Internasional

IRGC Sebut Selat Hormuz Tak Dibuka Sampai AS Penuhi Syarat: Ini Medan Perang

IRGC Sebut Selat Hormuz Tak Dibuka sampai Amerika Serikat memenuhi seluruh persyaratan yang diajukan oleh Teheran. Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan

Desk Internasional
Published Agustus 10, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
perang-as-iran-berakhir-selat-hormuz-segera-dibuka-1781798442960_169-2
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. IRGC Sebut Selat Hormuz Tak Dibuka: AS Harus Penuhi Syarat Dulu
  2. Related Reading

IRGC Sebut Selat Hormuz Tak Dibuka: AS Harus Penuhi Syarat Dulu

Wahanaberita.com – IRGC Sebut Selat Hormuz Tak Dibuka sampai Amerika Serikat memenuhi seluruh persyaratan yang diajukan oleh Teheran. Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur perairan strategis ini akan ditunda hingga Washington menyetujui semua ketentuan yang telah ditetapkan. Salah satu poin paling krusial dalam daftar tuntutan tersebut adalah pembayaran ganti rugi atas kerugian yang timbul akibat konflik bersenjata yang berlangsung.

Seperti dilaporkan oleh kantor berita AFP pada Minggu, 9 Agustus 2026, militer Iran menyatakan bahwa kebijakan mereka saat ini adalah mempertahankan status penutupan selat secara ketat. “Kami akan terus menutupnya hingga lawan menerima semua persyaratan kami… Selat ini sekarang berfungsi sebagai medan pertempuran bagi kami, bukan hanya sebagai jalur pelayaran biasa,” tegas pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh IRGC. Pernyataan ini menunjukkan perubahan signifikan dalam cara Iran memandang peran strategis Selat Hormuz dalam konteks geopolitik regional.

Negosiasi Rute Baru Bersama Oman

Dari sisi diplomasi, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa diskusi bersama Oman terkait pengaturan lalu lintas dan manajemen Selat Hormuz sudah memasuki fase penyelesaian. Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa pembukaan kembali selat strategis tersebut belum dapat dipastikan karena masih bergantung pada pemenuhan beberapa ketentuan tambahan serta pembayaran kompensasi atas pelanggaran terhadap kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Juni lalu. Baca juga: Perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.

“Pembahasan dengan Oman mengenai lalu lintas dan pengelolaan selat Hormuz mendekati tahap akhir. Namun pembukaan kembali Hormuz bergantung pada syarat-syarat lain dan kompensasi atas pelanggaran,” ujar Araghchi dalam konferensi persnya.

Araghchi juga secara tegas menyangkal adanya proses negosiasi langsung antara Iran dan Amerika Serikat. Ia menjelaskan bahwa kedua negara hanya melakukan pertukaran pesan melalui pihak ketiga sebagai perantara. Langkah ini diambil untuk menjaga martabat kedua belah pihak sambil tetap membuka ruang dialog yang konstruktif.

Daftar Tuntutan Lengkap dari Teheran

Sebelumnya, Mohammad Bagher Zolghadr, kepala keamanan Iran, telah merinci berbagai tuntutan yang harus dipenuhi untuk membuka kembali jalur perairan tersebut. Salah satu poin utamanya adalah penghentian total “perang dan agresi terhadap Iran serta sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak”. Tuntutan ini mencerminkan kekhawatiran Iran terhadap ekspansi pengaruh Barat di kawasan tersebut.

Selain itu, Iran juga menuntut pencabutan blokade balasan yang diterapkan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan di wilayahnya, penghapusan sanksi ekonomi, pencairan aset-aset yang dibekukan, serta pembayaran ganti rugi atas kerusakan akibat perang, sebagaimana dilansir oleh kantor berita Tasnim. Semua tuntutan ini harus dipenuhi secara simultan sebelum Iran mempertimbangkan untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal-kapal internasional.

Perkembangan Negosiasi Rute Maritim

Melansir Al Jazeera, Araghchi menyatakan bahwa perundingan antara Iran dan Oman untuk menetapkan rute maritim baru di Selat Hormuz berjalan lancar dan sudah mencapai tahap akhir. Namun, ia menekankan bahwa hal ini tidak serta merta berarti jalur air strategis tersebut akan segera dibuka kembali. Proses teknis masih memerlukan waktu untuk memastikan keamanan dan efisiensi rute baru tersebut.

“Rute yang ada saat ini di selat tersebut akan digantikan dengan rute baru dan para ahli sedang menyusun peta-petanya. Hal ini tentu saja tidak berarti bahwa Selat Hormuz dibuka kembali,” jelasnya dengan tegas.

Araghchi menambahkan bahwa pembukaan kembali selat tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah syarat lain yang telah disampaikan kepada pihak-pihak terkait melalui perantara. Ia menggambarkan pembicaraan dengan Oman tersebut sepenuhnya bersifat teknis dan hukum, yang bertujuan untuk menentukan rute maritim yang pertama kali ditetapkan pada tahun 1968. Rute ini memiliki sejarah panjang dalam perdagangan global dan menjadi arteri vital bagi ekonomi dunia.

Perlu diketahui, Iran telah menerapkan blokade efektif di selat tersebut sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pada akhir Februari. Selain itu, Iran juga berencana memungut biaya lintas bagi kapal-kapal yang melintas, sembari menyerang kapal-kapal yang dituduh berusaha menghindari rute yang ditetapkan Iran. Langkah-langkah ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan tersebut.

Serangan yang terus berlanjut di jalur perairan tersebut—yang sebelumnya bebas dilintasi sebelum perang—menyebabkan gagalnya gencatan senjata bulan April. Pihak mediator telah mendesak kedua belah pihak untuk kembali mematuhi ketentuan dalam nota kesepahaman bulan Juni yang menetapkan langkah menuju perundingan damai. Lihat juga: Analisis dampak konflik terhadap ekonomi global.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Selat Hormuz

Apa itu Selat Hormuz? Selat Hormuz adalah jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Jalur ini menjadi salah satu titik lalu lintas minyak dunia yang paling vital.

Mengapa Iran menutup Selat Hormuz? Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, serta untuk menekan Washington agar memenuhi tuntutan diplomatik dan ekonomi.

Berapa lama Iran telah menutup Selat Hormuz? Iran telah menerapkan blokade efektif di Selat Hormuz sejak akhir Februari, yang berarti penutupan berlangsung selama beberapa bulan hingga saat ini.

Apakah negosiasi dengan Oman sudah selesai? Negosiasi dengan Oman sudah memasuki tahap akhir, namun pembukaan kembali Selat Hormuz masih bergantung pada pemenuhan syarat-syarat tambahan dari Amerika Serikat.

Apa dampak penutupan Selat Hormuz terhadap ekonomi global? Penutupan Selat Hormuz dapat mengganggu pasokan minyak dunia dan meningkatkan harga energi secara signifikan, mengingat jalur ini mengangkut sekitar 20% konsumsi minyak global.

Leave a Comment