Berita

Pekerja Galangan di Mbay NTT Kocar-Kacir saat Gempa M 7: Lantai Rumah Terbelah

Pekerja Galangan di Mbay NTT Kocar - Samsul Bahri, seorang pekerja galangan kapal berusia 43 tahun yang berdomisili di Marapokot, Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara

Desk Berita
Published Agustus 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
ceaea5cf-a1ca-4de1-8dd0-96092a0fc333_169
Foto : Karen Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Gempa M 7 Mbay: Pekerja Galangan NTT Kocar saat Lantai Rumah Terbelah
  2. Related Reading

Gempa M 7 Mbay: Pekerja Galangan NTT Kocar saat Lantai Rumah Terbelah

Wahanaberita.com – Pekerja Galangan di Mbay NTT Kocar – Samsul Bahri, seorang pekerja galangan kapal berusia 43 tahun yang berdomisili di Marapokot, Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu saksi langsung kehebohan saat gempa berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayahnya. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kekuatan gempa mencapai 7,7 sebelum kemudian diperbarui menjadi 7. Kejadian ini membuat warga sekitar panik dan bergegas menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Momen Saat Gempa Mengguncang

Samsul menceritakan bahwa gempa terjadi sekitar pukul 06.00 WITA. Saat itu, ia baru saja terbangun karena alarm ponselnya berbunyi. Setelah mematikan alarm, ia kembali berbaring sejenak sebelum merasakan guncangan kuat yang membuat seluruh tubuhnya bergetar. Guncangan yang terasa cukup kuat ini membuat banyak warga yang sedang tidur terlelap terbangun secara bersamaan.

Gempa sekitar kurang dari pukul 06.00 WITA. Saya memang tadi kan sempat bangun karena alarm dari HP, lalu saya kasih mati alarm, saya baring-baring dulu, tidak lama sudah goyang kencang. Rumah ada terbelah di lantai tadi, saya hanya lihat lantai sudah mulai terbelah, saya tidak lihat lagi, langsung saya lari,

Menurut kesaksiannya, ia sempat melihat lantai rumahnya retak sebelum segera berlari meninggalkan tempat tinggalnya. Hingga saat ini, ia belum mengetahui kondisi terakhir rumah yang ditinggalkannya. Kejadian ini juga membuat banyak warga lainnya yang memiliki rumah di sekitar area tersebut merasa khawatir dengan struktur bangunan mereka.

Evolusi Diri Menuju Dataran Tinggi

Saat gempa terjadi, warga sekitar bergegas menyelamatkan diri dengan menaiki kendaraan. Samsul Bahri yang lahir dan besar di Maumere ini menjelaskan bahwa masyarakat di sepanjang pantai terlihat berlarian dan terhambur naik kendaraan menuju dataran tinggi. Evakuasi ini dilakukan sebagai antisipasi adanya gelombang tsunami yang mungkin terjadi setelah gempa berkekuatan besar.

Saya sudah tidak tahu lagi kondisi rumah sekarang. Pokoknya kita lari saja selamatkan diri dulu. Waktu kita lari, masyarakat di sekitar pantai sudah lari, terhambur semua naik di kendaraan masing-masing menuju dataran tinggi,

Selama perjalanan evakuasi, ia mengamati beberapa tiang listrik di pinggir jalan yang roboh. Selain itu, tembok-tembok rumah warga juga terlihat ambruk. Kondisi ini menunjukkan bahwa gempa tidak hanya berdampak pada struktur lantai rumah, tetapi juga pada berbagai infrastruktur di sekitar wilayah Mbay. Banyak warga yang memilih berjalan kaki menuju dataran tinggi karena kendaraan mereka tidak tersedia atau sudah penuh.

Di jalan ada beberapa tiang listrik tumbang, kami lihat rumah-rumah juga beberapa roboh temboknya.

Kondisi Saat Ini

Sebagai pendatang di Nagekeo, Samsul Bahri mengaku tidak yakin berada di lokasi mana saat ini. Namun, warga lokal memastikan bahwa titik evakuasi mereka sudah berada jauh dari pesisir pantai. Mereka berkumpul di area yang dianggap aman dari ancaman tsunami dan longsor. Kondisi ini memberikan rasa aman bagi para pengungsi yang sebagian besar berasal dari wilayah pesisir.

Kami lagi mengungsi semua ini, lari dari pinggir pantai ke arah gunung. Sekarang saya juga tidak tahu di mana, saya pendatang, ini kami ngungsi depan BRI. Tapi orang asli sini cuma bilang, ‘Aman, sudah jauh dari pantai’. Yang penting sudah jauh dari pesisir dulu,

BMKG melalui akun resminya di X menginformasikan detail gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04:58:24 WIB. Gempa berpusat di koordinat 8.35 lintang selatan dan 121.37 bujur timur, tepatnya 36 kilometer arah timur laut Mbay-Nagekeo-NTT dengan kedalaman 10 kilometer. Peringatan gelombang tsunami juga dikeluarkan bersamaan dengan kejadian tersebut. Warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa Mbay

Berapa magnitudo gempa yang mengguncang Mbay? Gempa yang mengguncang Mbay memiliki magnitudo 7, setelah sebelumnya tercatat 7,7 oleh BMKG.

Kapan gempa terjadi? Gempa terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04:58:24 WIB atau sekitar pukul 06.00 WITA.

Di mana pusat gempa berada? Pusat gempa berada di koordinat 8.35 lintang selatan dan 121.37 bujur timur, tepatnya 36 kilometer arah timur laut Mbay-Nagekeo-NTT.

Apakah ada peringatan tsunami? Ya, BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tsunami bersamaan dengan kejadian tersebut.

Di mana lokasi evakuasi warga? Warga dievakuasi ke dataran tinggi dan berkumpul di area yang dianggap aman, termasuk di depan BRI.

Untuk informasi lebih lanjut tentang gempa di NTT, Anda dapat mengunjungi [berita gempa NTT terbaru](https://news.detik.com/berita/d-8619529/pekerja-galangan-di-mbay-ntt-kocar-kacir-saat-gempa-m-7-lantai-rumah-terbelah).

Leave a Comment