Segini Besaran THR 2024 Anggota DPRD DKI Jakarta

Wahana BeritaSekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengumumkan bahwa anggota DPRD DKI akan menerima tunjangan hari raya (THR) pada tahun 2024 sekitar Rp5,8 juta. Hal ini dijelaskan oleh Augustinus, yang menguraikan bahwa total THR tersebut mencakup uang representasi, tunjangan jabatan, dan tunjangan keluarga. Untuk perincian uang representasi, ketua dewan akan menerima Rp3 juta, wakil dewan Rp2,4 juta, dan anggota dewan Rp2,25 juta.

Tunjangan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 14 Tahun 2024 tentang pemberian THR dan gaji ketiga belas kepada aparatur negara. Serta diperkuat dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1/ 1369/SJ tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2024.

Penerima THR dan gaji 13 mencakup pegawai negeri sipil (PNS) dan calon pegawai negeri sipil (CPNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara, wakil menteri, serta staf khusus di lingkungan kementerian dan lembaga. Rincian penerima THR dan gaji 13 dapat ditemukan dalam PP Nomor 14 Tahun 2024 tentang Pemberian THR dan Gaji ke-13 kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan Tahun 2024.

Tunjangan tersebut diberikan berdasarkan pangkat, jabatan, dan kelas jabatan masing-masing penerima. Untuk pegawai ASN, komponen THR dan gaji ke-13 terdiri dari gaji pokok dan tunjangan yang meliputi tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, serta tunjangan kinerja atau TPP.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan bahwa perusahaan aplikasi online tidak berkewajiban memberikan THR keagamaan bagi mitra pengemudi ojek online (ojol). Menurutnya, hal ini hanya berlaku untuk pekerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), termasuk pekerja/buruh harian lepas yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan. Penegasan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/2/HK.04.00/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2024 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Upaya Kemnaker dalam memberikan imbauan bagi perusahaan aplikator untuk memberikan THR keagamaan bertujuan untuk melindungi daya beli pengemudi ojek online menjelang hari raya Idulfitri, mengingat kenaikan harga berbagai jenis sembako menjelang perayaan lebaran. Menaker juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan aplikator yang telah memberikan berbagai bantuan program kepada mitra mereka selama bulan Ramadan.

 

Sumber : liputan6.com