Polri Mengungkap Kasus TPPO dengan Modus Mahasiswa Magang ke Jerman, Universitas di Indonesia Diminta untuk Waspada

Wahana BeritaBareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Umum telah mengungkap kasus perdagangan orang dengan modus operandi pengiriman mahasiswa magang ke Jerman melalui program Ferien Job. Dalam kasus ini, lima tersangka telah ditangkap.

Kelima tersangka tersebut adalah:
1. SS (65)
2. MZ (60)
3. AJ (52)
4. ER (39)
5. A (37)

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa para mahasiswa yang dikirim ke Jerman melalui program ini dieksploitasi karena diperkerjakan secara non-prosedural.

Kasus ini terungkap setelah KBRI Jerman melaporkan bahwa empat mahasiswa mengikuti program Ferien Job di Jerman tanpa prosedur yang jelas. Program ini dijalankan oleh 33 universitas di Indonesia dengan total 1.047 mahasiswa yang dikirim ke tiga agen tenaga kerja di Jerman.

Para mahasiswa ini dibebankan biaya pendaftaran dan pembuatan dokumen sebesar Rp150.000 dan 150 Euro. Selain itu, mereka juga harus membayar 200 Euro kepada PT SHB untuk pembuatan working permit dan menyetujui pemotongan gaji untuk biaya penginapan dan transportasi di Jerman.

Kasus ini melanggar UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Para tersangka dihadapkan pada ancaman hukuman penjara dan denda.

Bareskrim Polri menyarankan agar universitas di Indonesia tidak mudah tergiur dengan program magang yang mengatasnamakan program resmi dan memastikan kerja sama dengan perusahaan tempat mahasiswa magang terjalin dengan jelas. Mereka juga mengingatkan bahwa program Ferien Job masih berlanjut pada tahun 2024 dan masyarakat diminta berhati-hati terhadap program semacam ini.

 

Sumber : wartakota.tribunnews.com