Pria di Priok Jakut Jual Airgun di Marketplace, Bisa Rakit Upgrade Senjata
Investigasi dan Penangkapan
Visit Agenda – Seorang pria di Priok, Jakarta Utara, yang dikenal sebagai MF, terlibat dalam kegiatan penjualan senjata airgun secara ilegal melalui marketplace. Tersangka ini ditangkap karena memanfaatkan platform online untuk menjual senjata yang bisa di-upgrade dan dirakit. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo mengungkapkan bahwa MF menggunakan berbagai strategi, termasuk menjual secara langsung, melalui komunikasi online, atau melalui marketplace yang tersembunyi.
“Jualan airgun ini dilakukan dengan cara yang tidak terdeteksi oleh pihak berwajib. Tersangka memanfaatkan kepercayaan konsumen dengan menawarkan senjata yang memiliki keunggulan dalam desain dan performa,” jelas Aris dalam konferensi pers, Jumat (26/6/2026).
MF tidak hanya menjual senjata yang sudah siap pakai, tetapi juga memodifikasi senjata tersebut untuk meningkatkan daya tembak. Menurut informasi, keuntungan dari penjualan ini mencapai ratusan juta rupiah, yang menunjukkan tingkat keberhasilan operasionalnya. Polisi menemukan bukti transaksi yang mengindikasikan bahwa MF memiliki jaringan luas dalam bisnis senjata ini.
Proses Merakit dan Upgrade Senjata
Tersangka MF memiliki keahlian teknis dalam merakit senjata airgun, yang dia pelajari secara mandiri melalui tutorial di media sosial. Dengan kemampuan ini, ia mampu mengubah senjata dasar menjadi versi yang lebih kuat dan modern. Proses upgrade melibatkan penggantian bagian-bagian penting, seperti mekanisme pengisian dan lengan penembak.
“MF bisa memodifikasi senjata dari awal hingga akhir, bahkan menambahkan fitur seperti pengisi CO₂ dan daya tembak yang lebih intensif. Ini membuat senjata airgun yang dijualnya terlihat seperti senjata asli, sehingga sulit dideteksi oleh pembeli awam,” terang Aris.
Keahlian rakitan MF juga memungkinkannya menyediakan senjata sesuai keinginan pembeli. Ia menawarkan berbagai jenis airgun, mulai dari model sederhana hingga versi premium yang dihargai lebih mahal. Dalam Visit Agenda, polisi menyebutkan bahwa penjualan melalui marketplace menjadi pilihan utama karena akses yang lebih luas dan anonimitas yang diberikan oleh platform tersebut.
Operasi Undercover dan Langkah Pemeriksaan
Penangkapan MF bermula dari operasi undercover yang dilakukan oleh petugas kepolisian. Mereka menyamar sebagai pembeli dan meminta senjata airgun WG 321 hitam ‘non bloback’ atau jenis Cal. 6mm – Power By Co². Setelah mendapatkan konfirmasi dari tersangka, polisi melakukan transaksi langsung di Jalan Panaitan, Pelabuhan Tanjung Priok.
“Selama operasi, kita mengamati cara MF mengatur transaksi dan mengirimkan barang. Ia juga memiliki sistem pengiriman yang terorganisir, termasuk penggunaan aplikasi WhatsApp untuk koordinasi dengan pelanggan,” tutur Aris.
Saat digeledah, petugas menemukan satu unit senjata airgun yang sudah siap untuk digunakan, serta beberapa komponen tambahan yang digunakan untuk upgrade. Barang bukti lainnya ditemukan di kontrakan MF di Jati Cempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi. Dari sana, mereka juga mengamankan dokumen serta peralatan rakitan yang bisa digunakan untuk memperkuat senjata.
Profil Tersangka dan Keterlibatan Lain
MF adalah seorang warga Priok yang berusia sekitar 30 tahun. Menurut penyelidikan, ia memiliki pengalaman dalam industri senjata airgun dan memanfaatkan jaringan sosial untuk menjangkau pembeli potensial. Dalam Visit Agenda, polisi menyebutkan bahwa penjualan ini tidak hanya dilakukan secara lokal, tetapi juga melibatkan konsumen dari daerah lain.
“MF tidak hanya menjual, tetapi juga menjual bagian-bagian senjata untuk penggunaan sendiri. Ia memiliki kemampuan untuk memperkuat bagian-bagian tertentu, seperti pelatuk dan mekanisme pengisi, sehingga senjata yang dijualnya lebih tajam dan siap untuk dipakai di lapangan,” ungkap sumber polisi.
Keberhasilan MF dalam menjual senjata airgun secara ilegal menunjukkan bahwa industri ini cukup menguntungkan. Polisi juga menemukan bahwa ia tidak sendirian dalam kegiatan ini, melainkan bergantung pada sejumlah pembantu yang membantu proses pengiriman dan pengemasan senjata. Langkah ini memberikan gambaran bahwa kegiatan penjualan senjata ilegal di marketplace tidak hanya melibatkan satu individu, tetapi juga jaringan yang kompleks.
Impak dan Regulasi
Penjualan senjata airgun secara ilegal di marketplace memberikan dampak yang signifikan, baik secara sosial maupun hukum. Dalam Visit Agenda, polisi mengungkapkan bahwa senjata ini bisa digunakan untuk keperluan pribadi maupun dijual kembali ke berbagai kalangan. Penggunaan senjata airgun yang tidak terkontrol juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika dibuat lebih kuat dan digunakan dalam skala besar.
“Senjata airgun yang dijual MF bisa dipakai untuk mengancam keselamatan orang lain, terutama jika dibuat dengan modifikasi yang ekstrem. Ini mengingatkan pentingnya regulasi yang ketat terhadap perdagangan senjata di platform digital,” tambah Aris.
Keberhasilan penangkapan ini menunjukkan upaya polisi dalam mengungkap kegiatan ilegal yang berbasis online. Dalam Visit Agenda, polisi juga berencana untuk mengintensifkan penyelidikan terhadap jaringan penjualan senjata lainnya, khususnya yang beroperasi di marketplace. Kapolres menekankan bahwa kegiatan ini bisa mengakibatkan konsekuensi hukum berat, termasuk penggunaan senjata untuk tindakan kekerasan atau pembunuhan.
