Berita

Bareskrim Bongkar ‘Pabrik’ Vape Etomidate di Kamar Kos Kemang

Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri kembali melakukan operasi besar-besaran dalam upaya memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Kali ini, Bareskrim

Desk Berita
Published Agustus 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
barang-bukti-vape-etomidate-ditemukan-dalam-kamar-kos-di-kemang-dokbareskrim-1786203531890_43
Foto : James Thomas - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Bareskrim Bongkar Pabrik Vape Etomidate di Kamar Kos Kemang: Sindikat Produksi Terungkap
  2. Related Reading

Bareskrim Bongkar Pabrik Vape Etomidate di Kamar Kos Kemang: Sindikat Produksi Terungkap

Wahanaberita.com – Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri kembali melakukan operasi besar-besaran dalam upaya memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Kali ini, Bareskrim Bongkar Pabrik Vape Etomidate yang beroperasi di dalam sebuah kamar kos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Operasi ini berhasil mengungkap sindikat produksi vape yang mengandung zat narkotika jenis etomidate dengan skala cukup besar.

Operasi pengungkapan kasus ini berlangsung pada hari Rabu, tanggal 5 Agustus, tepat pukul 04.00 WIB. Dalam aksi yang terkoordinasi dengan baik, petugas berhasil mengamankan tiga tersangka di lokasi masing-masing. Ketiga tersangka tersebut memiliki inisial FS, RFS, dan HSS yang kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Proses Penangkapan dan Pengembangan Penyidikan

Menurut Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, tim khusus menerima laporan dari warga mengenai aktivitas pembuatan narkotika berbentuk vape yang diduga mengandung cairan terlarang di Jakarta Selatan. Laporan ini menjadi katalisator bagi tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Tim 1 Narkotika Subdit III Dittipidnarkoba mendapatkan informasi dari masyarakat adanya pembuatan narkotika dalam bentuk vape yang diduga berisikan cairan narkotika di daerah Jakarta Selatan,” kata Eko kepada wartawan pada Sabtu (8/8/2026).

Setelah menerima informasi tersebut, tim segera menuju lokasi kamar kos di Kemang yang menjadi pusat produksi. Selama penyelidikan intensif, ditemukan seorang pelaku yang sedang melakukan aktivitas produksi barang haram tersebut secara langsung. Proses penangkapan dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan tidak ada tersangka yang berhasil melarikan diri.

“Tim menemukan terduga pelaku FS sedang melakukan produksi vape diduga etomidate,” tutur Eko.

Berdasarkan penangkapan terhadap FS, polisi kemudian melakukan pengembangan penyelidikan yang berhasil menangkap dua tersangka tambahan. Hasil pemeriksaan urine juga mengungkap bahwa FS dan RFS positif mengonsumsi sabu-sabu, yang menunjukkan bahwa para pelaku tidak hanya memproduksi tetapi juga mengonsumsi narkoba tersebut.

Barang Bukti dan Modus Operandi Produksi

Di lokasi penangkapan, petugas menemukan berbagai barang bukti yang cukup signifikan. Antara lain terdapat empat botol kaca berisi cairan etomidate, dua puluh tiga kemasan merek Gucci yang berisi cartridge etomidate, serta sepuluh kemasan lain yang juga mengandung etomidate. Selain itu, ditemukan pula 141 cartridge yang mengandung etomidate dan tersimpan rapi di dalam tray.

Ketiga tersangka mengaku menerima tawaran untuk memproduksi vape etomidate melalui platform media sosial Facebook. Mereka dijanjikan penghasilan jutaan rupiah setiap harinya sebagai imbalan atas pekerjaan tersebut. Modus operandi ini menunjukkan bagaimana teknologi digital dimanfaatkan untuk merekrut pekerja dalam industri narkoba.

“Tersangka FS dihubungi oleh tersangka RFS via Facebook Messenger, lalu berlanjut ke pesan WhatsApp. RFS menawarkan pekerjaan meracik dan mengisikan cairan etomidate ke dalam cartridge dengan janjikan upah Rp 30.000.000 per minggu plus uang makan Rp 2.000.000 per hari,” tutur Eko.

Dampak dan Langkah Selanjutnya

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum karena menunjukkan tren baru dalam peredaran narkoba melalui produk vape. Bareskrim Bongkar Pabrik Vape Etomidate ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat bahwa produksi dan distribusi narkoba akan terus dikejar hingga ke akar-akarnya. Ketiga pelaku saat ini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap seluruh pelaku lain yang terlibat dalam sindikat produksi vape etomidate ini. Operasi ini juga menjadi bagian dari upaya nasional untuk memberantas peredaran narkoba yang semakin beragam bentuk dan jenisnya. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait produksi atau distribusi narkoba.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Vape Etomidate

Apa itu etomidate? Etomidate adalah zat narkotika yang awalnya digunakan sebagai obat bius dalam dunia medis. Namun, zat ini semakin populer sebagai bahan vape yang dikonsumsi secara rekreasi.

Bagaimana modus operandi sindikat ini? Sindikat ini menggunakan media sosial Facebook untuk merekrut pekerja. Pekerja kemudian meracik dan mengisikan cairan etomidate ke dalam cartridge dengan imbalan upah mingguan dan harian.

Berapa banyak barang bukti yang ditemukan? Petugas menemukan 4 botol kaca berisi cairan etomidate, 23 kemasan Gucci berisi cartridge, 10 kemasan lain, serta 141 cartridge etomidate dalam tray.

Apakah ada kaitan dengan narkoba lain? Ya, hasil pemeriksaan urine mengungkap bahwa dua tersangka positif mengonsumsi sabu-sabu, menunjukkan pola konsumsi narkoba yang lebih luas.

Bagaimana status hukum para tersangka? Ketiga tersangka (FS, RFS, dan HSS) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Leave a Comment