Berita

Gempa M 7 NTT Picu Peringatan Tsunami, Warga Selayar Evakuasi ke Atas Bukit

Gempa M 7 NTT Picu Peringatan Tsunami yang mengguncang wilayah Indonesia bagian timur memicu respons cepat dari masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar

Desk Berita
Published Agustus 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
warga-selayar-mengevakuasi-diri-ke-perbukitan-akibat-peringatan-dini-tsunami-usai-gempa-m-77-mengguncang-wilayah-ntt-dokumen-i-1786749388088_169-1
Foto : Betty Taylor - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Gempa M 7 NTT Picu Peringatan Tsunami, Warga Selayar Mengevakuasi Diri
  2. Related Reading

Gempa M 7 NTT Picu Peringatan Tsunami, Warga Selayar Mengevakuasi Diri

Wahanaberita.com – Gempa M 7 NTT Picu Peringatan Tsunami yang mengguncang wilayah Indonesia bagian timur memicu respons cepat dari masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Guncangan berkekuatan magnitudo 7 yang terjadi di wilayah Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, segera menimbulkan peringatan tsunami bagi wilayah pesisir. Masyarakat Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena menunjukkan kesiapsiagaan luar biasa dengan melakukan evakuasi ke dataran lebih tinggi.

Kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera mengaktifkan sistem peringatan dini. Langkah evakuasi ke atas bukit dilakukan secara massal oleh warga yang tinggal di kawasan pesisir. Proses evakuasi berjalan tertib tanpa terjadi kepanikan berlebihan, meskipun ada beberapa warga yang sempat berlarian menuju tempat aman.

Respons Cepat Warga Berbekal Pengalaman Masa Lalu

Bupati Selayar, Muhammad Natsir Ali, menjelaskan bahwa kecepatan respons masyarakat Selayar tidak lepas dari pengalaman traumatik yang mereka alami sebelumnya. Pada bulan Desember tahun 2021 silam, wilayah Selayar juga diguncang gempa magnitudo 7,4 di NTT yang memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat setempat.

Pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran berharga bagi warga Selayar. Mereka memahami betul pentingnya segera meninggalkan kawasan pesisir ketika terjadi gempa bumi berkekuatan besar. Faktor psikologis ini menjadi pendorong utama kegesitan warga dalam menyelamatkan diri.

“Saya sudah langsung Video Call dengan pemerintah kecamatan, masyarakat yang ada di Pasimarannu, Pasilambena, memang kan sempat ada kejadian di tahun 2021 kalau tidak salah itu, yang mengakibatkan trauma masyarakat,” ujar Natsir Ali saat dihubungi detiksulsel, Sabtu (15/8/2026).

Lebih lanjut, bupati menambahkan rasa syukur atas kesadaran tinggi warga dalam menghadapi guncangan. Mereka tanpa ragu langsung berlarian menuju bukit sebagai tempat aman. Proses evakuasi ini menunjukkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang sudah terbangun dengan baik.

“Memang alhamdulillah kesadaran masyarakat menghadapi gempa di Pasimarannu, Pasilambena, alhamdulillah cepat, mereka langsung lari ke bukit,” sambungnya.

Kondisi Infrastruktur dan Dampak Gempa

Mengenai kondisi infrastruktur di Selayar, bupati memastikan belum ada laporan kerusakan bangunan yang disebabkan oleh gempa NTT tersebut. Namun, ia mengakui bahwa kepanikan sempat melanda sebagian warga akibat kemiripan dengan peristiwa sebelumnya. Trauma kolektif dari gempa tahun 2021 masih terasa hingga saat ini.

“Panik masyarakat, pasti, karena sama kejadian yang (gempa pada 2021) kemarin tapi alhamdulillah (dampaknya) tidak seperti yang kemarin, kemarin kan rusak parah rumahnya masyarakat, tanggul jalanan rusak,” ujar Natsir Ali.

Sebagai informasi tambahan, pada gempa tahun 2021 lalu banyak rumah warga yang rusak parah serta tanggul jalan mengalami kerusakan. Kerusakan infrastruktur tersebut memerlukan waktu dan biaya besar untuk pemulihan. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum seperti sekolah.

“Tapi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada ji. Sempat saya tanya tdak ada rusak rumah sekolah apa, kami masih waspada,” jelasnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa M 7 NTT

Apa yang harus dilakukan warga Selayar setelah gempa M 7 NTT? Warga disarankan tetap berada di tempat aman dan menghindari kawasan pesisir hingga peringatan tsunami dicabut. Pantau informasi dari BPBD setempat.

Apakah ada risiko tsunami setelah gempa ini? Peringatan tsunami sudah dikeluarkan, namun hingga saat ini belum ada laporan gelombang tsunami yang signifikan. Warga tetap diminta waspada.

Berapa lama peringatan tsunami berlaku? Peringatan tsunami biasanya berlaku selama 24 jam setelah gempa terjadi. Warga dapat kembali ke kawasan pesisir setelah peringatan dicabut.

Bagaimana cara mendapatkan informasi terkini? Warga dapat memantau informasi melalui situs resmi BPBD Sulawesi Selatan atau media sosial resmi pemerintah daerah.

Leave a Comment