Menhan Israel Bersumpah Pasukan Akan Tetap Berada di Lebanon-Suriah-Gaza
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, atau yang dikenal sebagai Menhan Israel Bersumpah Pasukan Akan tetap berada di Lebanon, Suriah, dan Gaza. Pernyataan
Table of Contents
Katz Menegaskan Komitmen Pasukan Israel di Tiga Negara
Wahanaberita.com – Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, atau yang dikenal sebagai Menhan Israel Bersumpah Pasukan Akan tetap berada di Lebanon, Suriah, dan Gaza. Pernyataan tegas ini disampaikan saat ia melakukan kunjungan resmi ke wilayah selatan Lebanon pada hari Rabu (12/8) waktu setempat. Dalam pidatonya, Katz menekankan bahwa kehadiran militer Israel di ketiga negara tersebut merupakan bagian dari strategi keamanan jangka panjang untuk melindungi Israel dari ancaman regional.
Kedatangan Menhan Israel ini terjadi kurang lebih dua bulan setelah Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan kerangka kerja yang mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat. Kesepakatan historis ini mencakup beberapa poin krusial, yaitu pelucutan senjata Hizbullah yang didukung Iran, penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon selatan, serta pengerahan tentara Lebanon ke wilayah perbatasan tersebut untuk menjaga stabilitas.
Perencanaan Perundingan di Roma
Amerika Serikat berencana menyelenggarakan perundingan lanjutan antara Israel dan Lebanon pada awal September mendatang. Lokasi yang dipilih adalah kota Roma di Italia, yang diharapkan dapat menjadi tempat netral untuk kedua belah pihak mencapai kesepakatan final. Baca juga: Perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Selama kunjungannya, Katz menegaskan kembali janji yang telah diucapkan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Keduanya berjanji tidak akan menarik pasukan dari zona keamanan di Lebanon selatan. Kawasan ini merupakan wilayah operasional pasukan Israel yang membentang sekitar 10 kilometer atau enam mil ke dalam wilayah Lebanon, dan menjadi titik fokus ketegangan regional.
“Seperti yang telah dinyatakan dengan jelas oleh perdana menteri dan saya, kami tidak akan menarik diri dari zona keamanan ini,” kata Katz selama kunjungan ke pasukan Israel di Lebanon selatan, menurut pernyataan dari kantornya, dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/8/2026).
“Militer Israel berada di sini untuk melindungi komunitas di utara dan pasukannya sendiri. Kami akan membersihkan area ini dan menjamin keamanan penduduk di utara. Kami sama sekali tidak akan mundur dari zona keamanan: tidak di Lebanon, tidak di Suriah, dan tidak di Gaza,” cetus Menhan Israel itu.
Katz juga menyebutkan bahwa militer Israel telah menghancurkan infrastruktur bawah tanah di Lebanon selatan serta meruntuhkan semua rumah di daerah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tidak ada fasilitas militer yang dapat digunakan oleh Hizbullah untuk menyerang Israel di masa depan.
Latar Belakang Konflik Regional yang Kompleks
Hizbullah telah melibatkan Lebanon dalam perang Timur Tengah sejak awal Maret lalu melalui serangan roket yang ditujukan ke Israel. Serangan tersebut merupakan bentuk pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang terjadi dalam serangan gabungan AS-Israel. Sejak saat itu, ketegangan di kawasan ini terus meningkat dengan cepat.
Sebagai respons, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran dan invasi darat ke Lebanon selatan. Selain itu, Israel juga telah melakukan serangan berulang kali di Suriah sejak penggulingan Presiden Bashar al-Assad. Israel menyatakan bahwa tujuannya adalah membangun zona demiliterisasi di selatan negara tersebut untuk mencegah masuknya senjata ke Lebanon.
Di Gaza, pasukan Israel menduduki lebih dari 60 persen wilayah yang porak-porak akibat perang. Pekan lalu, Netanyahu menolak rencana damai Gaza yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan telah didukung oleh kelompok Hamas. Netanyahu menyatakan bahwa militer Israel tidak akan melakukan penarikan pasukan sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya, dan akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan dan warga negara mereka.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pernyataan Menhan Israel
1. Kapan Menhan Israel Bersumpah Pasukan Akan tetap berada di Lebanon, Suriah, dan Gaza? Pernyataan ini disampaikan pada hari Rabu (12/8) waktu setempat saat Katz melakukan kunjungan ke Lebanon selatan.
2. Apa alasan utama Israel mempertahankan kehadiran militernya di ketiga negara tersebut? Israel bertujuan untuk melindungi komunitas di utara, membersihkan area dari ancaman, dan menjamin keamanan penduduk di ketiga wilayah tersebut.
3. Kapan perundingan antara Israel dan Lebanon akan diadakan di Roma? Perundingan dijadwalkan pada awal September mendatang di kota Roma, Italia.
4. Berapa luas zona keamanan Israel di Lebanon selatan? Zona keamanan Israel membentang sekitar 10 kilometer atau enam mil ke dalam wilayah Lebanon.
5. Apa hubungan antara serangan Hizbullah dan kematian Ayatollah Ali Khamenei? Serangan Hizbullah terhadap Israel merupakan bentuk pembalasan atas kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel.
