Berita

Mendikdasmen soal Temuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel: Sedang Dicari Jalan Keluar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memberikan respons resmi terkait penemuan massal senjata di sekolah Jakarta Selatan. Dalam pernyataannya

Desk Berita
Published Agustus 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
mendikdasmen-abdul-muti-1784547333294_169
Foto : Karen Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Mendikdasmen soal Temuan 995 Senjata di Sekolah
  2. Related Reading

Mendikdasmen soal Temuan 995 Senjata di Sekolah

Wahanaberita.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memberikan respons resmi terkait penemuan massal senjata di sekolah Jakarta Selatan. Dalam pernyataannya, Mendikdasmen soal Temuan 995 Senjata ini menegaskan bahwa pemerintah sedang mencari jalan keluar terbaik untuk memastikan keamanan lingkungan pendidikan. Temuan ini terjadi di wilayah Kebayoran Lama yang menjadi perhatian serius masyarakat dan pemerintah.

Setelah menghadiri rapat koordinasi bersama pimpinan DPR di gedung Senayan pada Senin (10/8/2026), Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak. Langkah ini diambil untuk menjaga kondisi belajar mengajar tetap kondusif dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Sekolah harus berfungsi sebagai rumah kedua yang aman bagi anak-anak Indonesia.

Komitmen Pemerintah terhadap Keamanan Sekolah

Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah. Intinya begini, pertama, kalau kami di Kemendikdasmen itu kan berkomitmen untuk sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak sehingga mereka tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman.

Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani kasus penemuan senjata di lingkungan sekolah. Abdul Mu’ti juga menekankan bahwa setiap institusi pendidikan harus memastikan bahwa fasilitas dan lingkungan sekitar mendukung proses pembelajaran yang optimal.

Peran Kepolisian dalam Klarifikasi Temuan

Mengenai temuan tersebut, Mendikdasmen menyerahkan wewenang penjelasan kepada aparat keamanan, khususnya kepolisian. Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa lembaga kepolisian memiliki otoritas penuh untuk memberikan klarifikasi resmi atas barang-barang yang ditemukan di sekolah.

Terkait dengan adanya temuan itu, mungkin aparatur keamanan, dalam hal ini kepolisian, yang lebih punya otoritas untuk menjelaskan.

Penjelasan dari kepolisian sangat penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat tentang jenis dan jumlah senjata yang ditemukan. Hal ini juga membantu dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam menangani kasus ini.

Mekanisme Pengawasan dan Pencarian Solusi

Menteri juga mengingatkan bahwa pengawasan terhadap operasional sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Kemendikdasmen telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan ini.

Kalau sekolah, kan pengawasannya oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

Kami sudah komunikasi, kami sudah komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan sedang dicari jalan keluarnya.

Detail Lengkap Temuan Senjata

Secara rinci, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa total 996 pucuk senjata ditemukan dalam dua tahap berbeda. Penemuan pertama terjadi pada 10-11 Juli 2026, kemudian ditemukan kembali pada Rabu malam, 5 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 995 pucuk merupakan senapan angin, sementara satu pucuk lainnya adalah senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA.

Senjata api tersebut merupakan milik seorang pria bernama DS yang menjabat sebagai direktur di PT Lokta Karya Perbakin. Kombes Budi Hermanto menjelaskan hal ini kepada wartawan di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (8/8).

Perlu kita luruskan bersama, penemuan barang yang diduga berupa senjata. Ada 996 yang ditemukan, 995 merupakan senjata angin.

Selain senjata, temuan di sekolah tersebut juga mencakup narkoba dan 30 keping CD porno. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat untuk memastikan keamanan lingkungan pendidikan di Jakarta Selatan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Temuan Senjata

1. Berapa total senjata yang ditemukan di sekolah Jakarta Selatan? Total 996 pucuk senjata ditemukan, terdiri dari 995 senapan angin dan 1 senjata api.

2. Kapan pertama kali senjata ditemukan? Penemuan pertama terjadi pada 10-11 Juli 2026, dan penemuan kedua pada 5 Agustus 2026.

3. Siapa pemilik senjata api yang ditemukan? Senjata api milik DS, direktur PT Lokta Karya Perbakin.

4. Apa yang dilakukan pemerintah dalam menangani kasus ini? Pemerintah sedang mencari jalan keluar melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk kepolisian dan pemerintah daerah.

5. Apakah kondisi belajar mengajar terganggu? Pemerintah berkomitmen menjaga kondisi belajar mengajar tetap kondusif dan nyaman bagi peserta didik.

Leave a Comment