Iran Pasang Billboard ‘Trump dalam Peti Mati’ di Teheran
Topics Covered – Pemerintah Iran telah memasang billboard besar di pusat kota Teheran, yang menampilkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbaring dalam peti kematian. Papan iklan ini ditempatkan di sudut Lapangan Enghelab, sebuah area strategis yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan politik penting. Pemilihan lokasi ini menunjukkan bagaimana pemerintah Iran memanfaatkan ruang publik sebagai media untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan luar negeri AS, terutama terkait konflik dengan negara-negara kawasan Timur Tengah.
Symbolisme dan Konteks Politik Billboard
Billboard ini dirancang dengan kesadaran politik yang tinggi, menampilkan Trump di dalam peti mati hitam yang terbuka. Di dinding peti mati tersebut, terdapat grafiti putih yang mencantumkan frasa “Kami Akan Membunuh Trump” dalam bahasa Persia dan Inggris. Simbol ini mengingatkan pada tradisi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran, adalah tokoh sentral dalam perang gerilya terhadap kekuatan asing, sehingga merekam jejak kematian Trump sebagai bagian dari narasi konflik yang berlangsung.
Konteks ini membuat billboard menjadi bagian dari kampanye propaganda yang lebih luas. Pemerintah Iran menggunakan gambar Trump dalam peti mati sebagai representasi untuk menyampaikan pesan kebencian terhadap AS, serta menggambarkan Trump sebagai korban dari operasi militer yang disebut sebagai “pembunuhan di tanah Iran.” Pemilihan gambar ini juga mencerminkan keinginan untuk menarik perhatian internasional dan mengingatkan dunia tentang konflik yang berkelanjutan antara Iran dan kekuatan-kekuatan Barat.
Pengulangan Simbolisme dalam Kampanye Propaganda
Ini bukan pertama kalinya pemerintah Iran menggunakan simbol-simbol pemakaman untuk menyampaikan pesan politik. Sebelumnya, pada Januari 2026, papan reklame serupa pernah menampilkan gambar serangan terhadap kapal perang AS, lengkap dengan jejak darah yang menyerupai pola bendera Amerika. Kebiasaan ini mencerminkan strategi komunikasi visual yang konsisten, dimana Iran ingin menggabungkan kejadian nyata dengan gambaran dramatis untuk memperkuat narasi konflik.
Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai elemen grafiti dan simbolisme kematian menjadi bagian utama dari kampanye propaganda Iran. Dengan memasang Trump dalam peti mati, mereka mencoba menggambarkan Trump sebagai martir yang kehilangan nyawa karena kekejaman pihak AS dan sekutunya. Frasa “Untuk mengenang anak-anak Minab” yang terdapat di billboard tersebut juga mengingatkan kembali pada trauma yang dialami warga Iran akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026, yang menghancurkan pangkalan militer dan kota Minab.
Billboard ini tidak hanya berfungsi sebagai pesan politik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran kolektif di dalam negeri. Dengan menggambarkan Trump sebagai korban, pemerintah Iran ingin menguatkan semangat nasionalis dan menegaskan bahwa kekuatan asing adalah ancaman terhadap keamanan dan kemerdekaan Iran. Hal ini juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, karena masyarakat Iran secara umum mendukung tindakan represif terhadap negara-negara yang dianggap sebagai musuh.
Topics Covered ini menjadi contoh menarik bagaimana propaganda bisa menggunakan media visual untuk menyampaikan pesan yang kompleks. Dengan menggabungkan simbol kematian dan pesan politik, pemerintah Iran mencoba menyatukan kepentingan lokal dengan konflik global. Selain itu, billboard ini juga menunjukkan keinginan untuk membuat kesan yang mendalam di mata publik internasional, sehingga memicu perdebatan tentang hubungan Iran dan AS serta peran visual dalam komunikasi politik.
