Utang Pemerintah Indonesia Raih Pertumbuhan dalam Batas Aman: Fokus Pemanfaatan untuk Kesejahteraan Rakyat

Wahana Berita – Pada Juni 2023, posisi utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 7.805,19 triliun, naik Rp 17,68 triliun dari bulan sebelumnya. Meskipun angka tersebut menimbulkan perhatian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) masih dalam batasan aman.

Dengan rasio utang pemerintah sebesar 37,93% dari PDB, Kemenkeu menyatakan bahwa angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yakni 60% dari PDB. Selain itu, tingkatan ini juga sesuai dengan yang ditetapkan melalui Strategi Pengelolaan Utang Jangka Menengah 2023-2026 di kisaran 40%.

Pemerintah Indonesia membagi utangnya menjadi dua jenis, yakni surat berharga negara (SBN) dan pinjaman. Mayoritas utang berasal dari SBN sebesar 89,04% atau Rp 6.950,10 triliun, sementara sisanya dari pinjaman sebesar 10,96% atau Rp 855,09 triliun.

Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pengelolaan utang dilakukan dengan risiko yang terkendali. Mereka memastikan bahwa utang pemerintah digunakan untuk kegiatan yang sifatnya produktif dan investasi dalam jangka panjang.

Dalam beberapa tahun terakhir, belanja pemerintah yang sifatnya produktif telah meningkat secara signifikan. Belanja infrastruktur meningkat hingga 265% dari tahun 2014 hingga 2018, serta belanja pendidikan dan kesehatan yang naik lebih dari 180% selama periode yang sama.

Pembiayaan utang menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama saat menghadapi tantangan seperti pandemi COVID-19. Utang digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang mendesak, seperti penyediaan fasilitas kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan ketahanan pangan.

Pemerintah meyakini bahwa manfaat dari pembiayaan ini jauh lebih besar daripada risiko yang ditanggung. Penundaan pembiayaan hanya akan mengakibatkan biaya dan kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

Beberapa proyek yang berhasil diwujudkan melalui pembiayaan utang termasuk MRT Jakarta, Waduk Jatigede, dan Jalur KA (Double Track) Cirebon-Kroya. Semua proyek ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pendekatan yang baik dalam pengelolaan utang dan fokus pada kegiatan produktif, pemerintah Indonesia berupaya untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.

Sumber : detik.com