Berita

3 ABK WNI Diserang Rudal Houthi di Selat Bab Al-Mandeb: 2 Selamat, 1 Hilang

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah merilis pembaruan mengenai nasib tiga warga negara Indonesia yang menjadi korban serangan di perairan Yaman

Desk Berita
Published Agustus 13, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
kemlu-bicara-isu-diplomasi-terkini-1786610064462_169
Foto : Mary Davis - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Tiga Pelaut Indonesia Terkena Serangan Rudal Houthi di Selat Bab Al-Mandeb: Dua Bertahan Hidup, Satu Masih Hilang
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Tiga Pelaut Indonesia Terkena Serangan Rudal Houthi di Selat Bab Al-Mandeb: Dua Bertahan Hidup, Satu Masih Hilang

Wahanaberita.com – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah merilis pembaruan mengenai nasib tiga warga negara Indonesia yang menjadi korban serangan di perairan Yaman. Berdasarkan keterangan resmi, dua pelaut dinyatakan selamat sementara satu orang lainnya masih dalam status hilang dan jenazahnya belum berhasil ditemukan.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Heni Hamidah, menyampaikan bahwa konfirmasi terbaru diterima melalui nota verbal dari Kementerian Luar Negeri Yaman pada Kamis pagi, 13 Agustus 2026. Sebelumnya, beberapa sumber menyebutkan bahwa salah satu ABK telah meninggal dunia, namun status resminya kini berubah menjadi hilang.

Detail Kondisi Para Korban

Dua pelaut yang selamat mengalami luka-luka ringan. Salah satunya terkena serpihan namun tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit. Sementara itu, pelaut lainnya juga mengalami luka dan masih menjalani perawatan, namun kondisinya stabil.

“Yang satu ABK mungkin teman-teman beberapa sumber menyebutkan ini meninggal dunia, tapi pagi ini kami mendapatkan konfirmasi melalui nota verbal dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang menyatakan bahwa ABK yang ketiga ini dalam kondisi hilang, jadi belum ditemukan,” ujar Heni Hamidah dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI Muscat terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Yaman untuk mempercepat pencarian pelaut yang hilang. Pihak Yaman berkomitmen untuk memberikan update segera begitu ada perkembangan terkait upaya pencarian tersebut.

Langkah Penanganan dan Kepulangan

Kemlu memastikan akan memberikan fasilitas kepulangan bagi para pelaut yang selamat ke Indonesia setelah kondisi dan situasi memungkinkan. Selain itu, Direktorat PWNI bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditkapel) Kementerian Perhubungan akan menemui keluarga para ABK untuk memberikan penjelasan mengenai penanganan kasus ini.

Kapal MV Tihamah yang menjadi lokasi serangan membawa total sebelas awak kapal. Komposisi awak kapal tersebut terdiri dari delapan warga negara Pakistan dan tiga warga negara Indonesia. Serangan yang menimpa kapal ini dilakukan oleh kelompok Houthi menggunakan drone.

Informasi awal mengenai serangan ini pertama kali dilaporkan oleh koresponden media Al Arabiya dan Al Hadath pada Selasa, 11 Agustus 2026. Saat itu, salah satu pelaut Indonesia dikabarkan tewas dalam insiden tersebut. Namun, Heni Hamidah menegaskan bahwa informasi kematian tersebut masih dalam tahap verifikasi.

“Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi,” kata Heni.

KBRI Muscat telah terhubung langsung dengan para pelaut di kapal MV Tihamah dan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Upaya pencarian terhadap pelaut yang hilang masih terus dilakukan oleh pihak berwenang setempat.

Frequently Asked Questions

What is 3 ABK WNI Diserang Rudal Houthi?

3 ABK WNI Diserang Rudal Houthi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 3 ABK WNI Diserang Rudal Houthi matter?

3 ABK WNI Diserang Rudal Houthi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment