BPIP Undang Mantan Presiden dan Wakil Presiden dalam Upacara Harlah Pancasila
Key Issue – Konsep utama dalam perayaan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni mendatang adalah Key Issue yang menjadi fokus utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Upacara yang diadakan di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta, akan dipimpin oleh Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. BPIP mengundang seluruh mantan presiden dan wakil presiden untuk hadir dalam acara tersebut, sebagai bagian dari upaya memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi dalam merayakan ideologi nasional.
Strategi Penyusunan Undangan Berdasarkan Keterbatasan Ruang
Sekretaris Utama BPIP, Tonny Agung Arifianto, mengungkapkan bahwa jumlah undangan dibatasi karena keterbatasan kapasitas ruang di Lapangan Gedung Pancasila. “Kita menyiapkan sekitar 405 undangan untuk tamu yang hadir,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa semua mantan presiden serta wakil presiden akan diundang, meskipun tidak semua bisa hadir secara langsung.
“Ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama, kolaboratif semuanya, semua Presiden maupun Wakil Presiden pastinya kita undang semuanya. Nanti tepatnya di hari Sabtu besok kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir nanti akan kami sampaikan pada media semuanya ya,” ujar Tonny.
Program Bakti Sosial Sebagai Bagian dari Harlah Pancasila
BPIP juga menghadirkan program bakti sosial pada hari berikutnya, Minggu (31/5). Tonny menjelaskan bahwa kegiatan ini mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta pasar murah yang terbuka untuk publik. “Di situ ada satu momen terkait dengan bakti sosial, ada pemeriksaan gratis, ada donor darah, kemudian ada pasar dan segala macamnya, ada pasar murah dan segala macam,” ujarnya.
“Masyarakat ikut bisa terlibat di dalamnya sehingga diharapkan masyarakat juga betul-betul memiliki, memiliki rasa ikut memperingati Hari Lahir Pancasila,” tambah Tonny.
Penyiaran Langsung untuk Masyarakat Luas
Meskipun tidak semua masyarakat bisa hadir langsung di acara utama, BPIP memastikan upacara akan disiarkan secara langsung melalui televisi nasional dan platform media sosial. “Sehingga mohon maaf tidak serta merta hanya kemudian ikut di acara pusat nasionalnya, di puncak nasionalnya tapi juga bisa ikut di menyaksikan secara langsung di kanal-kanal media sosial termasuk juga di televisi nasional yang dilaksanakan secara langsung,” kata Tonny.
“Kami berharap masyarakat bisa merasakan kehadiran dan semangat Harlah Pancasila meskipun tidak bisa hadir secara fisik. Ini adalah bagian dari Key Issue yang ingin kita sampaikan bahwa ideologi ini harus tetap hidup di tengah kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Peran Pemuda dalam Menjaga Ideologi Pancasila
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menekankan pentingnya masyarakat, terutama generasi muda, aktif dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila. “Perayaan Harlah Pancasila 1 Juni mendatang menjadi momentum kebangkitan bersama. Kami mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para pemuda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideology yang hidup dan diterapkan sehari-hari,” katanya.
“Kita mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para pemuda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology yaitu nilai-nilai yang hidup dan dihayati masyarakat, serta sebagai working ideology yaitu nilai yang diterapkan dalam penyelenggaraan negara,” ujar Yudian.
Program Kemitraan dengan Komunitas dan Organisasi
Untuk memperkaya perayaan, BPIP berencana melibatkan berbagai komunitas dan organisasi dalam rangkaian kegiatan Harlah Pancasila. “Kemitraan dengan lembaga-lembaga masyarakat sipil dan kampus akan menjadi bagian dari Key Issue dalam menyebarkan nilai-nilai Pancasila secara lebih luas,” tambah Yudian. Ia menambahkan bahwa acara ini dirancang untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya ideologi tersebut.
Harapan Masyarakat dan Partisipasi Aktif
Yudian Wahyudi berharap masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam perayaan melalui berbagai bentuk keikutsertaan. “Kami berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya tertulis di dinding atau buku sejarah, tapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
“Masyarakat diharapkan bisa menyemarakkan Hari Lahir Pancasila dengan berbagi pesan persatuan, toleransi, gotong royong, serta semangat cinta tanah air. Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi tulisan di dinding atau teks dalam buku sejarah. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan terus hidup,” ujarnya.
