Pegawai KPK Terlibat Pungli Sebanyak 15 Orang.

Wahana Berita – Menurut Yudi Purnomo, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), perilaku 15 pegawai dan mantan pegawai KPK yang terlibat dalam pungutan liar (pungli) telah menciptakan bayangan gelap dalam upaya pemberantasan korupsi. Dia menekankan bahwa sebagai agen penegak hukum, pegawai KPK seharusnya menjadi teladan moral dan menegakkan integritas dalam melawan korupsi.

Yudi mengungkapkan bahwa kasus melibatkan 15 tersangka, yang terdiri dari pegawai dan mantan pegawai KPK yang terlibat dalam tindak korupsi di rutan KPK, menjadi momen paling gelap dalam upaya memberantas korupsi. Dia menyoroti bahwa sebagai anggota KPK, seharusnya mereka menjadi penjaga moral dan integritas dalam melawan korupsi, tetapi ironisnya mereka justru terlibat dalam praktik korupsi.

Yudi juga mengkritik perilaku pegawai KPK yang melakukan pungutan liar terhadap tahanan kasus di rutan, seperti menyelundupkan handphone atau barang lainnya, termasuk mengisi daya baterai handphone. Menurutnya, tindakan semacam itu sudah mencerminkan perilaku korupsi dengan adanya kesepakatan, permintaan uang, kode-kode tertentu, rekening penampungan, dan pembagian uang sesuai dengan jabatan di rutan.

Dia menambahkan bahwa penetapan 15 pegawai sebagai tersangka mungkin merupakan strategi dari penyidik untuk memecah kasus tersebut menjadi beberapa kelompok, yang sering terjadi dalam kasus korupsi yang melibatkan banyak orang karena pertimbangan penyidikan. Misalnya, menangkap aktor intelektual terlebih dahulu, saksi-saksi kunci, atau karena keterbatasan penyidik, serta ingin mempercepat penuntasan kasus untuk segera disidangkan.

Yudi menambahkan bahwa salah satu yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan adalah Achmad Fauzi, yang menjabat sebagai kepala rutan KPK, serta Hengky, yang diduga sebagai aktor intelektual di balik kasus pungutan liar di KPK. Menurutnya, penahanan 15 pegawai ini harus dimanfaatkan oleh KPK sebagai kesempatan untuk membersihkan internal dari praktik korupsi. Yudi juga mengingatkan agar pegawai KPK, termasuk pimpinan, tetap memegang teguh nilai-nilai integritas, karena upaya memberantas korupsi tidak akan berhasil jika dilakukan oleh individu yang terlibat dalam korupsi.

Sebanyak 15 individu telah ditahan setelah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus pungutan liar di Rutan Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan mereka telah dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya.

Asep Guntur Rahayu, Direktur Penyidikan KPK, menyatakan bahwa penempatan para tersangka di Rutan Polda Metro Jaya tidak diambil begitu saja. Asep juga mengaitkan faktor psikologis sebagai salah satu alasan di balik keputusan tersebut.

Asep menjelaskan bahwa salah satu dari 15 tersangka tersebut adalah Kepala Rutan KPK, yaitu Ahmad Fauzi. Menurutnya, penempatan mereka di Rutan KPK bisa berdampak pada suasana di sana sendiri.

Selain itu, KPK juga bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Dalam hal ini, KPK akan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya.

Demi menjaga netralitas dan mencegah kejadian serupa, penahanan 15 tersangka ini dilakukan di Rutan Polda Metro Jaya, dan kerja sama dengan Kapolda juga dilakukan untuk penempatan mereka.

Sumber : liputan6.com