Wamensos Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Gempa Manggarai
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) telah menimbulkan dampak luas. Pusat gempa tercatat berada
Table of Contents
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT: Kemensos Gerakkan Seluruh Sumber Daya untuk Korban
Wahanaberita.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) telah menimbulkan dampak luas. Pusat gempa tercatat berada di laut, sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman hiposenter 15 km. Hingga Minggu (16/8) pukul 19.21 WITA, data penanganan bencana mencatat 1.528 kepala keluarga terdampak, 5.659 jiwa mengungsi, 51 orang meninggal dunia, serta 137 orang mengalami luka-luka.
Wilayah yang merasakan dampak gempa meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende di NTT. Dampak juga tercatat di Kota dan Kabupaten Bima (NTB) serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kerusakan infrastruktur sementara mencakup 1.543 rumah rusak berat, 328 rumah rusak sedang, dan 532 rumah rusak ringan. Selain itu, 94 fasilitas pendidikan, 211 fasilitas kesehatan, 42 fasilitas umum, 50 rumah ibadah, serta 76 gedung perkantoran dilaporkan mengalami kerusakan.
Santunan Diteruskan kepada Ahli Waris Korban Meninggal
Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, mendatangi Posko Utama Bencana Kabupaten Manggarai, NTT, untuk menyerahkan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat gempa. Pada tahap awal, santunan diberikan kepada dua ahli waris atas nama Antonius dan Aprilianus, masing-masing senilai Rp 15 juta sehingga totalnya mencapai Rp 30 juta.
“Ini merupakan bentuk kehadiran dan perhatian negara kepada keluarga yang ditinggalkan. Tentu santunan tidak dapat menggantikan kehilangan orang yang kita cintai, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban keluarga,” kata Agus, dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).
Agus menegaskan bahwa Kemensos akan melanjutkan pemberian santunan kepada seluruh ahli waris korban meninggal setelah tahapan pendataan, verifikasi, dan validasi rampung.
“Pendataan masih berjalan. Setiap korban meninggal dunia yang datanya telah terverifikasi akan kami tindak lanjuti pemberian santunannya,” ujar Agus.
“Kami ingin prosesnya cepat, tetapi tetap harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” sambungnya.
Bantuan Logistik dan Pangan Digerakkan dari Tiga Titik
Di samping santunan, Agus juga menyerahkan bantuan logistik kedaruratan yang terdiri atas kids ware, family kit, pakaian, kasur, dan selimut. Kemensos turut menyalurkan 1.000 paket sembako guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Untuk mempercepat respons, Kemensos menggerakkan bantuan dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Bekasi dengan total nilai dukungan sekitar Rp 4,518 miliar. Barang-barang yang dikirim meliputi tenda keluarga dan tenda serbaguna, velbed, kasur, selimut, family kit, kids ware, makanan siap saji, makanan anak, sandang dewasa dan anak, perlengkapan ibadah, shower kit, hingga perangkat dapur umum lapangan.
Kemensos juga menyalurkan 48 ton beras reguler untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Dapur umum lapangan telah diaktifkan di tiga wilayah, yakni Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.
“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. Dapur umum, tempat pengungsian, makanan, pakaian, selimut, serta kebutuhan anak-anak harus tersedia,” kata Agus.
“Kami bekerja bersama pemerintah daerah, Tagana, TNI-Polri dan seluruh unsur yang ada di lapangan,” sambungnya.
Tantangan di Lapangan dan Koordinasi Multi-Agen
Proses distribusi bantuan masih menghadapi sejumlah kendala. Cuaca buruk menyebabkan penutupan sementara penyeberangan kapal feri dari Kupang, sementara gangguan jaringan listrik dan komunikasi menghambat operasional di beberapa wilayah terdampak.
Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Tagana, serta unsur terkait lainnya guna mempercepat penanganan korban dan distribusi bantuan ke seluruh wilayah terdampak.
Sementara itu, Tim Tagana bersama tim Perlindungan Sosial (Perlinsos) Korban Bencana terus menjalankan asesmen, pendataan, serta verifikasi dan validasi data korban di lapangan.
“Seluruh sumber daya yang kami miliki kami gerakkan. Kita ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini. Negara harus hadir sejak masa tanggap darurat sampai masyarakat dapat kembali pulih,” ujar Agus.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wamensos Serahkan Santunan kepada Ahli Waris?
Wamensos Serahkan Santunan kepada Ahli Waris is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wamensos Serahkan Santunan kepada Ahli Waris matter?
Wamensos Serahkan Santunan kepada Ahli Waris matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
