Berita

Solving Problems: Cerita Ipda Kadek Sumerta Jadi Polisi Pelindung Kaum Disabilitas di Gianyar

olisi Gianyar Berikan Perlindungan kepada Kaum Disabilitas Solving Problems - Kegiatan "Solving Problems" di Gianyar, Bali, semakin menunjukkan peran polisi

Desk Berita
Published Juli 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Solving Problems: Polisi Gianyar Berikan Perlindungan kepada Kaum Disabilitas

Solving Problems – Kegiatan “Solving Problems” di Gianyar, Bali, semakin menunjukkan peran polisi sebagai pelindung dan pengembang masyarakat. Ipda Kadek Sumerta, anggota Polsek Blahbatuh, memimpin program binaan di Yayasan Bhakti Senang Hati, yang menampung ratusan penyandang disabilitas. Dengan pendekatan kreatif, Kadek memberikan dukungan berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup mereka.

Awal Mula Keterlibatan Kadek

Kadek terlibat dalam program ini sejak 2017, ketika ia mengunjungi yayasan dengan pakaian dinas. Saat itu, ia menyadari adanya kebutuhan tambahan untuk mengasuh anak-anak difabel yang belum memiliki guru. “Kehadiran saya memicu rasa canggung, bahkan ketakutan di awal. Mereka terbiasa melihat orang berpakaian polisi sebagai penegak hukum,” ujarnya dalam wawancara dengan detikcom, Selasa (7/7/2026).

“Tapi setelah memahami kebutuhan mereka, saya memutuskan untuk tetap ada di sini, bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai pelindung dan pelaku perubahan.”

Mengubah Perspektif dengan Pendekatan Unik

Sejak mendaftarkan diri sebagai pengajar, Kadek mengadaptasi metode pendidikan yang berbeda dari sistem formal. Fokus utamanya adalah memahami tantangan individu, sehingga bisa menyesuaikan strategi. “Saya belajar dari mereka, karena setiap penyandang disabilitas memiliki potensi unik yang perlu dihargai,” katanya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara polisi dan warga, tetapi juga menginspirasi masyarakat lain untuk terlibat dalam peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas. Dengan “Solving Problems” sebagai pendekatan utama, Kadek membantu masyarakat mengatasi hambatan melalui pendidikan dan pelatihan.

Program Keterampilan dan Pemberdayaan

Menurut Kadek, program keterampilan adalah bagian integral dari upaya “Solving Problems”. Selain baca tulis, anak-anak difabel diberikan pelatihan seperti memasak, berinteraksi dengan tamu, dan keterampilan sosial. “Kami ingin mereka bisa merasa percaya diri dan tidak merasa terasing dalam masyarakat,” jelasnya.

“Keterampilan ini tidak hanya membantu mereka bekerja, tetapi juga meningkatkan kualitas interaksi sosial mereka, yang menjadi bagian dari solusi untuk masalah yang dihadapi.”

Pengembangan Jangka Panjang dan Harapan

Kegiatan binaan di yayasan telah menghasilkan 120 individu yang dibina, dengan 25 orang tinggal di asrama. Kadek berharap program ini bisa berlanjut secara berkelanjutan, seiring dukungan dari pihak berwenang. “Tujuan utama kami adalah membangun kepercayaan diri, agar mereka bisa menjalani hidup mandiri di masa depan,” tegasnya.

Apresiasi dari Komunitas dan Yayasan

Ketua Yayasan Bhakti Senang Hati, I Nyoman Sukadana, menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi Kadek. “Beliau selalu hadir, bahkan saat masih menjabat Bhabinkamtibmas Desa Siangan. Banyak warga mulai mengenal polisi sebagai sosok yang peduli,” kata Sukadana.

Pengurus yayasan lain, Ida Bagus Nyoman Sancaya (Usman), menggambarkan Kadek sebagai sosok ayah yang mendukung. “Semua usulan dan kebutuhan kami selalu didengar. Ia bukan hanya polisi, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga mereka,” imbuhnya.

Dukungan dari Atasan dan Kontribusi Terhadap Citra Polri

Konsistensi Kadek dalam membina penyandang disabilitas mendapat apresiasi dari Kapolsek Blahbatuh, Kompol Luh Putu Sri Sumartini. Menurutnya, inisiatif Kadek patut menjadi contoh untuk anggota Polri lainnya. “Kegiatannya menunjukkan komitmen luar biasa terhadap masyarakat, serta mengubah persepsi tentang peran polisi,” jelas Sumartini.

Program “Solving Problems” ini bukan hanya menyelesaikan masalah lokal, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendorong inklusivitas di Gianyar. Dengan memadukan pendidikan, pelatihan, dan pendekatan empatik, Kadek berhasil membangun lingkungan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, sekaligus meningkatkan citra polisi sebagai pelindung yang komprehensif.

Leave a Comment