Skandal Revitalisasi Taman Ismail Marzuki: KPPU Hukum Tiga Perusahaan Besar!

Wahana Berita – Pada Selasa, tanggal 18 Juli, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengejutkan publik dengan memberlakukan hukuman denda senilai Rp28 miliar kepada PT Jakarta Propertindo (Perseroda), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama.

Tiga raksasa perusahaan ini terbukti melakukan persekongkolan jahat dalam proyek revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Denda masing-masing perusahaan ditentukan secara berbeda: PT Pembangunan Perumahan didenda sebesar Rp16,8 miliar, sedangkan PT Jaya Konstruksi didenda sebesar Rp11,20 miliar.

Sidang Majelis Komisi yang dipimpin oleh Chandra Setiawan, dengan M. Afif Hasbullah dan Harry Agustanto sebagai anggota majelis, mengungkapkan Jakarta Propertindo dengan sengaja membatalkan tender tanpa alasan yang sah untuk memberikan kesempatan eksklusif kepada PT Pembangunan Perumahan dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama sebagai pemenang tender.

KPPU berhasil membuktikan bahwa pembatalan tender ini adalah bagian dari rencana terstruktur untuk menguntungkan kedua perusahaan tersebut. Jakarta Propertindo dipastikan telah memfasilitasi PT Pembangunan Perumahan dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama dengan memberikan eksklusivitas dalam memenangkan proyek ini.

Putusan ini tentu saja menimbulkan dampak besar bagi perusahaan-perusahaan terkait. PT Pembangunan Perumahan menyatakan akan melawan dengan mengajukan banding sebagai langkah hukum keberatan. Corporate Secretary PTPP, Bakhtiyar Efendi, mengungkapkan bahwa mereka sebagai perusahaan yang taat hukum ingin mengklarifikasi lebih rinci tentang kasus ini melalui proses keberatan yang mereka lakukan.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, masih belum memberikan tanggapannya terkait keputusan KPPU yang mengguncang dunia bisnis ini.

Skandal ini telah memicu perhatian publik, dan proses hukum selanjutnya tentu akan menjadi sorotan tajam. Bagaimana perkembangan selanjutnya? Apakah banding yang diajukan oleh PT Pembangunan Perumahan akan mengubah putusan KPPU? Kita tunggu saja bagaimana perkembangan dari kasus besar ini. Tetaplah terhubung untuk informasi terbaru!

Sumber : cnnindonesia.com