Berita

MenPAN-RB Bicara Transformasi Digital untuk Mudahkan Layanan Publik

Pemerintah Indonesia sedang melakukan percepatan signifikan dalam transformasi digital sektor publik. Melalui inisiatif yang digagas oleh Kementerian

Desk Berita
Published Agustus 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mary Anderson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. MenPAN RB Bicara Transformasi Digital untuk Mudahkan Layanan Publik
  2. Related Reading

MenPAN RB Bicara Transformasi Digital untuk Mudahkan Layanan Publik

Wahanaberita.com – Pemerintah Indonesia sedang melakukan percepatan signifikan dalam transformasi digital sektor publik. Melalui inisiatif yang digagas oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, fokus utama kini bergeser dari sekadar peluncuran aplikasi menuju solusi yang benar-benar memecahkan masalah masyarakat. Pendekatan ini memastikan bahwa teknologi tidak hanya menjadi alat modernisasi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan warga dengan layanan negara secara lebih efisien dan inklusif.

“Mengusung satu semangat utama ‘Data Dipadankan. Hak Warga Dipastikan’, Kita berada di sini untuk memastikan bahwa percepatan perlindungan sosial digital bukan sekadar gagasan teknokratis, melainkan gerakan nyata yang mudah, inklusif, dan tepat sasaran bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Visi Presiden dan Fondasi Digital Bersama

Upaya transformasi ini sejalan dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pengurangan aplikasi pemerintah yang belum terintegrasi secara optimal. Menurut Rini Widyantini, tolok ukur keberhasilan seharusnya diukur dari jumlah kesulitan warga yang teratasi, bukan sekadar peluncuran aplikasi baru. Teknologi harus berfungsi memangkas tahapan birokrasi, menghubungkan data, dan membawa pelayanan lebih dekat kepada masyarakat, bukan memindahkan kerumitan dari loket fisik ke layar digital.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah sedang mengembangkan Digital Public Infrastructure (DPI). Infrastruktur ini berfungsi sebagai fondasi digital yang aman, terstandarisasi, dan dapat dimanfaatkan lintas layanan. Identitas digital berperan memastikan keakuratan identitas warga, sementara pertukaran data memungkinkan masyarakat tidak perlu menyerahkan informasi yang sama berulang kali. Sistem pembayaran digital juga terintegrasi ke dalam fondasi ini untuk memastikan bantuan diterima secara cepat, aman, dan tercatat dengan baik.

Sumedang Sebagai Model Implementasi

Dalam kesempatan tersebut, Rini menyoroti Kabupaten Sumedang sebagai contoh perkembangan positif dalam pelaksanaan pendataan Perlinsos. Hingga saat ini, sebanyak 111.077 kepala keluarga telah terdaftar di Portal Perlinsos, atau setara dengan 24,23% dari total 458.418 KK di wilayah tersebut. Pencapaian ini mencerminkan kepemimpinan yang aktif, kolaborasi yang berkembang hingga tingkat kecamatan dan desa, serta momentum yang terus dipertahankan.

Yang menarik, 91,91% masyarakat yang terdaftar melalui Portal Perlinsos melakukan pendaftaran dengan bantuan pendampingan agen. Dari total 3.847 Agen yang disiagakan di Sumedang, sebanyak 59,24% telah aktif mendampingi masyarakat secara langsung dari rumah ke rumah. Para agen ini tidak hanya membantu proses pendaftaran, tetapi juga menjelaskan prosedur menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Mereka mendampingi warga sejak tahap awal hingga proses selesai, sekaligus memberikan pemahaman mengenai keamanan data dan mekanisme pendataan.

“Semoga langkah yang kita mulai dan perkuat dari Sumedang hari ini menjadi contoh bahwa pemerintahan digital bukan sekadar membuat negara terlihat lebih modern, tetapi membuat negara lebih hadir dan hidup masyarakat lebih mudah,” ujar Rini.

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan apresiasi kepada Menteri PANRB atas kunjungan meninjau pendataan Perlinsos di wilayahnya. Pemerintah Kabupaten Sumedang menyatakan dukungan penuh terhadap program Perlinsos yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat penerima manfaat. Melalui pendataan yang terstruktur, program ini dapat memastikan ketepatan sasarannya dan tentunya anggarannya agar lebih efisien dan tentunya akan berdampak pada pembangunan di negara kita.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Transformasi Digital

Apa itu Digital Public Infrastructure (DPI)? DPI adalah fondasi digital yang aman dan terstandarisasi yang memungkinkan berbagai layanan publik untuk saling terhubung dan berbagi data secara efisien tanpa memerlukan integrasi yang rumit.

Berapa jumlah agen pendamping di Sumedang? Terdapat 3.847 Agen yang disiagakan di Kabupaten Sumedang untuk membantu proses pendataan masyarakat, dengan 59,24% di antaranya aktif mendampingi warga secara langsung.

Bagaimana cara masyarakat mendaftar melalui Portal Perlinsos? Masyarakat dapat mendaftar secara mandiri atau dengan bantuan pendampingan agen yang tersedia di tingkat kecamatan dan desa. Proses ini dirancang untuk memudahkan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

Apa manfaat utama transformasi digital bagi layanan publik? Transformasi digital mengurangi tahapan birokrasi, memastikan ketepatan sasaran bantuan, dan membuat pelayanan lebih mudah diakses oleh masyarakat tanpa harus antri di loket fisik.

Leave a Comment