Berita

Key Strategy: Prabowo Bertolak ke Prancis, Gerindra: Bukti RI Tak Ngekor AS-Tak Tunduk China

Strategi Prabowo ke Prancis, Gerindra: RI Tidak Ngekor AS atau Tunduk China Key Strategy menjadi salah satu fokus utama dalam perjalanan resmi Presiden

Desk Berita
Published Mei 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Strategi Prabowo ke Prancis, Gerindra: RI Tidak Ngekor AS atau Tunduk China

Key Strategy menjadi salah satu fokus utama dalam perjalanan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Prancis, yang sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara independen dalam diplomasi luar negeri. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron, menegaskan komitmen untuk menjaga keseimbangan dalam kebijakan geopolitik global. Partai Gerindra, melalui Juru Bicara Sugiat Santoso, menilai langkah ini sebagai bukti bahwa Indonesia tidak hanya mengekor Amerika Serikat, tetapi juga memperlihatkan kemampuan berdiri sendiri di tengah persaingan dengan Tiongkok.

Kunjungan Berdampak Strategis

Kunjungan Prabowo ke Prancis, yang dimulai pada Selasa (26/5/2026) di Bandara Orly, Paris, dianggap sebagai Key Strategy untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan politik dengan negara-negara Eropa. Dalam wawancara, Sugiat Santoso menjelaskan bahwa perjalanan ini tidak sekadar simbolis, tetapi juga berupaya mengubah sumber daya alam Indonesia, khususnya nikel, menjadi aset geopolitik yang berpengaruh. “Kami ingin memastikan kebijakan eksternal Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh kekuatan luar, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk dinamika global,” katanya.

“Kunjungan ke Prancis ini membuktikan bahwa Indonesia mampu mengelola hubungan dengan negara-negara besar tanpa mengorbankan kedaulatannya. Dengan menguatkan kemitraan dengan Prancis, kami juga merangkul strategi global yang lebih seimbang,” ujar Sugiat dalam jumpa pers.

Membangun Jaringan Diplomasi di Eropa

Sebelum bertolak ke Prancis, Prabowo juga melakukan kunjungan ke Austria dan Hungaria, yang merupakan bagian dari Key Strategy untuk memperkuat jaringan diplomasi di Eropa. Menurut Sugiat, tiga negara ini memiliki peran khusus dalam industri manufaktur dan energi. “Dengan berkunjung ke Austria, kami menargetkan kerja sama di bidang mesin dan otomotif, sedangkan Hungaria menjadi pintu masuk untuk investasi baterai kendaraan listrik yang kian penting di dunia,” jelasnya.

“Indonesia tidak pernah menjadi pengemis. Dalam Key Strategy ini, kami menawarkan keunggulan komoditas kita sebagai pilihan strategis bagi mitra internasional,” tambah Sugiat.

Potensi Nickel sebagai Aset Geopolitik

Komoditas nikel, yang menjadi bahan baku utama untuk baterai dan baja ringan, dianggap sebagai peluang besar dalam Key Strategy Prabowo. Menurut analis ekonomi, Indonesia memiliki kapasitas produksi nikel terbesar di dunia, yang bisa dipakai sebagai alat negosiasi dalam pertukaran teknologi dan energi. “Indonesia memenuhi kebutuhan global dalam nikel, tetapi tidak harus menjadi tunduk pada kepentingan Tiongkok atau AS,” katanya.

“Dengan membangun kemitraan berbasis nikel, Indonesia bisa mengamankan keuntungan ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan hubungan diplomatik. Key Strategy ini menunjukkan bahwa sumber daya alam bisa menjadi benteng kekuatan nasional,” papar Sugiat.

Alasan Kehadiran Macron di Pekanbaru

Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan penjelasan tentang alasan Emmanuel Macron mengundang Prabowo ke Prancis. Ia menyebutkan bahwa undangan pertama dari Macron sempat tertunda karena waktu yang tidak sesuai, tetapi dalam undangan kedua, Prabowo berhasil menjalankan kunjungan. “Kunjungan ini merupakan Key Strategy untuk memastikan keberlanjutan kerja sama ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada satu negara,” jelas Sugiono.

“Dengan berada di Prancis, Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia mampu menempatkan diri sebagai mitra penting di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah. Key Strategy ini membuka jalan untuk akses teknologi dan investasi yang lebih adil,” tambah Sugiono.

Keseimbangan Geopolitik dalam Kebijakan Luar Negeri

Kunjungan Prabowo ke Prancis sekaligus mengukuhkan sikap Indonesia yang tidak mengekor ke satu kekuatan global, baik Amerika Serikat maupun Tiongkok. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia tetap mandiri dalam kebijakan luar negeri, sekaligus memperkuat hubungan dengan Prancis sebagai bagian dari Key Strategy untuk menciptakan keseimbangan strategis.

“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan eksternal tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan ekonomi dan politik dari luar, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan kepentingan nasional. Key Strategy ini merupakan langkah konkrit untuk menjaga keberlanjutan dalam hubungan internasional,” kata Prabowo dalam pembukaan kunjungan.

Leave a Comment