Berita

Ketua DPD Minta Tim SAR Terus Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

ketua-dewan-perwakilan-daerah-dpd-ri-sultan-bachtiar-najamudin-1761205712583_169

DPD RI Dorong Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Kontak di Anak Krakatau Dilanjutkan

Wahanaberita.com – Upaya menemukan lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda diminta terus menjadi perhatian utama tim pencarian dan pertolongan. Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang turut melibatkan tiga orang lainnya dalam perjalanan laut tersebut.

Lima jurnalis itu belum ditemukan setelah berlayar menuju kawasan dekat Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Mereka berada dalam satu rombongan bersama kapten speedboat, seorang anak buah kapal, serta pemandu yang berangkat dari Carita, Pandeglang.

Sultan menyampaikan simpati kepada keluarga para jurnalis yang masih menunggu kabar. Ia juga meminta seluruh unsur pencarian tetap mengerahkan perhatian untuk menemukan delapan orang yang hilang kontak.

“Atas nama lembaga DPD RI kami menyampaikan keprihatianan dan duka cita mendalam kepada keluarga besar lima Wartawan yang sampai saat ini belum ditemukan,” ujar Sultan dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Delapan Orang Berlayar dari Carita

Rombongan yang hilang kontak terdiri atas M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang bekerja sebagai jurnalis lepas.

Selain lima wartawan tersebut, terdapat Warta sebagai kapten speedboat, Sukarman yang bertugas sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu. Mereka berangkat dari wilayah Carita di Kabupaten Pandeglang dengan tujuan melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Perjalanan peliputan ke area gunung api aktif memerlukan kewaspadaan tinggi karena lingkungan dapat berubah dalam waktu singkat. Aktivitas erupsi, kondisi laut, jarak pandang, serta akses komunikasi menjadi sejumlah hal yang dapat memengaruhi keselamatan orang-orang yang berada di lapangan.

Pencarian terhadap rombongan ini memiliki arti penting bukan hanya bagi keluarga, melainkan juga bagi komunitas pers. Setiap perkembangan yang dapat membantu menentukan lokasi dan kondisi para korban akan sangat berarti bagi proses evakuasi serta penanganan berikutnya.

Keselamatan Harus Menjadi Prioritas

Sultan menilai kejadian tersebut menjadi pengingat serius mengenai risiko yang dihadapi jurnalis ketika menjalankan tugas di lokasi bencana. Liputan di lapangan memang dibutuhkan agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, kebutuhan berita tidak boleh ditempatkan di atas perlindungan bagi pekerja media.

“Profesi jurnalis memiliki peran yang sangat krusial bagi kebutuhan informasi yang aktual dan akurat bagi masyarakat. Meski demikian, upaya rekan-rekan wartawan dalam meliput dan menyebarluaskan setiap peristiwa harus memperhatikan aspek keamanan,” sebutnya.

Dalam situasi bencana alam, keputusan untuk mendekati lokasi berisiko perlu mempertimbangkan keselamatan secara menyeluruh. Jurnalis, kru transportasi, pemandu, dan semua pihak yang terlibat harus memiliki pemahaman yang sama tentang batas aman, rencana komunikasi, serta langkah yang perlu dilakukan jika keadaan darurat muncul.

Aspek keselamatan juga mencakup kesiapan sebelum keberangkatan. Perlengkapan pelindung diri, kemampuan membaca potensi bahaya, perlindungan asuransi, dan pelatihan yang relevan dapat membantu mengurangi risiko ketika liputan dilakukan di lingkungan ekstrem.

Perusahaan Pers Diminta Memperkuat Perlindungan

Ketua DPD RI meminta perusahaan pers memberikan bekal yang memadai kepada jurnalis sebelum menugaskan mereka ke lokasi berbahaya. Pembekalan itu tidak hanya diperlukan saat terjadi erupsi gunung api, tetapi juga untuk berbagai penugasan berisiko seperti bencana alam dan kondisi lapangan yang sulit dijangkau.

“Bahaya di area bencana alam seperti erupsi Anak Krakatau adalah situasi yang tidak bisa ditantang. Oleh Karena itu kami meminta Perusahaan pers wajib membekali jurnalis dengan pelatihan, pengetahuan, asuransi, serta alat pelindung diri yang layak sebelum diterjunkan ke area berbahaya,” ucapnya.

Permintaan tersebut menegaskan bahwa perlindungan kerja bagi jurnalis merupakan bagian penting dari kualitas peliputan. Informasi publik yang baik lahir dari kerja jurnalistik yang teliti, tetapi proses untuk memperoleh informasi itu juga harus memberi ruang aman bagi orang-orang yang menjalankannya.

Di tengah pencarian delapan orang yang hilang kontak, harapan keluarga dan masyarakat tertuju pada keberlanjutan operasi SAR. Penanganan di lapangan perlu tetap mengutamakan keselamatan personel pencari, sekaligus menjaga koordinasi agar setiap informasi yang relevan dapat segera ditindaklanjuti.

Peristiwa di sekitar Anak Krakatau ini kembali memperlihatkan bahwa tugas jurnalistik di wilayah bencana menuntut keberanian, kesiapan, dan perlindungan yang kuat. Keselamatan para jurnalis serta seluruh anggota rombongan harus tetap menjadi kepentingan utama dalam setiap proses pencarian dan dalam penugasan liputan berisiko pada masa mendatang.

Frequently Asked Questions

What is Ketua DPD Minta Tim SAR Terus?

Ketua DPD Minta Tim SAR Terus is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ketua DPD Minta Tim SAR Terus matter?

Ketua DPD Minta Tim SAR Terus matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *