Berita

Key Strategy: Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah

Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban sebagai Key Strategy Key Strategy - Sebagai bagian dari Key Strategy dalam memperkuat hubungan sosial dan

Desk Berita
Published Mei 27, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban sebagai Key Strategy

Key Strategy – Sebagai bagian dari Key Strategy dalam memperkuat hubungan sosial dan spiritual, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menggelar aksi salurkan hewan kurban ke berbagai wilayah Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 H, perusahaan BUMN yang telah berkiprah selama lebih dari 65 tahun ini membagikan hampir 100 ekor hewan qurban, termasuk sapi dan kambing, kepada masyarakat. Upaya ini bukan hanya sekadar kegiatan ritual, tapi juga merupakan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menginspirasi rasa kebersamaan.

Saluran hewan kurban ini ditujukan kepada masyarakat yang berada di sekitar kantor pusat Waskita Karya di Jakarta, serta warga yang tinggal di lokasi proyek strategis perusahaan. Wilayah penerima bantuan meliputi Aceh, Sukabumi, Yogyakarta, Sumatera Selatan (Sumsel), Sulawesi Selatan (Sulsel), Makassar, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Dengan Key Strategy yang mengedepankan kolaborasi dan kepedulian, Waskita Karya memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Upaya Sosial Melalui Qurban: Membangun Hubungan dengan Masyarakat

Distribusi hewan kurban tahun ini diatur secara terencana, mulai dari pemilihan hewan yang sesuai standar kesehatan hingga distribusi yang berlangsung dalam waktu singkat. Semua hewan yang disalurkan telah memenuhi syarat melalui Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), yang menjadi bagian dari Key Strategy dalam memastikan kualitas dan kepercayaan masyarakat. Ermy Puspa Yunita, Corporate Secretary Waskita Karya, menjelaskan bahwa Key Strategy ini mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial.

“Melalui Key Strategy ini, kami ingin menunjukkan bahwa Waskita Karya tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur, tapi juga aktif dalam menjembatani kebutuhan masyarakat. Kegiatan qurban menjadi wujud nyata perusahaan berbagi bersama,” kata Ermy, dalam siaran pers terbaru.

Distribusi hewan qurban tidak hanya berfokus pada jumlah, tetapi juga pada keberlanjutan. Ermy menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan mitra lokal untuk memastikan hewan qurban terdistribusi secara merata dan bermanfaat maksimal. Selain itu, perusahaan juga menyediakan pelatihan pengelolaan hewan qurban bagi masyarakat setempat, sebagai bagian dari Key Strategy yang lebih luas dalam pemberdayaan komunitas.

Komitmen dalam Pembangunan Infrastruktur Ibadah

Sejalan dengan Key Strategy dalam membangun masjid-masjid besar di berbagai wilayah, Waskita Karya terus berkontribusi dalam menyediakan ruang ibadah yang nyaman dan aman. Lima masjid yang telah diperbaiki atau dibangun oleh perusahaan termasuk Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Baiturrahman Aceh, Masjid Sheikh Zayed Solo, Masjid Baiturrahman Semarang, dan Masjid Al-Akbar Surabaya. Ermy menjelaskan, Key Strategy ini bertujuan untuk menciptakan keberlanjutan ibadah dan memperkuat identitas keagamaan masyarakat.

“Pembangunan masjid adalah bagian dari Key Strategy kami dalam mendukung kehidupan spiritual masyarakat. Kami ingin menjamin bahwa setiap jemaah dapat beribadah dengan penuh konsentrasi, bahkan di tengah kondisi yang paling dinamis,” ujar Ermy.

Dalam proyek pembangunan masjid, Waskita Karya menggabungkan sentuhan lokal dengan inovasi teknologi. Contohnya, Masjid Baiturrahman Aceh yang berdiri sejak tahun 1612, kini dilengkapi fasilitas modern seperti 12 payung raksasa dan pohon kurma di area sekitarnya. Sementara itu, Masjid Sheikh Zayed Solo dihiasi motif batik kawung di lantai dan pilar, dengan desain yang menggabungkan tradisi Jawa dan modernitas. Hal ini menjadi bagian dari Key Strategy dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan ruang ibadah yang representatif.

Penerapan teknologi seperti Building Automation System (BAS) juga menjadi elemen penting dalam Key Strategy pembangunan masjid. Dengan sistem ini, proyek bisa diselesaikan dalam waktu 11 bulan, sambil tetap menjaga kualitas. Ermy menyoroti bahwa teknologi ini mempercepat proses, namun tetap menghargai nilai-nilai tradisional yang menjadi warisan budaya. Hal ini mencerminkan bagaimana Key Strategy Waskita Karya mengintegrasikan inovasi dan tradisi dalam berbagai aspek kegiatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Waskita Karya terus memperluas Key Strategy melalui program qurban dan pembangunan masjid. Perusahaan ini tidak hanya menyalurkan hewan qurban, tapi juga memberikan bantuan tambahan seperti pelatihan, kegiatan budaya, dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana bisnis dapat menjadi alat untuk menggerakkan kegiatan sosial yang berkelanjutan.

Leave a Comment