Bareskrim Ungkap Ruko di Sunter Beroperasi Selundupkan Emas Selama 8 Bulan
Sebuah ruko berlantai empat di kawasan Sunter, Jakarta Utara, terungkap telah difungsikan sebagai pusat pengolahan emas ilegal selama kurang lebih delapan
Table of Contents
Empat Lantai Ruko di Sunter Jadi Basis Penyelundupan Emas Selama Delapan Bulan
Wahanaberita.com – Sebuah ruko berlantai empat di kawasan Sunter, Jakarta Utara, terungkap telah difungsikan sebagai pusat pengolahan emas ilegal selama kurang lebih delapan bulan. Lokasi tersebut merupakan milik PT White Classic Gold & Silver, yang digeledah oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri pada Senin (17/8) malam.
Operasi penggeledahan itu merupakan tindak lanjut dari penangkapan dua warga negara India yang sebelumnya tersangkut kasus penyelundupan emas. Brigjen Mohammad Irhamni, Dirtipidter Bareskrim Polri, menegaskan bahwa keterangan saksi dari masyarakat sekitar mengonfirmasi aktivitas di lokasi tersebut telah berlangsung sekitar delapan bulan, meskipun pihak kepolisian masih akan memverifikasi data perlintasan melalui Imigrasi.
“Mereka beroperasi di sini, sesuai dengan keterangan saksi masyarakat sekitar, kurang lebih delapan bulan. Tetapi kami akan pastikan lagi dari perlintasan mereka di Imigrasi,” kata Irhamni melalui keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Fungsi Terpisah di Setiap Lantai
Menurut Irhamni, bangunan empat lantai itu dirancang dengan pembagian tugas yang sangat terorganisir. Lantai pertama melayani penerimaan emas batangan dari berbagai daerah di Indonesia. Lantai kedua dialokasikan sebagai gudang logistik sekaligus ruang penyimpanan brankas. Lantai ketiga menjadi area istirahat para pemilik usaha, sementara lantai keempat merupakan ruang pengolahan dan pemurnian di mana emas batangan diubah menjadi bentuk bubuk.
“Kemudian di lantai tiganya adalah tempat bos istirahat mereka, dan lantai empat terakhir tempat pengolahan, pemurnian sehingga mereka bisa membentuk dari balok emas tadi menjadi bubuk untuk menghindari pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta, rekan-rekan,” ungkap Irhamni.
Modus Operandi: Emas Disamarkan Menjadi Gel
Para pelaku menghancurkan emas batangan menjadi serbuk halus menggunakan alat semacam blender. Serbuk tersebut kemudian dicampur zat kimia dan pewarna khusus hingga teksturnya berubah menyerupai gel. Campuran gel emas itu selanjutnya dimasukkan ke dalam celana dalam dan bra yang telah dimodifikasi secara khusus.
“Di situ kemudian diberikan pewarna sesuai dengan jenis kainnya, kemudian diberikan obat kimia dan pewarna sehingga serbuk emas menjadi seperti gel,” jelasnya.
Tujuan penggunaan zat kimia dan pewarna adalah agar emas tidak terdeteksi sebagai logam saat melewati pemindai x-ray di Bandara Soekarno-Hatta. Ketika diraba atau digeledah oleh petugas, bahan tersebut terasa kenyal seperti kulit biasa, bukan logam.
“Sehingga tidak terdeteksi sebagai logam di x-ray bandara. Dan ketika diraba atau digeledah, terkesan tidak seperti logam, tetapi seperti kulit biasa atau kenyal,” terang Irhamni.
Bukti Fisik yang Ditemukan
Dalam penggeledahan, penyidik menyita beragam barang bukti: timbangan, mesin penghitung uang, mesin cek kadar emas, tungku peleburan induksi, serta alat pelindung diri untuk pekerjaan las. Selain itu, ditemukan satu set mesin jahit merek Typist beserta puluhan pakaian dalam yang telah dimodifikasi dengan kompartemen khusus untuk menyimpan serbuk emas.
“Kemudian ada mesin jahit yang digunakan untuk memodifikasi celana dalam, ada bagian khusus yang bisa untuk menyimpan bubuk atau serbuk tadi,” rincinya.
“Kemudian alat untuk mengubah bentuk emas yang batangan untuk dihancurkan. Ada beberapa alat untuk blender ya, blender untuk menghaluskan atau untuk membuat membentuk sebagai bubuk,” sambung Irhamni.
Penelusuran Aliran Dana dan Perlintasan
Bareskrim kini berkoordinasi dengan Imigrasi, Bea Cukai, dan PPATK guna menelusuri jejak transaksi keuangan serta riwayat perjalanan para pelaku. Terkait administrasi PT White Classic Gold & Silver, seluruh dokumen transaksi dan catatan perbankan telah diamankan di lokasi. Penyidik berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas operasi penyelundupan tersebut.
“Terkait White Classic Gold sendiri, untuk administrasinya semua ada di situ. Transaksinya ada, kemudian diperbankannya seperti apa, di sini kami coba mengembangkan untuk melakukan pengejaran siapa yang harus bertanggung jawab untuk ini tadi,” imbuh Irhamni.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Bareskrim Ungkap Ruko di Sunter Beroperasi?
Bareskrim Ungkap Ruko di Sunter Beroperasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Bareskrim Ungkap Ruko di Sunter Beroperasi matter?
Bareskrim Ungkap Ruko di Sunter Beroperasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
