordinasi Investasi dan Hilirisasi, menyatakan bahwa forum ini tidak hanya mempercepat aliran investasi dan perdagangan, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi strategis yang berdampak jangka panjang. Special Plan ini bertujuan untuk membangun kerangka kerja sama yang lebih terstruktur, memastikan kepentingan ekonomi kedua negara saling melengkapi dan bergerak secara sinergis.

Peran Forum dalam Mendorong Kemitraan Ekonomi

Kemitraan ini diluncurkan sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pada 28 Mei 2026, yang dihadiri Presiden Emmanuel Macron. Dalam pidato resmi, Rosan menekankan bahwa dewan bisnis ini bertindak sebagai “mesin penggerak” dalam mengakselerasi pertukaran investasi dan perdagangan dua arah. “Dengan Special Plan sebagai penghubung, kita bisa memastikan kebijakan ekonomi lebih terarah dan efektif,” jelasnya.

“Peran dewan bisnis ini krusial karena menyatukan pengusaha dari kedua negara dalam satu wadah. Mereka akan menjadi pilar utama dalam menghadapi tantangan global dan memanfaatkan peluang baru,” kata Rosan dalam siaran pers yang diluncurkan oleh Biro Sekretariat Presiden, Jumat (29/5/2026).

Pelaksanaan Kemitraan dan Kinerja Berdampak Nyata

Dewan bisnis yang dibentuk menampilkan 30 pemimpin sektor strategis dari Indonesia dan Prancis. Keseluruhan nilai kapitalisasi pasar peserta mencapai USD 1,3 triliun, menunjukkan komitmen besar terhadap kemitraan ekonomi. Antoine de Saint-Affrique, CEO Danone, dan Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia, menjadi perwakilan utama dalam acara peluncuran ini.

“Kemitraan ini menjadi bukti bahwa Special Plan tidak hanya berupa dokumen, tetapi juga diimplementasikan secara nyata. Hasilnya, empat kesepakatan komersial senilai USD 3,5 miliar telah tercapai, termasuk pengembangan energi terbarukan dan peningkatan kapasitas industri pertahanan,” tambah Rosan.

Rosan juga menyoroti peluang yang terbuka melalui Special Plan ini, terutama dalam sektor ketahanan energi dan industri keuangan. “Kita berharap dewan bisnis dapat menjadi pengawas utama untuk memastikan kebijakan ekonomi dijalankan sesuai prioritas kedua negara,” tuturnya. Selain itu, forum ini akan berperan dalam menghadirkan solusi terhadap hambatan yang mungkin muncul dalam kerja sama ekonomi, seperti regulasi atau infrastruktur.

Target Peningkatan Perdagangan Hingga 2035

Dalam Special Plan, dewan bisnis menetapkan target peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. Ini melibatkan kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk ekspor pertanian, energi, dan teknologi. “Komitmen pemerintah dan dunia usaha akan menjadi penggerak utama untuk mencapai Special Plan ini,” ujar Rosan. Dengan strategi yang terencana, ia berharap hubungan ekonomi akan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.

“Kita tidak hanya fokus pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga pada kualitas kerja sama. Special Plan ini akan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih menguntungkan, baik bagi investor lokal maupun asing,” tutur Rosan.

Kemitraan RI-Prancis ini juga diharapkan mendorong pertukaran teknologi dan inovasi. Dengan dukungan pemerintah, Kadin, dan MEDEF International, dewan bisnis akan menjadi titik fokus dalam mempercepat transformasi ekonomi Indonesia. “Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi kebijakan, tetapi Special Plan memberikan kerangka yang jelas untuk mengatasi itu,” tambahnya. Implementasi MoU yang ditandatangani pada Mei 2025 sebesar lebih dari USD 11 miliar akan menjadi dasar untuk mencapai target perdagangan yang lebih tinggi.

Komitmen Kemitraan Jangka Panjang

Adanya Special Plan ini menunjukkan komitmen jangka panjang dari kedua pihak. Presiden Prancis Macron dan Presiden Prabowo Subianto telah sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral melalui kolaborasi yang terorganisir. “Kita berharap dewan bisnis ini menjadi alat untuk mengidentifikasi peluang baru, termasuk investasi di sektor digital dan energi hijau,” kata Rosan.

Keberhasilan Special Plan juga tergantung pada kerja sama yang intens antara pemerintah dan swasta. Dengan melibatkan para pemimpin bisnis dari berbagai industri, dewan akan menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pasar ke pihak pemerintah. “Dewan ini akan memastikan bahwa Special Plan tidak hanya menjadi impian, tetapi juga menjadi realita yang terukur,” pungkasnya. Dengan demikian, ekonomi Indonesia dan Prancis diharapkan saling mendukung dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah.

Leave a Comment