Berita

KPK Geledah 15 Lokasi di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Sita CCTV Hotel

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan operasi penggeledahan di lima belas tempat yang berkaitan dengan perkara pemerasan yang melibatkan

Desk Berita
Published Agustus 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
gedung-baru-kpk-8_169
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. KPK Lakukan Penggeledahan di 15 Titik Terkait Kasus Pemerasan Anom Widiyantoro
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

KPK Lakukan Penggeledahan di 15 Titik Terkait Kasus Pemerasan Anom Widiyantoro

Wahanaberita.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan operasi penggeledahan di lima belas tempat yang berkaitan dengan perkara pemerasan yang melibatkan mantan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Operasi ini dilaksanakan dalam kurun waktu satu minggu terakhir.

Budi Prasetyo, juru bicara KPK, menjelaskan bahwa aktivitas penyidikan berlangsung mulai Rabu (5/8) hingga Sabtu (8/8). Dari jumlah tersebut, terdapat sepuluh hunian di wilayah Pemalang, dua rumah di Tegal, dua hunian lainnya di Pekalongan, dan satu lokasi di Semarang.

“Bahwa sejak hari Rabu hingga Sabtu (5-8/8), Penyidik melakukan serangkaian kegiatan penggeledahan di lima belas lokasi rumah para pihak yang diduga terkait dengan perkara dimaksud,” ujar Budi Prasetyo saat memberikan keterangan kepada media pada Minggu (9/8/2026).

Selama proses penggeledahan, tim penyidik berhasil mengamankan berbagai dokumen penting. Di antara barang bukti yang disita terdapat rekaman CCTV dari sebuah hotel di Magelang. Selain itu, juga ada dokumen proyek yang sedang maupun akan dilaksanakan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pemalang.

“Penyidik melakukan penyitaan atas beberapa dokumen diantaranya dokumen terkait proyek yang sedang dan akan dilaksanakan di Dinas PUPR Kabupaten Pemalang, serta barang bukti elektronik berupa handphone dan file elektronik,” jelas Budi.

“Selain itu, Tim Penyidik juga melakukan penyitaan rekaman CCTV di sebuah hotel yang berlokasi di Magelang,” tambahnya.

Riwayat Penangkapan dan Barang Bukti

Anom Widiyantoro sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Penangkapan dilakukan di sebuah hotel di Jakarta, dengan total 21 orang diamankan dalam operasi tersebut.

“Ini rangkaian yang di Jakarta, Bupati yang di hotel itu ya betul itu diamankan di hotel, tapi nanti pihak-pihak yang bersama Bupati ini sedang didalami karena kalau tadi kita sudah sampaikan itu ada 21 orang yang ikut diamankan ya,” kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

KPK juga menemukan sejumlah uang di dalam mobil yang dibawa Anom ke Jakarta. Berdasarkan temuan tersebut, KPK membuka kemungkinan untuk mengembangkan perkara ini ke arah gratifikasi.

“Kami juga menemukan uang-uang lain yang juga ada di mobil yang dibawa Bupati ke Jakarta. Kemudian ada uang yang kita temukan juga di rumah media, rumah pemenangan Bupati pada saat pilkada,” kata Taufik.

Dalam operasi OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti senilai total Rp 2,7 miliar dengan rincian sebagai berikut:

Uang tunai yang ditemukan di rumah Mohamad Haris sebesar Rp 300 juta. Di ‘rumah media’ terdapat uang tunai senilai Rp 80 juta. Buku rekening atas nama Mohamad Haris yang diduga sebagai rekening penampung berisi Rp 670 juta, yang saat ini sudah dicairkan dari rekening dan diamankan oleh KPK. Terakhir, satu buah koper di dalam mobil milik Anom Widiyantoro yang berisi uang tunai Rp 451 juta, diamankan di Jakarta.

Frequently Asked Questions

What is KPK Geledah 15 Lokasi di Kasus?

KPK Geledah 15 Lokasi di Kasus is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KPK Geledah 15 Lokasi di Kasus matter?

KPK Geledah 15 Lokasi di Kasus matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment