Satgas PRR Pulihkan Akses Nagan Raya, Ekonomi Warga Kembali Bergerak
Konektivitas warga di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kini telah pulih setelah sebelumnya terputus akibat bencana
Table of Contents
PRR Percepat Pemulihan Infrastruktur Nagan Raya Pasca Bencana
Wahanaberita.com – Konektivitas warga di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kini telah pulih setelah sebelumnya terputus akibat bencana hidrometeorologi. Tim Satgas PRR Pulihkan Akses Nagan Raya dengan cepat melalui berbagai upaya perbaikan infrastruktur vital, termasuk jalan, jembatan, serta pengendalian aliran sungai yang meluber.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan pada Minggu (9/8/2026), fokus penanganan berada di beberapa titik strategis. Tim Satgas PRR menangani penataan aliran sungai dan perbaikan jembatan di Desa Blang Puuk. Selain itu, material longsor serta limpahan air yang menutupi ruas Beutong-Celala juga segera ditangani oleh tim lapangan.
Perkembangan Signifikan di Blang Puuk
Feri Ejin, Project Manager Proyek Penanganan Bencana Alam Ruas Genting Gerbang-Jeuram, menyampaikan bahwa pekerjaan di Blang Puuk mengalami kemajuan pesat. Badan jalan yang hilang akibat bencana telah direkonstruksi, sementara aliran sungai yang melebar dan menggerus jalan berhasil dikembalikan ke jalur semula.
Untuk memperkuat perlindungan infrastruktur, pembangunan tanggul dilakukan di kedua sisi sepanjang 400 meter. Feri menjelaskan:
Sekarang kita membangun tanggul kanan dan kiri sepanjang 400 meter. Tanggul itu dibangun untuk melindungi konstruksi utama jembatan dan jalan, sehingga jika ada kejadian berulang di kemudian hari, jalan dan jembatan terproteksi dengan baik.
Keterangan tertulis tersebut disampaikan pada Senin (10/8/2026).
Tantangan Logistik dan Target Penyelesaian
Percepatan pekerjaan masih menghadapi kendala logistik, khususnya dalam hal pasokan semen dan solar untuk mengoperasikan alat berat. Kebutuhan semen pada bulan Agustus mencapai minimal 400 ton, namun pasokan yang tersedia saat pemantauan baru sebesar 45 ton. Untuk mengatasi hal ini, tambahan pasokan mulai didatangkan dari Belawan dan Dumai.
Kebutuhan bahan bakar alat berat diperkirakan mencapai sekitar 46.000 liter setiap bulannya. Meskipun demikian, tim lapangan menargetkan penyelesaian pekerjaan di sekitar aliran sungai dekat Jembatan Blang Puuk hingga Ruas Beutong dan Celala pada Desember 2026.
Kita tetap mencari cara, dengan semangat bahwa di bulan Desember ini kita bisa menyelesaikan proyek tepat waktu.
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Feri.
Dampak Positif bagi Ekonomi Masyarakat
Masyarakat mulai merasakan manfaat dari pemulihan akses yang telah dilakukan. Wilayah yang sebelumnya terisolasi kini dapat dilalui kendaraan, termasuk angkutan berukuran besar. Hal ini membuka kembali jalur distribusi hasil pertanian serta memperlancar pasokan barang dari Takengon menuju Nagan Raya maupun Meulaboh.
Feri menambahkan:
Masyarakat sudah terlayani sehingga akses yang kemarin terputus sudah kembali. Mobil-mobil muatan besar untuk suplai dari Takengon ke Nagan Raya ataupun ke Meulaboh sudah mulai masuk.
Progres Kontraktual dan Apresiasi Tim
Fachrun Rizaldi, Kepala Urusan Tata Usaha Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 Aceh, melaporkan bahwa progres pekerjaan secara kontraktual telah mencapai 17,29 persen. Untuk mempercepat penyelesaian, tim menyiapkan penambahan sembilan unit ekskavator serta memastikan kebutuhan bahan bakar dan semen dapat terpenuhi. Seiring pulihnya akses, aktivitas pasar, perkebunan, dan UMKM masyarakat juga mulai kembali bergerak.
Imran, perwakilan Tim Satgas PRR Aceh Kementerian Dalam Negeri, memberikan apresiasi atas kerja keras tim di lapangan yang terus berjalan di tengah tantangan medan dan keterbatasan pasokan material. Ia menyoroti perkembangan penting terkait aliran sungai yang sebelumnya melebar dan kini berhasil diarahkan kembali melewati bagian bawah jembatan.
Luar biasa, dari sungainya yang begitu lebar sekarang bisa dikonsentrasikan kembali di bawah jembatan. Progresnya luar biasa. Saya tahu teman-teman ini 24 jam bekerja. Saya pernah lewat di sini, sore pun masih bekerja.
Peninjauan di Nagan Raya merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh Satgas PRR terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh. Selain meninjau penanganan jalan dan jembatan di Beutong Ateuh Banggalang, tim turut memantau Jembatan Rangka Baja Gunong Kong di Gampong Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, yang sebelumnya terputus dan kini menunggu penanganan lebih lanjut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Satgas PRR Pulihkan Akses Nagan Raya?
Satgas PRR Pulihkan Akses Nagan Raya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Satgas PRR Pulihkan Akses Nagan Raya matter?
Satgas PRR Pulihkan Akses Nagan Raya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
