Berita

Menko Polkam Ungkap 107 Ribu Ha Lahan Terbakar: El Nino Percepat Perambatan

Fenomena El Nino yang sedang berlangsung intensif telah mempercepat laju perambatan api di berbagai wilayah Indonesia. Menko Polkam Ungkap 107 Ribu Ha Lahan

Desk Berita
Published Agustus 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
menko-polkam-djamari-chaniago-1786354297702_169-1
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. El Nino Mempercepat Penyebaran Kebakaran: 107 Ribu Hektare Lahan Hangus
  2. Related Reading

El Nino Mempercepat Penyebaran Kebakaran: 107 Ribu Hektare Lahan Hangus

Wahanaberita.com – Fenomena El Nino yang sedang berlangsung intensif telah mempercepat laju perambatan api di berbagai wilayah Indonesia. Menko Polkam Ungkap 107 Ribu Ha Lahan yang telah terbakar akibat kondisi cuaca ekstrem ini. Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menyampaikan bahwa total luas hutan dan lahan yang terbakar saat ini telah melampaui angka 107 ribu hektare. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi akan terus berlangsung hingga memasuki awal bulan Oktober mendatang. Menurut Menko Polkam, intensitas El Nino yang kuat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh nusantara. Wilayah-wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Jawa menjadi重点关注 karena memiliki tingkat kerawanan yang tinggi.

Respons Pemerintah Melalui Operasi Udara

Dalam upaya penanganan darurat, pemerintah telah mengerahkan sejumlah kekuatan militer dan sipil. Untuk operasi dari udara, Satgas Udara menempatkan sekitar 43 helikopter di berbagai titik rawan. Selain itu, tersedia juga 10 hingga 15 unit pesawat fixed-wing yang siap diterbangkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Koordinasi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

“Kami baru dalam rapat merespons satu situasi atau cuaca yang sangat-sangat keras dihadapi oleh kita sekarang, yang biasa disebut dengan El Nino yang kuat, yang sudah berlaku dan mulai berlaku sekarang sampai dengan awal September atau awal Oktober yang akan datang,” kata Djamari di Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Menko Polkam juga menekankan efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Melalui teknik ini, hujan buatan dapat diciptakan untuk membantu memadamkan api, asalkan terdapat awan hujan yang memadai di atmosfer. Teknologi ini telah terbukti mampu mengurangi intensitas api hingga 40 persen dalam beberapa kasus.

“Operasi udara sebetulnya sangat efektif, menimbulkan hujan buatan yang dilakukan oleh BNPB. Itu yang paling efektif. Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi yaitu kita harus menemukan ada awan hujan,” jelasnya.

Peringatan Kebakaran TPA dan Ketersediaan Anggaran

Selain kawasan hutan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Djamari menginstruksikan agar seluruh TPA terus dibasahi secara rutin guna mencegah api menjalar. Jika terjadi kebakaran, TPA dapat melepaskan gas metan yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat sekitar. Beberapa TPA besar telah melaporkan peningkatan suhu permukaan yang signifikan.

“Kita juga memperhatikan tempat pembuangan akhir sampah (TPA). Ini pun jadi pengawasan kita. Jangan sampai itu terbakar,” katanya.

Dari sisi logistik, Menko Polkam memastikan bahwa anggaran untuk penanganan karhutla telah disiapkan dan siap digunakan kapan saja. Ia menyatakan bahwa Presiden akan mengizinkan pengeluaran dana sebesar apapun demi kepentingan mengatasi krisis ini. Ketersediaan anggaran ini menjadi faktor penting dalam memastikan respons yang cepat dan efektif.

“Anggaran saya kira untuk itu anggaran disiapkan oleh pemerintah dan siap, bahkan anggaran itu selalu siap. Saya selalu tanya kepada Kepala BNPB, anggaran berapa? Berapa pun Presiden akan mengeluarkan demi kepentingan mengatasi ini,” pungkasnya.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Kebakaran yang meluas ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga ekonomi nasional. Sektor penerbangan mengalami gangguan akibat kabut asap, sementara sektor pertanian kehilangan lahan produktif. Menko Polkam Ungkap 107 Ribu Ha Lahan yang terbakar menunjukkan skala masalah yang perlu ditangani secara komprehensif. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai triliunan rupiah jika kondisi tidak segera membaik.

Pemerintah juga telah mengaktifkan sistem peringatan dini untuk membantu masyarakat mengantisipasi perkembangan situasi. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait menjadi prioritas utama dalam strategi penanggulangan bencana ini.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebakaran Lahan

Berapa lama El Nino diperkirakan berlangsung? El Nino diprediksi akan berlangsung hingga awal Oktober 2026, dengan intensitas yang bervariasi di setiap wilayah.

Apa saja langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah? Pemerintah melakukan operasi udara, modifikasi cuaca, dan pengawasan rutin terhadap TPA serta kawasan hutan rawan.

Bagaimana dampak terhadap kesehatan masyarakat? Kualitas udara menurun di beberapa wilayah, sehingga masyarakat disarankan menggunakan masker dan menghindari aktivitas luar ruangan pada siang hari.

Apakah anggaran sudah cukup untuk penanggulangan? Menko Polkam menyatakan bahwa anggaran telah disiapkan dan Presiden siap mengeluarkan dana sebesar apapun yang diperlukan.

Leave a Comment