Bbc World

Penembakan di Thailand Tewaskan 8 Orang, Apa yang Diketahui Sejauh Ini?

Jumat (07/08) menjadi hari kelam bagi komunitas pendidikan di Nonthaburi, Thailand. Penembakan di Thailand Tewaskan 8 Orang dalam insiden yang mengejutkan

Desk Bbc World
Published Agustus 8, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
bbc-1786097890978_169
Foto : Karen Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Tragedi Penembakan di Nonthaburi: 8 Jiwa Gugur, Siswa 14 Tahun Jadi Pelaku
  2. Related Reading

Tragedi Penembakan di Nonthaburi: 8 Jiwa Gugur, Siswa 14 Tahun Jadi Pelaku

Wahanaberita.com – Jumat (07/08) menjadi hari kelam bagi komunitas pendidikan di Nonthaburi, Thailand. Penembakan di Thailand Tewaskan 8 Orang dalam insiden yang mengejutkan dunia. Korban jiwa terdiri dari lima pendidik di sekolah setempat, serta kakek dan nenek dari pelaku yang ditemukan di kediamannya. Insiden ini telah memicu gelombang duka di seluruh negeri dan menarik perhatian media internasional.

Pelaku yang diduga bertanggung jawab adalah seorang murid laki-laki berusia 14 tahun, siswa kelas 9 di Sekolah Debsirin Nonthaburi. Berdasarkan laporan kepolisian, ia melepaskan tembakan ke arah para guru dan teman sekelas sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri. Penembakan di Thailand Tewaskan 8 Orang dalam kejadian yang berlangsung hanya beberapa menit namun meninggalkan dampak mendalam.

Detail Korban dan Kondisi Luka

Selain delapan korban tewas, setidaknya 15 orang lainnya mengalami luka-luka dalam kejadian ini. Dua di antaranya berada dalam kondisi kritis dan memerlukan penanganan intensif. Para korban luka pertama-tama mendapat pertolongan dari tim medis yang hadir di lokasi sebelum kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Penembakan di Thailand Tewaskan 8 Orang dan melukai puluhan siswa serta guru.

Video yang beredar dari tempat kejadian menunjukkan suasana genting. Staf sekolah terlihat bergegas mengevakuasi para siswa dari ruang kelas, sementara petugas kepolisian terus berupaya melacak posisi pelaku penembakan. Evakuasi dilakukan dengan cepat untuk mencegah korban bertambah.

Profil Pelaku: Siswa yang Gemar Bermain Game

Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polapee Suwanchawee, mengungkapkan bahwa bukti yang ditemukan di rumah pelaku menunjukkan ia sangat gemar bermain gim. Diketahui, selama ini pelaku tinggal bersama kakek dan neneknya. Polisi menduga bahwa pelaku membunuh kedua kakek-neneknya sebelum berangkat ke sekolah. Senjata yang digunakan dalam aksi tersebut adalah pistol kaliber 9 mm yang merupakan milik kakeknya, yang berprofesi sebagai guru.

Seorang guru di sekolah tersebut memberikan kesaksian bahwa siswa itu dikenal sebagai “anak yang baik dengan prestasi akademik yang baik” serta tidak memiliki riwayat perilaku agresif. Hal ini menambah keheranan masyarakat atas kejadian yang terjadi.

Saksi Mata Mengisahkan Detik-detik Penembakan

Seorang siswa menceritakan pengalamannya saat insiden terjadi. Awalnya, ia mengira suara tembakan hanyalah suara petasan atau seseorang yang sedang membenturkan sesuatu.

“Saya tidak mengira itu suara tembakan pada awalnya. Terdengar banyak letusan, ‘dor dor dor’. Lalu suasananya hening. Setelah itu suara tembakan terdengar lagi.”

Sementara itu, seorang siswi kelas 8 yang masih mengenakan seragam sekolah berbicara kepada jurnalis BBC News saat berdiri di samping ibunya, menunggu dijemput di sebuah kios makanan di seberang sekolah.

“Saya sedang berdiri di depan guru ketika beliau ditembak. Saat itu beliau sedang berbicara dengan saya ketika pelaku datang dan menembaknya. Saya tidak bisa melihat apa-apa selain kepulan debu. Dia berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain. Meja saya sangat dekat dengan posisi guru. Saya terpaksa memanjat pagar sekolah untuk melarikan diri bersama teman-teman lain.”

Siswi tersebut tampak masih dalam kondisi syok. Sang ibu mengatakan putrinya sempat berkata kepadanya, “Saya pikir saya tidak akan pernah bisa bertemu Ibu lagi.”

Insiden yang Memicu Perdebatan Akses Senjata Api

Insiden ini terjadi setelah penembakan lain di sebuah sekolah di Thailand selatan pada Februari lalu. Peristiwa tersebut kembali memicu pertanyaan mengenai mudahnya akses terhadap senjata api di Thailand, isu yang kini diperkirakan akan kembali menjadi sorotan publik. Penembakan di Thailand Tewaskan 8 Orang menambah daftar tragedi serupa di negara tersebut.

Kepolisian Kerajaan Thailand dalam sebuah pernyataan menyatakan tengah melakukan penyelidikan atas insiden penembakan tersebut untuk mengungkap penyebab kejadian dan melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Baca juga: Kebijakan Senjata Api di Thailand

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berapa total korban dalam penembakan di Nonthaburi? Total ada 8 korban tewas dan 15 orang luka-luka dalam insiden tersebut.

Siapa pelaku penembakan di sekolah Debsirin Nonthaburi? Pelaku adalah seorang siswa laki-laki berusia 14 tahun, siswa kelas 9 di sekolah tersebut.

Bagaimana kronologi kejadian dimulai? Pelaku diduga membunuh kakek dan neneknya di rumah sebelum membawa pistol milik kakeknya ke sekolah dan melepaskan tembakan.

Apakah ini insiden penembakan pertama di Thailand? Tidak, ini terjadi setelah penembakan lain di sekolah Thailand selatan pada Februari 2020 lalu.

Bagaimana kondisi para korban luka? Dua korban luka berada dalam kondisi kritis, sementara sisanya mendapat pertolongan pertama di lokasi dan dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Artikel ini akan diperbarui secara berkala seiring perkembangan penyelidikan.

Leave a Comment