Berita

Visit Agenda: Ikut Bersihkan Jeroan Hewan Kurban, 2 Bocah Pemalang Tewas Tenggelam di Sungai

Visit Agenda: 2 Bocah Pemalang Tewas Tenggelam Saat Bersihkan Jeroan Hewan Kurban Visit Agenda menjadi perhatian utama setelah dua anak lelaki, Lesmana Keket

Desk Berita
Published Mei 27, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Visit Agenda: 2 Bocah Pemalang Tewas Tenggelam Saat Bersihkan Jeroan Hewan Kurban

Visit Agenda menjadi perhatian utama setelah dua anak lelaki, Lesmana Keket Budiman (14) dan Syafi Asyauqi Rien (12), meninggal secara tragis saat berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan jeroan hewan kurban di Sungai Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (27/5/2026), saat mereka mengikuti rombongan panitia penyembelihan yang sedang melaksanakan tugas pembersihan. Aktivitas ini biasanya menjadi bagian dari kegiatan rutin untuk memastikan hewan kurban dikelola secara bersih dan aman.

Kecelakaan di Sungai Comal

Dalam laporan kejadian, Agus Ikmaludin, saksi mata, menjelaskan bahwa dua korban kemungkinan tenggelam saat berenang di Sungai Comal. Menurut keterangan, mereka sedang berusaha membersihkan bagian dalam hewan kurban yang telah disembelih. Aktivitas ini dilakukan dengan cara memasukkan tangan ke dalam air untuk mengeluarkan isi perut hewan, yang bisa membuat anak-anak rentan terhadap bahaya tenggelam jika tidak hati-hati.

“Kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, dan upaya penyelamatan terus dilakukan,” ujar Agus. Ia menambahkan bahwa air sungai yang cukup deras dan kondisi yang gelap mungkin menjadi faktor utama kecelakaan tersebut.

Korban pertama, Lesmana, ditemukan langsung di lokasi kejadian, sementara Syafi sempat dievakuasi ke Klinik Bantarbolang. Namun, meski mendapatkan pertolongan segera, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Kecelakaan ini memicu kecaman dari warga sekitar yang menganggap kegiatan Visit Agenda perlu diawasi lebih ketat. Mereka meminta pihak panitia untuk memberikan pengawasan ketat dan bimbingan sebelum memasuki air sungai.

Proses Visit Agenda dan Risiko yang Tersembunyi

Kegiatan Visit Agenda biasanya dilakukan oleh warga yang ingin melibatkan diri dalam memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan lengkap. Selain itu, ini juga menjadi ajang untuk memperkaya pengalaman anak-anak dalam kegiatan sosial dan spiritual. Namun, dalam kasus ini, aktivitas yang terlihat menyenangkan justru berujung pada tragedi yang menyedihkan.

Kegiatan pembersihan jeroan dilakukan setelah hewan kurban disembelih, di mana tim yang terdiri dari warga desa dan anggota panitia akan memasukkan tangan ke dalam perut hewan untuk mengeluarkan isi perut. Proses ini dilakukan di Sungai Comal, yang berair deras dan tidak begitu dalam. Meski begitu, dua bocah yang ikut serta justru mengalami kesulitan bernapas dan tenggelam, yang mengakibatkan kehilangan nyawa mereka.

Kejadian ini menyoroti pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas Visit Agenda. Meski kegiatan ini bertujuan untuk menyelenggarakan ritual agama dengan baik, risiko keselamatan tidak boleh diabaikan. Pihak setempat pun mulai menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut, termasuk kondisi aliran air dan persiapan sebelum kegiatan dimulai. Dalam investigasi, mereka akan memastikan apakah ada faktor lain yang memicu kejadian ini.

Bocah-bocah yang terlibat dalam Visit Agenda ini termasuk dalam usia yang cukup muda, sehingga kemampuan mereka berenang masih terbatas. Penyebab kecelakaan pun masih dalam penyelidikan, namun kemungkinan besar terkait dengan kecepatan arus air dan kurangnya pengawasan dari orang dewasa. Orang tua kedua korban pun sedih, karena anak-anak mereka ikut serta dalam kegiatan yang seharusnya penuh makna.

Dalam upaya mencegah kejadian serupa, pihak setempat berencana mengadakan pelatihan keselamatan air bagi peserta Visit Agenda. Selain itu, mereka juga mengevaluasi lokasi pembersihan hewan kurban agar lebih aman. Kecelakaan ini memang menjadi pembelajaran berharga, karena anak-anak sering kali menjadi bagian dari kegiatan ini tanpa sadar bahwa ada risiko yang bisa terjadi.

Leave a Comment