Kepala Bapanas & Dirut BULOG Turun Langsung Serahkan Bantuan Pangan di Alor
Kabupaten Alor di Nusa Tenggara Timur kembali menjadi pusat perhatian dalam program bantuan pangan nasional. Kepala Bapanas Dirut BULOG Turun langsung ke
Table of Contents
Kepala Bapanas Dirut BULOG Turun ke Alor: Pastikan Bantuan Pangan Capai Seluruh Keluarga
Wahanaberita.com – Kabupaten Alor di Nusa Tenggara Timur kembali menjadi pusat perhatian dalam program bantuan pangan nasional. Kepala Bapanas Dirut BULOG Turun langsung ke lokasi untuk memastikan distribusi bantuan berjalan optimal. Program ini menargetkan 37.338 keluarga penerima manfaat atau Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah Alor untuk periode Juli hingga September 2026. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam menjangkau wilayah kepulauan terpencil.
Kehadiran Pejabat di Lapangan untuk Evaluasi Langsung
Kedatangan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bersama Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, serta Pemimpin Wilayah BULOG NTT, Arrahim K. Kanam, menjadi momen penting. Mereka hadir secara langsung untuk memastikan bantuan pangan pertama untuk triwulan Juli, Agustus, dan September telah diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. Selain di pusat distribusi, bantuan juga disalurkan ke beberapa desa, yaitu Desa Fuisama dengan 66 PBP, Desa Probur sebanyak 513 PBP, dan Desa Lembur Barat yang menerima 222 PBP.
Kehadiran para pejabat tinggi ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah agar program bantuan benar-benar memberikan manfaat nyata di tingkat akar rumput. Pemerintah tidak ingin ada masyarakat yang merasa terabaikan hanya karena lokasi geografis mereka. Ia menekankan pentingnya kehadiran negara melalui aksi nyata, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.
Komitmen Pemerintah untuk Daerah Kepulauan
Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ada masyarakat yang merasa terabaikan hanya karena lokasi geografis mereka. Ia menekankan pentingnya kehadiran negara melalui aksi nyata, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah hanya karena berada di wilayah kepulauan atau pelosok. Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan benar-benar sampai dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Amran, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BULOG menjadi kunci keberhasilan program ini. Bantuan pangan harus tepat sasaran, tepat waktu, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan perlindungan ketahanan pangan. Program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah pusat dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat di daerah terpencil.
BULOG Pastikan Distribusi Merata ke Seluruh Wilayah
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa kehadiran di Alor bukan sekadar menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat. Setiap keluarga akan menerima 30 kilogram beras sebagai bagian dari alokasi tiga bulan tersebut. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan memang menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi pangan.
“Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat. Bantuan yang disalurkan merupakan alokasi untuk tiga bulan, jadi nanti masing-masing keluarga akan mendapatkan 30 kilogram beras,” ujar Rizal.
Rizal menambahkan bahwa kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan memang menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi pangan. Namun, bagi BULOG, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor merupakan bagian integral dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan yang layak.
“Bagi BULOG, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan. Kami akan terus memastikan pangan hadir sampai ke masyarakat,” tutup Rizal.
FAQ: Bantuan Pangan di Alor
Berapa lama bantuan pangan di Alor berlaku? Bantuan pangan di Alor berlaku untuk periode tiga bulan, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026.
Berapa jumlah beras yang diterima setiap keluarga? Setiap keluarga penerima manfaat akan menerima 30 kilogram beras sebagai bagian dari alokasi tiga bulan tersebut.
Siapa saja pejabat yang hadir dalam penyaluran bantuan? Kepala Bapanas dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, serta Pemimpin Wilayah BULOG NTT Arrahim K. Kanam hadir secara langsung.
Apakah bantuan hanya disalurkan di pusat distribusi? Tidak, bantuan juga disalurkan ke beberapa desa seperti Desa Fuisama, Desa Probur, dan Desa Lembur Barat di Alor.
Berapa total keluarga penerima manfaat di Alor? Total sebanyak 37.338 keluarga penerima manfaat atau Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Alor akan menikmati alokasi bantuan pangan.
