Berita

Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah – 115 KK Terdampak

115 KK Terdampak Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah - Sebuah kebakaran yang mengguncang wilayah Tambora, Jakarta Barat, telah menyebabkan kerugian

Desk Berita
Published Mei 29, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 115 KK Terdampak

Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah – Sebuah kebakaran yang mengguncang wilayah Tambora, Jakarta Barat, telah menyebabkan kerugian besar dalam bentuk 27 unit rumah yang terbakar. Kebakaran ini terjadi pada malam hari, Jumat (29/6/2026), dan segera menyebar ke area pemukiman padat penduduk di Jalan Krendang Barat. Api yang membara menghancurkan sebagian besar bangunan, termasuk rumah warga dan beberapa tempat usaha kecil. Insiden ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik, tetapi juga menyebabkan keluarga-keluarga terdampak harus mengalami perubahan kehidupan sementara.

Detail Kebakaran dan Area Terkena

Kebakaran di Tambora memang menimbulkan perhatian besar karena lokasi yang cukup padat. Area yang terbakar terdiri dari empat RT di RW 5, dengan kerusakan terbesar terjadi di RT 12 yang mengalami kerugian sebanyak 10 unit rumah. Namun, distribusi api juga mencakup RT 10, RT 11, dan RT 13. Kebakaran ini diperkirakan menghanguskan sekitar 250 jiwa, dengan 115 kepala keluarga (KK) menjadi korban langsung. Berdasarkan keterangan dari Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, api mulai berkembang dari satu rumah ke rumah lainnya dalam waktu singkat, menyebabkan kepanikan di tengah warga.

“Kebakaran terjadi di Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat, yang merupakan salah satu wilayah perumahan padat penduduk. Api melahap habis 27 unit rumah dalam waktu sekitar tiga jam,” ujar Kahfi kepada wartawan.

Kebakaran yang terjadi semalam tersebut memicu respons cepat dari tim pemadam kebakaran. Pemadaman api dimulai segera setelah laporan diterima, dengan sekitar 21 unit mobil pemadam diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api. Namun, proses pemadaman tidak mudah karena kondisi rumah yang rapat dan keterbatasan akses jalan yang sempit. Menurut Kahfi, kebakaran berpotensi menyebar lebih luas jika tidak segera ditangani, tetapi upaya pemadaman berhasil meminimalkan kerusakan.

Kerusakan dan Dampak pada Warga

Sejumlah warga yang tinggal di area terkena kebakaran mengalami kerugian material yang signifikan. Beberapa rumah hancur total, sementara lainnya hanya rusak sebagian. Kondisi tersebut membuat sekitar 115 KK harus mengungsi ke tempat-tempat lain, baik di dalam wilayah Tambora maupun ke wilayah sekitar. Banyak dari mereka mengalami kehilangan barang-barang pribadi, peralatan rumah tangga, serta aset kecil yang menjadi penghasil pendapatan.

“Kebakaran di Tambora menghancurkan sebagian besar hunian warga. Banyak kepala keluarga yang terdampak harus mengalami masa penyesuaian setelah kehilangan tempat tinggal mereka,” kata warga setempat, Dian, 45 tahun, yang terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya.

Menurut pihak kecamatan, kebakaran ini menjadi peringatan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapan darurat. Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah menjadi bukti bahwa kerusakan yang terjadi tidak hanya terkait dengan jumlah bangunan yang hancur, tetapi juga dampak sosial terhadap keluarga-keluarga yang terkena.

Upaya Pemadam dan Penyebab Api

Tim pemadam kebakaran yang dikerahkan mencoba berjuang untuk memadamkan api sebelum meluas ke wilayah lain. Pemadaman berlangsung hingga pukul 23.32 WIB, setelah lebih dari dua jam berjuang melawan kobaran api. Meski demikian, sejumlah rumah tetap tidak bisa diselamatkan karena kondisi yang memungkinkan api meluap ke lantai dua atau atap bangunan.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dengan pihak kepolisian dan instansi terkait bekerja sama untuk mengungkap asal api tersebut. Dari informasi awal, kebakaran diduga berasal dari satu titik awal di Jalan Krendang Barat, kemungkinan akibat kesalahan penggunaan api dalam kegiatan sehari-hari. Namun, pihak penyelidik masih memeriksa sumber api yang lebih spesifik.

“Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah terjadi tiba-tiba, dan kami masih berusaha mengetahui akar masalahnya. Kami juga menghimbau warga sekitar untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan di rumah masing-masing,” kata Camat Tambora, Ali Mustofa.

Kondisi Pasca-Kebakaran dan Penanganan Darurat

Setelah api berhasil dipadamkan, pihak berwenang langsung melakukan evaluasi kondisi area terdampak. Banyak rumah yang berdiri sisa dari kepala pohon yang miring, sementara beberapa bangunan lainnya hanya menyisakan kerangka. Warga yang terdampak mulai melakukan pemulihan diri dengan bantuan dari lembaga keagamaan dan organisasi masyarakat setempat.

Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah juga menarik perhatian dari warga yang tinggal di dekat wilayah tersebut. Beberapa dari mereka mengungkapkan kekecewaan karena kejadian yang tidak terduga tersebut. Namun, kebersamaan warga dalam menangani situasi darurat membantu mempercepat proses pemulihan. Dalam beberapa hari terakhir, warga terdampak mulai membangun tempat tinggal sementara di atas tanah yang tersisa.

“Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua warga untuk lebih waspada,” ujar warga lainnya, Bambang.

Leave a Comment