Pramono Anung Pertimbangkan CFD Dua Hari, Lokasi Sabtu Harus Dipilih
Wahanaberita.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menelaah kemungkinan memperluas pelaksanaan Car Free Day (CFD) menjadi dua kali dalam seminggu. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai gagasan penyelenggaraan pada Sabtu dan Minggu perlu dipertimbangkan secara matang, terutama karena dampaknya terhadap kegiatan warga dan dunia usaha di pusat kota.
Jika CFD tambahan pada hari Sabtu akhirnya disetujui, Pramono menegaskan pelaksanaannya tidak dapat berlangsung serentak di koridor Jalan Sudirman-Thamrin dan Jalan Rasuna Said. Pemerintah harus menentukan salah satu lokasi agar mobilitas menuju perkantoran, hotel, dan pertokoan tetap terjaga.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat berada di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2026). Ia menyebut keputusan mengenai kawasan yang dapat digunakan untuk CFD tambahan akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Kami akan putuskan dalam waktu dekat ini mana yang kemudian kami buka untuk Car Free Day misalnya kalau memang harus ada sampai dengan hari Sabtu. Itu yang kami putuskan,” ujar Pramono.
Pertimbangan akses dan aktivitas ekonomi
Usulan CFD pada akhir pekan selama dua hari muncul dari Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Gagasan tersebut ditujukan sebagai salah satu langkah menghadapi persoalan polusi udara. Meski melihat usulan itu sebagai hal yang rasional, Pemprov DKI perlu memastikan pengaturannya tidak menciptakan gangguan besar bagi kawasan yang tetap aktif pada hari Sabtu.
Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said merupakan wilayah dengan banyak perkantoran, layanan perhotelan, pusat perdagangan, serta berbagai kebutuhan perjalanan harian. Karena itu, penutupan jalan di kedua area pada waktu yang sama dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan akses masyarakat.
“Saya mengkaji secara serius usulan Bapak Menteri Lingkungan Hidup untuk Sabtu-Minggu. Tetapi kalau kemudian hari Sabtu kedua-duanya, apakah itu yang diatur oleh pemerintah pusat di Rasuna Said dan apa di Sudirman-Thamrin ini, tentunya nggak bisa dua-duanya, harus salah satu,” jelas Pram.
Pramono menekankan bahwa kajian tersebut tidak hanya berfokus pada penambahan hari bebas kendaraan, tetapi juga pada keseimbangan antara ruang publik dan kelancaran kegiatan di Jakarta. Pemerintah tidak ingin pekerja yang masuk pada akhir pekan maupun pelaku usaha terdampak oleh pembatasan akses secara berlebihan.
“Karena kami juga nggak ingin kantor-kantor yang masuk, kemudian juga hotel, pertokoan terganggu,” pungkasnya.
Usulan dibahas di internal Balai Kota
Sebelumnya, Pramono telah menyampaikan bahwa jajaran internal Pemprov DKI membicarakan usulan CFD Sabtu-Minggu. Saat berada di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026), ia menyatakan telah membaca gagasan tersebut dan melihat dasar pertimbangannya cukup masuk akal.
“Yang pertama, saya sudah membaca usulan tersebut dan sebenarnya usulan itu cukup rasional. Maka di internal Balai Kota, kami sudah melakukan pembahasan. Nanti pada saatnya tentunya kita putuskan,” kata Pramono.
Pembahasan ini menjadi penting karena CFD bukan sekadar agenda rekreasi akhir pekan. Kegiatan tersebut juga mengubah pola penggunaan jalan dan akses menuju kawasan tertentu dalam beberapa jam. Penetapan lokasi untuk Sabtu akan menentukan bagaimana warga dapat menikmati ruang terbuka, sambil memastikan kebutuhan perjalanan menuju tempat kerja, hotel, toko, dan layanan lain tidak terhambat.
Keputusan yang tengah disiapkan juga perlu melihat perbedaan karakter antara hari Sabtu dan Minggu. Pada Minggu, aktivitas perkantoran umumnya lebih rendah, sedangkan Sabtu masih menjadi hari kerja bagi sebagian masyarakat dan sektor usaha. Kondisi itu membuat pilihan koridor CFD memerlukan pengaturan yang lebih cermat.
CFD Jakarta tidak hanya berada di pusat bisnis
Pramono mengingatkan bahwa kegiatan bebas kendaraan di Jakarta selama ini tidak terbatas pada Sudirman-Thamrin maupun Rasuna Said. Sejumlah kota administrasi di Jakarta juga memiliki ruang untuk melaksanakan CFD. Keberadaan lokasi-lokasi tersebut memberi pilihan bagi masyarakat untuk memanfaatkan ruang publik tanpa harus selalu menuju pusat kota.
“Karena di Jakarta sendiri sebenarnya car free day itu tidak hanya di Sudirman-Thamrin, kemudian Rasuna Said. Sekarang ini setiap kota di Jakarta punya ruang untuk melakukan car free day,” ujarnya.
Dengan adanya ruang CFD di berbagai wilayah, perluasan agenda pada Sabtu dapat dipahami sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan ruang publik yang telah tersedia. Namun, untuk koridor utama di pusat Jakarta, keputusan tetap harus memperhitungkan dampak penutupan jalan terhadap kegiatan rutin yang berlangsung di sekitarnya.
Hingga kini, Pemprov DKI belum menetapkan apakah CFD Sabtu akan ditempatkan di Sudirman-Thamrin atau Rasuna Said. Pramono menyatakan usulan tersebut tetap masuk dalam pertimbangan sebelum keputusan resmi diambil.
“Tetapi usulan itu tentunya kami akan pertimbangkan untuk pada saatnya kami putuskan,” imbuhnya.
Warga dan pelaku usaha di sekitar dua koridor itu masih menunggu kepastian mengenai lokasi serta pengaturan pelaksanaan CFD tambahan. Bila kebijakan tersebut diterapkan, pilihan satu titik pada hari Sabtu akan menjadi penentu agar tujuan menyediakan ruang bebas kendaraan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan aktivitas Jakarta yang tetap berlangsung pada akhir pekan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pramono Kaji Usulan CFD Hari Sabtu?
Pramono Kaji Usulan CFD Hari Sabtu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pramono Kaji Usulan CFD Hari Sabtu matter?
Pramono Kaji Usulan CFD Hari Sabtu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

