Standard Chartered, Bank Asal London, PHK Lebih dari 100 Karyawan di Singapura, London, dan Hong Kong

Wahana BeritaStandard Chartered, bank asal London yang telah lama beroperasi di Asia, baru-baru ini mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 100 karyawan di beberapa lokasi utama, termasuk Singapura, London, dan Hong Kong. Keputusan ini diambil dalam upaya bank untuk menghemat biaya yang diperkirakan mencapai lebih dari US$1 miliar atau setara dengan Rp14,8 triliun.

Dalam laporan Channel News Asia (CNA), PHK tersebut merupakan bagian dari program efisiensi perusahaan yang sedang dilakukan. Meskipun belum ada informasi resmi mengenai jumlah karyawan yang terkena PHK, namun dipastikan lebih dari 100 karyawan bank ini harus merasakan dampaknya.

Seorang juru bicara dari Standard Chartered, dalam pernyataannya kepada Reuters, menjelaskan, “Ini adalah bagian dari aktivitas bisnis normal kami untuk secara berkelanjutan meninjau persyaratan peran di seluruh bank.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pengurangan karyawan merupakan langkah strategis yang diambil untuk menyesuaikan kebutuhan bank dengan kondisi pasar saat ini.

Tidak hanya di kawasan Asia, Standard Chartered juga telah melakukan pemangkasan karyawan di berbagai divisi, termasuk middle-office, sumber daya manusia, dan transformasi digital. Bahkan, beberapa direktur pelaksana pasar keuangan di London juga dilaporkan menjadi korban dari PHK ini. Keputusan ini menunjukkan komitmen bank dalam mencapai efisiensi dan memastikan keberlanjutan operasionalnya di tengah persaingan yang semakin ketat.

Sebagai informasi, Standard Chartered selama ini telah memperoleh sebagian besar pendapatannya dari wilayah Asia. Pada kuartal pertama 2024, bank ini mencatatkan lonjakan laba sebesar 21 persen, melebihi ekspektasi yang ada. Laba sebelum pajak dari Januari hingga Maret mencapai US$1,81 miliar, naik dari angka US$1,49 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, capaian ini melampaui perkiraan 14 analis yang rata-rata memperkirakan laba sebesar US$1,43 miliar.

Namun, meskipun mencatatkan laba kuartal pertama terbesar dalam sembilan tahun terakhir, pendapatan bank dari perdagangan pasar keuangan mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena volatilitas pasar yang menurun dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Dalam konteks persaingan bisnis global yang semakin ketat, langkah pengurangan karyawan yang diambil oleh Standard Chartered dapat dipahami sebagai upaya bank untuk terus beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah. Meskipun sulit bagi karyawan yang terkena PHK, bank ini berharap bahwa keputusan ini akan membantu mereka menjaga keberlanjutan operasional dan meningkatkan efisiensi dalam jangka panjang.

Sumber : cnnindonesia.com