Berita

Viral Monyet Dirantai di Pinggir Jalan Margonda Depok – Damkar Cek

gonda Depok, Damkar Cek Viral Monyet Dirantai di Pinggir Jalan - Kisah monyet yang dirantai di pinggir jalan Margonda, Kota Depok, kembali menjadi

Desk Berita
Published Mei 24, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Viral Monyet Dirantai di Pinggir Jalan Margonda Depok, Damkar Cek

Viral Monyet Dirantai di Pinggir Jalan – Kisah monyet yang dirantai di pinggir jalan Margonda, Kota Depok, kembali menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Foto dan video yang beredar menunjukkan hewan berbulu itu terikat dengan rantai di tiang logam, berdiri di tengah jalur lalu lintas yang ramai. Lokasi monyet tersebut berada di sekitar persimpangan Margonda-Juanda, yang menjadi titik lewat utama warga sekitar dan pengguna jalan.

Detail Kejadian dan Perkembangan

Monyet yang menjadi bahan perbincangan tersebut disinyalir telah berada di sana sejak akhir 2025. Masyarakat mengeluhkan kondisi hewan itu yang sering terlihat mangkal di area yang kurang ramah. Rantai yang menahan monyet tersebut tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga memicu kekhawatiran mengenai kesehatan dan kesejahteraan hewan itu. Tidak sedikit warga yang menyampaikan pendapat, menyebutkan bahwa kejadian ini memperlihatkan pengabaian terhadap perlindungan hewan.

“Sudah pernah kami cek, ada pemiliknya pengamen,” kata Tessy Haryati, Kabid Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, saat dihubungi wartawan, Minggu (24/5/2026).

Berdasarkan laporan warga sekitar, monyet tersebut sering terlihat bersantai di area persimpangan Margonda-Juanda. Namun, hingga saat ini, identitas pemilik monyet masih belum jelas. Tessy menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas memeriksa keberadaan monyet, sementara kewenangan untuk menyelamatkan atau menangani hewan liar berada di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Jika ada pemilik, kami tidak bantu evakuasi. Kewenangan evakuasi hewan liar berada di BKSDA,” pungkas Tessy.

Monyet yang dirantai tersebut tampak tidak bergerak bebas. Beberapa warga mengeluhkan bahwa monyet itu sering mengganggu lalu lintas dan mengambil makanan dari warga yang melintas. Meski demikian, tidak ada laporan yang menyebutkan adanya kecelakaan atau cedera pada hewan tersebut. Pemilik monyet, yang dikabarkan seorang pengamen, terkadang muncul di sekitar area itu, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda ingin mengembalikan kebebasan hewan itu.

Respons dari Masyarakat dan Lingkungan

Reaksi masyarakat terhadap monyet dirantai di pinggir jalan Margonda bervariasi. Ada yang menyesal karena hewan itu dibatasi geraknya, sementara ada pula yang mengkritik pengambilan keputusan tanpa penelitian lebih lanjut. Banyak warga membagikan pendapat di media sosial, menyebutkan bahwa monyet adalah bagian dari ekosistem lokal yang perlu dijaga.

“Monyet itu seharusnya diberi makanan dan tempat yang nyaman, bukan dirantai di jalan. Ini bisa mengganggu kebiasaan alaminya,” komentar seorang warga, Asep, di akun Instagram.

Kebiasaan monyet yang dirantai di pinggir jalan Margonda memicu tanya tentang cara penangannya. Sebagian mengatakan bahwa monyet tersebut dijaga untuk menjaga keamanan, sementara yang lain berargumen bahwa cara ini tidak humanis. Pemerintah setempat dan BKSDA juga disebut sebagai lembaga yang bertanggung jawab untuk mengambil langkah lebih lanjut, meski kini mereka hanya melakukan pemeriksaan sementara.

“Kami hanya cek kondisi monyet tersebut. Jika diperlukan, BKSDA akan memastikan hewan itu dikelola secara benar,” tambah Tessy.

Kejadian ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan perlindungan alam. Monyet yang dirantai di pinggir jalan Margonda bukan hanya sekadar berita viral, tetapi juga menjadi contoh kecil tentang bagaimana pengelolaan hewan liar perlu lebih transparan. Pemilik monyet, yang dikabarkan seorang pengamen, sekarang diharapkan dapat berkoordinasi dengan BKSDA untuk menentukan solusi terbaik bagi hewan tersebut.

Leave a Comment