Usulan Kepala Seksi Dinkes DKI Jakarta Untuk Pasien Covid-19 Tidak Perlu Karantina, Tapi Wajib Pakai Masker!

Wahana Berita – Ngabila Salama, Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, telah memberikan usulan yang menarik kepada pemangku kepentingan dan stakeholder terkait pandemi Covid-19. Ia menyampaikan bahwa pasien Covid-19 tidak lagi perlu menjalani karantina atau isolasi di rumah sakit, melainkan hanya perlu memakai masker sebagai langkah wajib.

“Saya memberikan masukan kepada stakeholder bahwa pasien Covid-19 (+) tidak perlu lagi melakukan isolasi, tetapi tetap harus menggunakan masker,” ungkap Ngabila dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu (14/6/2023).

Menurut Ngabila, situasi Covid-19 di Ibu Kota, Jakarta, telah terkendali. Tingkat Pemakaian Tempat Tidur (Bed Occupation Rate/BOR) untuk pasien isolasi di rumah sakit hanya mencapai 5 persen, atau sebanyak 94 kasus rawat inap dari total 1.966 tempat tidur yang tersedia.

“Dengan rasa syukur, kondisi Covid-19 di Jakarta sangat terkendali. Jumlah kasus positif dalam satu minggu terakhir hanya 540 kasus (rata-rata 70 kasus positif baru per hari),” jelasnya.

Ngabila juga menyampaikan bahwa selama satu minggu terakhir, hanya terdapat empat kasus kematian akibat Covid-19 di Ibu Kota. Semua pasien yang meninggal berusia 50 tahun ke atas dan belum menerima dosis vaksinasi keempat.

Selanjutnya, kata Ngabila, terdapat delapan persen pasien lainnya yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU), yang jumlahnya hanya 34 kasus dari total 405 tempat tidur yang tersedia.

“Saat ini, regulasi isolasi Covid-19 (+) masih berlaku selama 10 hari jika tidak dilakukan pemeriksaan PCR, dan 5 hari jika hasil pemeriksaan PCR sudah menunjukkan hasil negatif,” ucapnya.

Meskipun demikian, Ngabila menyatakan bahwa usulan ini mungkin akan mempersulit proses pemantauan pasien Covid-19. Oleh karena itu, ia menyarankan adanya kebijakan isolasi mandiri yang hanya dilakukan saat pasien mengalami gejala, atau isolasi dilakukan selama 3-5 hari saja.

“Melihat masa inkubasi Covid-19, yaitu 1-3 hari, dan masa sembuh setelah muncul gejala yaitu 3-5 hari, mencegah penyebaran penyakit tetap menjadi prioritas utama. Masa inkubasi adalah waktu yang dibutuhkan oleh virus untuk masuk ke dalam tubuh hingga munculnya gejala pada hari pertama,” jelasnya.

Ngabila juga menekankan pentingnya masyarakat terus menerapkan langkah pencegahan penularan Covid-19 dengan tetap menggunakan masker. Selain itu, untuk mencegah

komplikasi atau kematian akibat Covid-19, penting untuk mengontrol faktor risiko penyakit lainnya, menjalani pengobatan secara teratur, dan mendapatkan vaksinasi lengkap empat dosis untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy juga memberikan kabar yang menggembirakan. Beliau mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, akan segera mencabut status pandemi Covid-19 di Indonesia.

Muhadjir menyatakan bahwa pencabutan status pandemi Covid-19 akan diumumkan oleh Presiden Jokowi sendiri.

“(Status pandemi akan dicabut) tidak lama lagi. Tapi bukan hari ini. Nanti keputusan ini akan diambil oleh Bapak Presiden,” kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (13/6/2023).

Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah setuju dengan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah mencabut status darurat Covid-19 pada 5 Mei 2023 lalu. Oleh karena itu, Muhadjir menyebut bahwa pemerintah Indonesia juga akan segera mencabut status pandemi Covid-19.

“Namun, keputusan ini akan diambil oleh Bapak Presiden dan segera akan diumumkan mengenai pencabutan status pandemi. Kita tunggu pengumuman beliau,” ungkapnya dengan penuh harapan.

Sumber : liputan6.com