Bbc World

Horor Penembakan Sekolah Thailand, Siswa Kabur Memanjat Pagar

Sebuah insiden tragis terjadi di Nonthaburi, Thailand, pada hari Jumat (07/08) yang menewaskan minimal delapan orang. Pelaku utamanya adalah seorang siswa

Desk Bbc World
Published Agustus 8, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
penembakan-di-thailand-oleh-remaja-14-tahun-saya-kabur-dan-memanjat-pagar-agar-selamat-1786190074174
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Tragedi Penembakan di Sekolah Thailand: Siswa 14 Tahun Tewaskan Belasan Orang
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Tragedi Penembakan di Sekolah Thailand: Siswa 14 Tahun Tewaskan Belasan Orang

Wahanaberita.com – Sebuah insiden tragis terjadi di Nonthaburi, Thailand, pada hari Jumat (07/08) yang menewaskan minimal delapan orang. Pelaku utamanya adalah seorang siswa laki-laki berusia 14 tahun dari kelas 9 di Sekolah Debsirin Nonthaburi. Berdasarkan laporan kepolisian, remaja tersebut melepaskan tembakan ke arah para guru dan teman-temannya sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri. Kejadian ini menjadi salah satu momen paling mengerikan dalam sejarah pendidikan Thailand modern.

Hingga saat ini, daftar korban jiwa mencakup lima pendidik di sekolah tersebut, serta kakek dan nenek pelaku yang ditemukan tewas di rumah mereka. Media lokal Thailand kemudian mengonfirmasi bahwa seorang pelajar lain juga meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. Total korban tewas mencapai sembilan orang dengan puluhan lainnya mengalami cedera.

Kronologi Kejadian yang Mengerikan

Remaja itu dikabarkan telah membunuh kakeknya yang berusia 73 tahun dan neneknya yang berusia 74 tahun di rumah susun dua lantai mereka sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Masing-masing korban tersebut tewas akibat satu tembakan tepat di kepala, menurut pernyataan pejabat kepolisian Thailand.

Setelah peristiwa itu, ia menaiki bus sekolah sambil membawa senjata api dan puluhan butir peluru. Siswa tersebut kemudian mengikuti pelajaran pertama pada pukul 08.30 dan pelajaran kedua pada pukul 09.20. Sekitar setengah jam setelah kelas kedua dimulai, ia mengeluarkan pistol dan mulai menembak.

Dia diyakini pertama kali menembak para guru yang berada di lantai enam sekolah, menewaskan tiga orang di antaranya. Setelah itu, ia berjalan menuruni tangga dan berpapasan dengan wakil kepala sekolah serta sekretaris kepala sekolah yang sedang menaiki tangga untuk memeriksa situasi.

“Pelaku kemudian menembak dan membunuh keduanya di tangga,” kata Mayor Jenderal Polisi Dejrapee Kongdee kepada Reuters.

Polisi segera dikerahkan ke lokasi saat penembakan masih berlangsung. Mereka menemukan pelaku, yang saat itu sudah menembak dirinya sendiri, sekitar pukul 10.40. Lima orang meninggal dunia seketika dan sedikitnya 23 orang mengalami cedera.

Profil Pelaku dan Senjata yang Digunakan

Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polapee Suwanchawee, mengungkapkan bahwa pelaku terindikasi sangat gemar bermain gim, berdasarkan bukti yang ditemukan polisi di rumahnya. Diketahui, pelaku selama ini tinggal bersama kakek dan neneknya karena kedua orang tuanya telah bercerai.

Seorang guru di sekolah tersebut mengatakan bahwa siswa itu dikenal sebagai “anak yang baik dengan prestasi akademik yang baik” serta tidak memiliki riwayat perilaku agresif. Hal ini membuat banyak pihak terkejut dengan kejadian yang terjadi.

Pistol kaliber 9 mm yang digunakan dalam aksi tersebut merupakan milik kakeknya, yang berprofesi sebagai guru, menurut keterangan Kolonel Polisi Thadsakorn Konthong. Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan tanda-tanda bahwa senjata tersebut didapatkan dari dalam kamar tidur sang kakek. Media internasional dan lokal melaporkan bahwa senjata itu terdaftar secara legal dan memiliki izin resmi.

Reaksi dan Dampak Insiden

Video dari lokasi kejadian memperlihatkan staf sekolah bergegas mengevakuasi para siswa dari ruang kelas, sementara petugas kepolisian berupaya mencari pelaku penembakan. Korban luka mendapat penanganan awal dari tim medis di lokasi sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Seorang siswa mengatakan kepada Reuters bahwa awalnya ia mengira suara tembakan saat insiden penembakan di sekolah itu adalah suara petasan atau seseorang yang sedang membenturkan sesuatu.

“Saya tidak mengira itu suara tembakan pada awalnya,” katanya. “Terdengar banyak letusan, ‘dor dor dor’. Lalu suasananya hening. Setelah itu suara tembakan terdengar lagi.”

Sejumlah siswa terlihat berlarian meninggalkan lokasi penembakan, sementara staf Sekolah Debsirin Nonthaburi tampak terpukul dan cemas saat menunggu di luar area sekolah.

Insiden ini terjadi setelah penembakan lain di sebuah sekolah di Thailand selatan pada Februari lalu. Peristiwa tersebut kembali memicu pertanyaan mengenai mudahnya akses terhadap senjata api di Thailand, isu yang kini diperkirakan akan kembali menjadi sorotan.

Kepolisian Kerajaan Thailand dalam sebuah pernyataan menyatakan tengah melakukan penyelidikan atas insiden penembakan tersebut untuk mengungkap penyebab kejadian dan melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa total korban tewas dalam insiden ini? Total korban tewas mencapai sembilan orang, termasuk lima guru, satu siswa, serta kakek dan nenek pelaku.

Bagaimana pelaku bisa mendapatkan senjata api? Pistol kaliber 9 mm yang digunakan merupakan milik kakeknya yang berprofesi sebagai guru. Senjata tersebut terdaftar secara legal dan ditemukan di kamar tidur sang kakek.

Kapan insiden ini terjadi? Insiden penembakan terjadi pada hari Jumat, 7 Agustus 2025, di Sekolah Debsirin Nonthaburi.

Apakah ada korban lain selain yang disebutkan? Selain korban tewas, sedikitnya 23 orang mengalami cedera dan mendapat penanganan medis di lokasi kejadian.

Frequently Asked Questions

What is Horor Penembakan Sekolah Thailand Siswa Kabur?

Horor Penembakan Sekolah Thailand Siswa Kabur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Horor Penembakan Sekolah Thailand Siswa Kabur matter?

Horor Penembakan Sekolah Thailand Siswa Kabur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment