Wacana Pemindahan Depo Plumpang Menuai Kontroversi: Ahok, Erick Thohir, dan Luhut Panjaitan Berbeda Pendapat

Wahana Berita – Peristiwa kebakaran besar yang mengguncang Depo Plumpang, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu telah menimbulkan pro dan kontra terkait rencana pemindahannya. Menteri BUMN, Erick Thohir, memanggil Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), untuk menyamakan persepsi terkait pemindahan tersebut.

Rencana pemindahan ini menjadi perhatian khusus karena berdampak pada keselamatan masyarakat dan suplai BBM nasional. Di tengah rencana tersebut, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan, justru berpendapat bahwa yang harus pindah bukanlah depo, melainkan masyarakat sekitar.

Kesimpangsiuran pendapat ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi para investor dan masyarakat. Saham Tesla bahkan mengalami penurunan hingga 4 persen. Namun, Kepala Keuangan Tesla, Zachary Kirkhorn, memastikan bahwa biaya proyek ini sejalan dengan proyeksi dana Tesla untuk tiga tahun ke depan.

Pemindahan Depo Plumpang dianggap penting karena saat ini lahan depo terbatas. Jika ada penambahan pasokan BBM dari kilang baru dan impor, depo tersebut tak akan mampu menampungnya. Oleh karena itu, pemerintah harus mencari solusi yang tepat untuk relokasi bangunan pemukiman di sekitar Depo Plumpang.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengklarifikasi bahwa pemindahan hanya akan dilakukan terhadap area tangki dan filling set. Namun, hal ini tidak bisa dilakukan secara mendadak mengingat depo tersebut mensuplai 15 persen kebutuhan BBM nasional.

Opsi pemindahan ke lahan milik Pelindo di Kalibaru tampaknya menjadi alternatif yang dipertimbangkan, meski pembangunan baru bisa selesai dalam waktu empat hingga lima tahun.

Kita harus bersama-sama menyadari bahwa pemindahan Depo Plumpang adalah langkah penting untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dan keberlanjutan suplai BBM nasional. Diperlukan kajian dan kerjasama yang matang dari semua pihak untuk menemukan solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat. Semoga dengan pendekatan yang tepat, kesepakatan bisa tercapai demi kebaikan bersama.

Sumber : cnnindonesia.com