Internasional

Iran Beri Syarat ke AS Sebelum Buka Lagi Selat Hormuz, Apa Saja?

Mohammad Bagher Zolghadr, pejabat keamanan nasional Iran, telah merilis serangkaian tuntutan yang wajib dipenuhi Washington sebelum Teheran memutuskan untuk

Desk Internasional
Published Agustus 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
perang-as-iran-berakhir-selat-hormuz-segera-dibuka-1781798442960_169-1
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Iran Tetapkan Persyaratan bagi AS untuk Membuka Kembali Selat Hormuz
  2. FAQ: Pertanyaan Umum tentang Iran dan Selat Hormuz
  3. Related Reading

Iran Tetapkan Persyaratan bagi AS untuk Membuka Kembali Selat Hormuz

Wahanaberita.com – Mohammad Bagher Zolghadr, pejabat keamanan nasional Iran, telah merilis serangkaian tuntutan yang wajib dipenuhi Washington sebelum Teheran memutuskan untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Media pemerintah Iran pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, mengonfirmasi bahwa daftar persyaratan ini disusun langsung oleh Zolghadr, yang juga menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Langkah ini mencerminkan posisi tegas Iran dalam diplomasi regional setelah periode ketegangan yang panjang dengan kekuatan Barat.

Menurut laporan CNN, tuntutan-tuntutan tersebut mencakup beberapa poin krusial. Pertama, AS diminta mencabut blokade angkatan laut yang diterapkan terhadap Iran. Kedua, penarikan seluruh pasukan militer dari wilayah tersebut. Ketiga, pengakhiran konflik secara permanen. Selain hal-hal tersebut, Zolghadr juga menekankan pentingnya kompensasi finansial bagi Iran akibat kerugian yang ditimbulkan oleh perang, serta pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan. Setiap poin dalam daftar ini memiliki implikasi signifikan terhadap stabilitas kawasan dan hubungan internasional.

Ini adalah tuntutan rakyat Iran, yang telah mereka suarakan dengan lantang selama 160 hari kehadiran mereka yang teguh di lapangan dan di jalanan.

Zolghadr menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bersifat kondisional. Selama Washington belum menunjukkan perbaikan dalam sikapnya, jalur pelayaran tersebut tetap akan ditutup. Pernyataan ini disampaikan dengan tegas sebagai respons terhadap ketidakpuasan terhadap perilaku Amerika Serikat. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian bagi perdagangan global mengingat Selat Hormuz merupakan arteri vital untuk ekspor minyak dunia.

Negosiasi dengan Oman dan Kondisi Tambahan

Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Iran juga sedang melakukan perundingan dengan Oman. Pada Sabtu, 8 Agustus, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa negosiasi mengenai pengelolaan Selat Hormuz telah mencapai tahap yang sangat dekat dengan kesepakatan. Namun, ia mengingatkan bahwa pembukaan selat tersebut tidak hanya bergantung pada hasil negosiasi dengan Oman, tetapi juga pada langkah-langkah konkret AS. Oman berperan sebagai mediator penting dalam proses diplomasi ini.

Araghchi menyebutkan bahwa AS perlu memperbaiki pelanggaran-pelanggaran yang dianggap telah melanggar nota kesepahaman yang disepakati oleh kedua negara pada bulan Juni. Kementerian Luar Negeri Oman merespons perkembangan ini dengan menggambarkan perundingan sebagai proses yang positif dan konstruktif. Kedua negara sepakat bahwa solusi berkelanjutan memerlukan komitmen dari semua pihak yang terlibat dalam konflik.

Sebelumnya, pada Jumat, 7 Agustus, lembaga penyiaran negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan bahwa anggota parlemen Iran secara mayoritas telah menyetujui usulan kerangka perjanjian dengan Oman. Namun, persetujuan akhir masih menunggu proses lebih lanjut sebelum dapat diumumkan secara resmi. Proses legislatif ini menunjukkan bahwa keputusan mengenai Selat Hormuz tidak hanya bersifat eksekutif, tetapi juga melibatkan representasi rakyat melalui parlemen.

Dampak terhadap Perdagangan Global

Ketidakpastian seputar pembukaan Selat Hormuz telah memberikan dampak signifikan terhadap pasar energi global. Sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, penutupan sementara selat ini mempengaruhi harga minyak mentah dan rantai pasokan internasional. Para analis memperkirakan bahwa jika persyaratan Iran tidak dipenuhi dalam waktu dekat, gangguan terhadap perdagangan dapat berlangsung lebih lama dari yang diharapkan.

Reaksi dari komunitas internasional bervariasi, dengan beberapa negara mengekspresikan kekhawatiran sementara yang lain mendukung pendekatan dialogis. Penting untuk dicatat bahwa situasi ini tidak hanya menyangkut kepentingan Iran dan AS, tetapi juga melibatkan banyak negara yang bergantung pada stabilitas jalur pelayaran ini untuk kelancaran ekonomi mereka.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Iran dan Selat Hormuz

Apa saja syarat utama yang diajukan Iran kepada AS?

Iran mengajukan lima syarat utama: pencabutan blokade angkatan laut, penarikan pasukan militer, pengakhiran konflik, kompensasi finansial, dan pencairan aset yang dibekukan. Semua syarat ini harus dipenuhi sebelum Selat Hormuz dibuka kembali sepenuhnya.

Berapa lama Iran telah menutup Selat Hormuz?

Berdasarkan pernyataan Zolghadr, Iran telah mempertahankan posisi tegas selama 160 hari sejak dimulainya ketegangan. Periode ini mencerminkan keseriusan Teheran dalam menegakkan tuntutan mereka.

Apakah negosiasi dengan Oman sudah selesai?

Negosiasi dengan Oman telah mencapai tahap yang sangat dekat dengan kesepakatan, namun persetujuan akhir masih menunggu proses lebih lanjut. Anggota parlemen Iran secara mayoritas telah menyetujui usulan kerangka perjanjian.

Bagaimana dampak penutupan Selat Hormuz terhadap harga minyak?

Penutupan sementara Selat Hormuz telah menyebabkan volatilitas harga minyak mentah di pasar internasional. Para ahli memperkirakan bahwa gangguan dapat berlangsung lebih lama jika persyaratan Iran tidak segera dipenuhi oleh Washington.

Leave a Comment