Berita

New Policy: Hari Raya Idul Adha Diprediksi Panas, BMKG Imbau Tetap Waspada Hujan Lokal

ul Adha: Waspadai Hujan Lokal New Policy terkait prakiraan cuaca untuk masa Hari Raya Idul Adha dan beberapa hari sebelumnya telah diterbitkan oleh Badan

Desk Berita
Published Mei 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

BMKG Prediksi Cuaca Hari Raya Idul Adha: Waspadai Hujan Lokal

New Policy terkait prakiraan cuaca untuk masa Hari Raya Idul Adha dan beberapa hari sebelumnya telah diterbitkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Laporan ini menyebutkan bahwa sejumlah wilayah Indonesia akan mengalami peralihan musim ke kemarau secara bertahap, seiring dengan persiapan perayaan Idul Adha. Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan analisis terperinci untuk memastikan masyarakat siap menghadapi perubahan cuaca yang terjadi.

Overview New Policy: Transisi Musim dan Peringatan Cuaca

Menurut New Policy BMKG, periode Mei II-III 2026 menjadi masa transisi menuju musim kemarau, terutama di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, serta Jawa Timur. Perubahan ini memerlukan persiapan khusus, termasuk pengawasan cuaca ekstrem dan penyesuaian aktivitas sehari-hari. Ida menambahkan bahwa meski musim kering mulai terjadi, hujan lokal masih berpotensi muncul di beberapa area, yang perlu menjadi perhatian bagi pengguna jalan dan masyarakat umum.

“Dalam New Policy BMKG, kita melihat adanya pergeseran pola curah hujan yang menunjukkan penurunan signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, kategori hujan tinggi tetap berlaku di Maluku dan sekitarnya, sehingga masyarakat harus tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak,” kata Ida saat memberikan keterangan kepada media.

Regional Impact: Kategori Curah Hujan dan Waktu Kering

Berdasarkan data yang dikeluarkan dalam New Policy, curah hujan pada Dasarian III Mei 2026 terbagi dalam tiga kategori: Tinggi (150-300 mm per dasarian), Menengah (50-150 mm per dasarian), dan Rendah (kurang dari 50 mm per dasarian). Wilayah dengan kategori hujan tinggi seperti Maluku, sedangkan kategori menengah mencakup Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTT, Sulawesi, Maluku Utara, serta Papua. Di sisi lain, wilayah dengan curah hujan rendah seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Kalimantan Selatan mungkin mengalami kondisi kering yang membutuhkan antisipasi lebih lanjut.

Dalam New Policy BMKG, cuaca panas diperkirakan akan berlangsung sepanjang pagi hingga siang, terutama di daerah yang mulai memasuki musim kemarau. Namun, pada sore hingga malam hari, hujan lokal bisa terjadi di wilayah yang termasuk dalam kategori curah hujan menengah hingga tinggi. Faktor kelembapan tinggi, seperti di daerah pesisir atau dataran rendah, meningkatkan risiko hujan yang tidak terduga.

Advisory from BMKG: Langkah Siap dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara mendadak. New Policy ini menjadi dasar untuk memberikan peringatan dini dan rekomendasi pengelolaan kegiatan sehari-hari, terutama selama masa Hari Raya Idul Adha. Ida menekankan bahwa cuaca ekstrem, seperti hujan deras atau panas berlebihan, bisa memengaruhi mobilitas dan keselamatan, sehingga pengawasan terus dilakukan.

“Dengan adanya New Policy yang dirilis BMKG, masyarakat diimbau untuk tetap memantau prakiraan cuaca setiap hari dan siapkan langkah pencegahan jika diperlukan. Terutama di daerah dengan kategori curah hujan menengah, hujan lokal bisa terjadi tanpa pemberitahuan awal,” kata Ida, menambahkan bahwa data curah hujan diperbarui secara berkala untuk memastikan keakuratan informasi.

Kondisi cuaca yang tidak stabil menurut New Policy ini memerlukan koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk meminimalkan risiko kejadian cuaca buruk. BMKG juga menyebutkan bahwa peringatan dini tentang kekeringan dan hujan lokal akan terus disampaikan melalui media resmi dan aplikasi pemantauan cuaca. Hal ini bertujuan untuk mendukung kegiatan ekonomi, transportasi, dan kesehatan selama liburan Idul Adha.

Leave a Comment